Dapur merupakan ruang yang diperuntukkan bagi penyiapan dan penyediaan bahan-bahan kuliner. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan ini adalah memasak. Setiap hari kegiatan memasak dilakukan di dapur, termasuk menyiapkan sarapan, makan siang, dan makan malam. Kegiatan memasak seringkali dilakukan di meja dapur; Namun desain meja yang digunakan untuk memasak terkadang mengabaikan kenyamanan penggunanya. Meja dapur yang tidak ergonomis, terutama bila digunakan dalam waktu lama, dapat menyebabkan berbagai dampak buruk, termasuk kelelahan dan masalah kesehatan seperti ketidaknyamanan punggung. Desain meja dapur seringkali gagal mengakomodasi proporsi tubuh penggunanya, sehingga menimbulkan potensi ketidaknyamanan karena ketinggiannya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Desain meja yang terlalu rendah menimbulkan bahaya besar karena mudah diakses oleh balita. Desain meja yang terlalu ditinggikan mengakibatkan rasa lelah pada bagian pinggang dan punggung, sehingga perlu adanya pembelajaran ide meja dapur yang ergonomis yang disesuaikan dengan ukuran tubuh pengguna dapur wanita. Untuk memberikan edukasi mengenai hal ini, dilakukan pendekatan terhadap Kelompok Ibu-Ibu yang memungkinkan mereka menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk menganalisis dan meningkatkan ergonomi meja dapur mereka saat ini. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan sosialisasi penerapan ergonomis. Selanjutnya memberikan motivasi kepada mitra Kelompok Ibu-ibu PKK dalam mendapatkan pengetahuan dan gambaran konsep meja dapur yang ergonomis, sehingga mengurangi resiko jika konsep meja dapur yang ergonomis bisa direalisasikan penggunaannya.