Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KORELASI ANTARA PERILAKU IMPULSIVE BUYING DENGAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Jollyn; Debora Basaria
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.131

Abstract

Berkembangnya dunia pemasaran membuat banyak Perusahaan yang melakukan pemasaran dengan ide-ide yang unik dan dapat menarik pelanggan untuk membeli barang produksinya. Hal ini juga menyebabkan kemunculan fenomena impulsive buying, menurut beberapa studi impulsive buying sendiri dapat menimbulkan emosi negatif bagi individu sehingga memiliki dampak yang buruk untuk kehidupan sehari-hari. Impulsive buying sendiri juga sering dialami oleh individu dewasa awal. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara impulsive buying dengan subjective well-being pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode snowball secara online sesuai kebutuan peneliti. Partisipan dari penelitian ini juga terdiri dari 366 partisipan yang memiliki rentang umur 18-25 tahun. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur impulsive buying adalah Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS) sedangkan subjective well-being menggunakan alat ukur Satisfaction with life scale (SWLS) dan positive affect and negative affect scale (PANAS). Hasil penelitian yang didapat juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara perilaku impulsive buying dengan subjective well-being, dengan nilai r= -.140 dan p= .007 < .05. Hasil lain yang didapatkan juga terdapat hubungan positif antara impulsive buying dengan emosi negatif dan terdapat hubungan yang negatif antara impulsive buying dengan kepuasan hidup dan emosi positif. Hal ini menyatakan bahwa semakin rendah impulsive buying maka semakin tinggi subjective well-being.
ANALISIS KORELASI ANTARA PERILAKU IMPULSIVE BUYING DENGAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Jollyn; Debora Basaria
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.131

Abstract

Berkembangnya dunia pemasaran membuat banyak Perusahaan yang melakukan pemasaran dengan ide-ide yang unik dan dapat menarik pelanggan untuk membeli barang produksinya. Hal ini juga menyebabkan kemunculan fenomena impulsive buying, menurut beberapa studi impulsive buying sendiri dapat menimbulkan emosi negatif bagi individu sehingga memiliki dampak yang buruk untuk kehidupan sehari-hari. Impulsive buying sendiri juga sering dialami oleh individu dewasa awal. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara impulsive buying dengan subjective well-being pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode snowball secara online sesuai kebutuan peneliti. Partisipan dari penelitian ini juga terdiri dari 366 partisipan yang memiliki rentang umur 18-25 tahun. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur impulsive buying adalah Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS) sedangkan subjective well-being menggunakan alat ukur Satisfaction with life scale (SWLS) dan positive affect and negative affect scale (PANAS). Hasil penelitian yang didapat juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara perilaku impulsive buying dengan subjective well-being, dengan nilai r= -.140 dan p= .007 < .05. Hasil lain yang didapatkan juga terdapat hubungan positif antara impulsive buying dengan emosi negatif dan terdapat hubungan yang negatif antara impulsive buying dengan kepuasan hidup dan emosi positif. Hal ini menyatakan bahwa semakin rendah impulsive buying maka semakin tinggi subjective well-being.
Digital Transformation and ESG Performance: The Critical Role of Green Technology Innovation as a Strategic Link Ramadana, Mariska; Jollyn; Butar-Butar, Dea Tiara Monalisas
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 18 No. 1 (2026): February
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v18i1.1254

Abstract

Pentingnya kinerja perusahaan dalam ESG semakin mendapat perhatian yang besar; oleh karena itu, perlu untuk lebih mendalami tentang bagaimana perkembangan digital akan berdampak pada kinerja ESG perusahaan. Artikel ini menggunakan perangkat lunak untuk menganalisis data yaitu Stata untuk mengeksplorasi isu-isu yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara transformasi digital dan kinerja ESG perusahaan dengan mempertimbangkan green technology innovation sebagai mediator. Analisis mediasi dilakukan untuk menguji peran green technology innovation dalam memperkuat hubungan antara transformasi digital dan kinerja ESG perusahaan. Hasil empiris menunjukkan hal berikut. (1) Transformasi digital memiliki signifikan positif terhadap kinerja ESG perusahaan. (2) Green technology innovation perusahaan memainkan peran perantara yang signifikan dalam mempromosikan hubungan antara transformasi digital dan kinerja ESG perusahaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa transformasi digital dapat meningkatkan kinerja ESG perusahaan dengan mempromosikan green technology innovation.