I.W.P. Astawa
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BERBASIS PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA N.L.P.S. Febrianti; Sariyasa; I.W.P. Astawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif materi bangun ruang sisi datar berbasis problem-based learning yang valid, praktis dan efektif serta mendeskripsikan karakteristiknya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4-D oleh Thiagarajan. Subjek penelitian yaitu subjek uji coba terbatas terdiri dari 10 orang peserta didik kelas VIII A dan dua guru matematika, serta subjek uji coba lapangan terdiri dari 30 orang peserta didik kelas VIII SMP Harapan Mulia Denpasar. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, angket dan tes. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi untuk mengukur validitas e-modul, lembar pengamatan keterlaksanaan, angket respon guru dan peserta didik untuk mengukur kepraktisan e-modul, serta soal tes kemampuan berpikir kritis untuk mengukur keefektifan e-modul. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian e-modul interaktif ini memenuhi aspek valid, praktis, dan efektif. Karakteristik e-modul interaktif ini yaitu, (1) e-modul disajikan dengan media interaktif seperti video, kuis, latihan interaktif dan geogebra, (2) terdapat hyperlink menuju halaman tertentu, (3) memuat latihan soal pilihan ganda dan mencocokkan yang dapat memberikan respon, dan (4) memuat permasalahan dan aktivitas yang memungkinkan peserta didik melatih kemampuan berpikir kritis, (5) kegiatan dalam e-modul disusun berdasarkan sintaks problem-based learning.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN S.A.E. Sartika; I.G.P. Suharta; I.W.P. Astawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3428

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis- jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi bangun ruang sisi datar berdasarkan prosedur Newman dan penyebabnya. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan data langsung dari subjek yang diteliti menggunakan pedoman soal cerita bangun ruang sisi datar. Subjek yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VI SD Bintang Timur berjumlah 16 siswa. Kemudian, dipilih 5 siswa yang akan diwawancara untuk mengetahui penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes berupa soal cerita dan wawancara. Setiap hasil pekerjaan siswa dianalisis kesalahannya berdasarkan prosedur Newman, kemudian dilakukan wawancara untuk mendeskripsi faktor-faktor penyebab kesalahan siswa. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 5 jenis kesalahan siswa: 1) Kesalahan membaca dan mengetahui arti simbol dan kata kunci pada soal (Reading), yang dilihat dari indikator kesalahan yaitu siswa tidak dapat membaca kata kunci pada soal; 2) kesalahan memahami isi soal (comprehension), sebagian besar siswa tidak menulis hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal, salah menulis hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal; 3) kesalahan transformasi soal (transformation) dimana siswa tidak menuis rumus yang digunakan dalam menyelesaikan soal cerita. Banyak siswa yang tidak menulis rumus yang harus digunakan; 4) kesalahan proses (process skill) rata-rata pada proses skill, siswa kesulitan dalam menggunakan operasi hitung matematika untuk menyelesaikan soal; dan 5) kesalahan menentukan jawaban akhir (endcoding) meliputi tidak menulis jawaban akhir dengan benar, tidak menyimpulkan jawaban akhir. Kesalahan paling sedikit dilakukan siswa yaitu pada tahap membaca dan mengetahui arti simbol dan kata kunci pada soal (reading) dengan persentasi sebesar 7,5% dan kesalahan paling banyak muncul pada tahap menentukan jawaban akhir (endcoding) dengan persentase sebesar 82%. Faktor-faktor penyebab kesalahan siswa yaitu terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dimana siswa terburu-buru menyelesaikan soal, minat belajar siswa yang kurang, kemampuan literasi siswa masih rendah,dan kebiasaan siswa yang tidak menulis kesimpulan jawaban akhir. Faktor eksternal kesalahan siswa adalah 1) kurangnya bimbingan orang tua saat proses belajar di rumah; 2) kurangnya kegiatan literasi yang diadakan di sekolah; 3) kelalaian guru yang membiarkan siswa tidak menulis jawaban akhir; dan 4) waktu yang tidak cukup bagi siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika yang membuat siswa terburu-buru dalam mengerjakan soal cerita.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS D.A. Puspitarini; I.M. Ardana; I.W.P. Astawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 14 No 1 (2025): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i1.4575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dan disposisi matematika terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini menggunakan analisis faktorial 2 x 2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP/MTs Islam Rayon VII Kota Denpasar sebanyak 233 orang. Sampel penelitian yang digunakan berjumlah 76 orang dengan menggunakan cluster random sampling, untuk kelas eksperimen sejumlah 38 siswa dan kelas kontrol sejumlah 38 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman konsep. Data dianalisis menggunakan analisis anava dua jalur berbantuan SPSS 25.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pembelajaran kooperatif Think Pair Share memiliki pengaruh positif terhadap pemahaman konsep siswa 2) Disposisi matematika memiliki pengaruh positif terhadap pemahaman konsep siswa 3)Terdapat interaksi antara pembelajaran kooperatif Think Pair Share dan disposisi matematika dalam mempengaruhi pemahaman konsep siswa.
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BERBASIS PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA N.L.P.S. Febrianti; Sariyasa; I.W.P. Astawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif materi bangun ruang sisi datar berbasis problem-based learning yang valid, praktis dan efektif serta mendeskripsikan karakteristiknya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4-D oleh Thiagarajan. Subjek penelitian yaitu subjek uji coba terbatas terdiri dari 10 orang peserta didik kelas VIII A dan dua guru matematika, serta subjek uji coba lapangan terdiri dari 30 orang peserta didik kelas VIII SMP Harapan Mulia Denpasar. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, angket dan tes. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi untuk mengukur validitas e-modul, lembar pengamatan keterlaksanaan, angket respon guru dan peserta didik untuk mengukur kepraktisan e-modul, serta soal tes kemampuan berpikir kritis untuk mengukur keefektifan e-modul. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian e-modul interaktif ini memenuhi aspek valid, praktis, dan efektif. Karakteristik e-modul interaktif ini yaitu, (1) e-modul disajikan dengan media interaktif seperti video, kuis, latihan interaktif dan geogebra, (2) terdapat hyperlink menuju halaman tertentu, (3) memuat latihan soal pilihan ganda dan mencocokkan yang dapat memberikan respon, dan (4) memuat permasalahan dan aktivitas yang memungkinkan peserta didik melatih kemampuan berpikir kritis, (5) kegiatan dalam e-modul disusun berdasarkan sintaks problem-based learning.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN S.A.E. Sartika; I.G.P. Suharta; I.W.P. Astawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3428

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis- jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi bangun ruang sisi datar berdasarkan prosedur Newman dan penyebabnya. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan data langsung dari subjek yang diteliti menggunakan pedoman soal cerita bangun ruang sisi datar. Subjek yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VI SD Bintang Timur berjumlah 16 siswa. Kemudian, dipilih 5 siswa yang akan diwawancara untuk mengetahui penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes berupa soal cerita dan wawancara. Setiap hasil pekerjaan siswa dianalisis kesalahannya berdasarkan prosedur Newman, kemudian dilakukan wawancara untuk mendeskripsi faktor-faktor penyebab kesalahan siswa. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 5 jenis kesalahan siswa: 1) Kesalahan membaca dan mengetahui arti simbol dan kata kunci pada soal (Reading), yang dilihat dari indikator kesalahan yaitu siswa tidak dapat membaca kata kunci pada soal; 2) kesalahan memahami isi soal (comprehension), sebagian besar siswa tidak menulis hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal, salah menulis hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal; 3) kesalahan transformasi soal (transformation) dimana siswa tidak menuis rumus yang digunakan dalam menyelesaikan soal cerita. Banyak siswa yang tidak menulis rumus yang harus digunakan; 4) kesalahan proses (process skill) rata-rata pada proses skill, siswa kesulitan dalam menggunakan operasi hitung matematika untuk menyelesaikan soal; dan 5) kesalahan menentukan jawaban akhir (endcoding) meliputi tidak menulis jawaban akhir dengan benar, tidak menyimpulkan jawaban akhir. Kesalahan paling sedikit dilakukan siswa yaitu pada tahap membaca dan mengetahui arti simbol dan kata kunci pada soal (reading) dengan persentasi sebesar 7,5% dan kesalahan paling banyak muncul pada tahap menentukan jawaban akhir (endcoding) dengan persentase sebesar 82%. Faktor-faktor penyebab kesalahan siswa yaitu terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dimana siswa terburu-buru menyelesaikan soal, minat belajar siswa yang kurang, kemampuan literasi siswa masih rendah,dan kebiasaan siswa yang tidak menulis kesimpulan jawaban akhir. Faktor eksternal kesalahan siswa adalah 1) kurangnya bimbingan orang tua saat proses belajar di rumah; 2) kurangnya kegiatan literasi yang diadakan di sekolah; 3) kelalaian guru yang membiarkan siswa tidak menulis jawaban akhir; dan 4) waktu yang tidak cukup bagi siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika yang membuat siswa terburu-buru dalam mengerjakan soal cerita.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS D.A. Puspitarini; I.M. Ardana; I.W.P. Astawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i1.4575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dan disposisi matematika terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini menggunakan analisis faktorial 2 x 2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP/MTs Islam Rayon VII Kota Denpasar sebanyak 233 orang. Sampel penelitian yang digunakan berjumlah 76 orang dengan menggunakan cluster random sampling, untuk kelas eksperimen sejumlah 38 siswa dan kelas kontrol sejumlah 38 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman konsep. Data dianalisis menggunakan analisis anava dua jalur berbantuan SPSS 25.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pembelajaran kooperatif Think Pair Share memiliki pengaruh positif terhadap pemahaman konsep siswa 2) Disposisi matematika memiliki pengaruh positif terhadap pemahaman konsep siswa 3)Terdapat interaksi antara pembelajaran kooperatif Think Pair Share dan disposisi matematika dalam mempengaruhi pemahaman konsep siswa.
PENGEMBANGAN LKS ELEKTRONIK INTERAKTIF BERBASIS PROBING PROMPTING PADA POKOK BAHASAN SEGI EMPAT UNTUK SISWA SMP/MTS KELAS VII U. Fikri; G. Suweken; I.W.P. Astawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i2.5875

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan LKS elektronik interktif berbasis probing prompting pada materi segi empat untuk siswa kelas VII SMP yang valid dan menarik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan 4-D (Four D-Models) yang terdiri atas pendefinisian (Define), perancangan (Design), pengembangan (Develop), dan penyebaran (Disseminate). Pada penelitian ini berakhir pada tahap “Develop”. LKS Elektronik Interaktif ini divalidasi oleh 2 validator yang terdiri dari satu ahli media dan satu ahli materi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) hasil analisis oleh ahli media didapatkan rata-rata dari nilai total adalah 3,50. Nilai tersebut tergolong pada interval 3≤ NK ≤ 4 dengan kriteria “menarik”; (2) hasil analisis oleh ahli materi didapatkan rata-rata dari nilai total adalah 3,46. Nilai tersebut tergolong pada interval 3≤ NK ≤ 4 dengan kriteria “valid”. Berdasarkan dari hasil penelitian ini LKS Elektronik Interaktif Berbasis Probing Prompting pada Materi Segi Empat untuk Siswa Kelas VII SMP dapat dijadikan alternatif sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran matematika.