Tresna Dwipayana, Kadek
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Metode Fuzzy Times Series Cheng dan Fuzzy Times Series Markov Chain dalam Memprediksi Tingkat Pengangguran Terbuka di Bali Tresna Dwipayana, Kadek; Hartawan, I Gusti Nyoman Yudi; Candiasa, I Made
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 17 No. 2: December 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v17i2.52335

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan model untuk tingkat pengangguran terbuka di Bali dengan Fuzzy Times series Cheng (FTS Cheng) dan Fuzzy Times series Markov Chain (FTS Markov Chain) serta membandingkan tingkat akurasi kedua model tersebut. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Data tingkat pengangguran terbuka di Bali yang digunakan sebanyak 34 dari periode Februari 2006 sampai dengan Agustus 2021. Dari 34 data kemudian dibagi menjadi dua dengan proporsi 30% data latih dan 70% data uji. Tahapan penelitian yang dilakukan dengan menghitung FTS Cheng dan FTS Markov Chain pada data latih kemudian dilanjutkan pada data uji. Selanjutnya model FTS Cheng dan FTS Markov Chain dihitung akurasinya dengan MAPE (Mean Absolute Percentage Error),RMSE (Root Mean Square Error) dan Confusion Matrix (akurasi,presisi,recall). Hasil MAPE yang didapatkan adalah  FTS Cheng sebesar 18.43% dan FTS Markov Chain sebesar 31.19%. Kemudian hasil RMSE yang didapatkan dari FTS Cheng dan FTS Markov Chain secara berturut-turut adalah 0.88 dan 0.63. Pada pengujian menggunakan Confusion Matrix pada FTS Ceng didapatkan hasil akurasi, presisi, recall secara berturut-turut adalah 61.90%,41.22% dan 44.35%. Sedangkan untuk FTS Markov Chain mendapatkan hasil pengujian sebesar 61.90%,49.17% dan 48.75% untuk akurasi, presisi dan recall. Jadi Fuzzy Time Series Markov Chain lebih baik dibandingkan dengan model Fuzzy Time Series Cheng di dua metode pengujian keakuratan yaitu pada RMSE dan Confusion Matrix (presisi dan recall). Hal ini disebabkan karena perbedaan pembagian kelas serta perhitungan yang berbeda.
Peningkatan Keterampilan Kolaborasi dan Hasil Belajar Siswa X E3 SMAN 2 Kuta melalui Discovery Learnin I Dewa Putu Juwana; Tresna Dwipayana, Kadek; I Made Agus Suputrayasa
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.3821

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar matematika siswa kelas X E3 SMA Negeri 2 Kuta melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada peserta didik, khususnya kolaborasi, yang esensial dalam menghadapi tantangan global. Pembelajaran tradisional yang masih dominan di banyak sekolah dirasa kurang efektif dalam memfasilitasi pengembangan keterampilan ini. Discovery Learning dipilih sebagai solusi karena model ini mendorong partisipasi aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri melalui eksplorasi, penyelidikan, dan interaksi dengan lingkungan belajar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap keterampilan kolaborasi siswa menggunakan rubrik penilaian dan tes hasil belajar matematika yang dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar. Implementasi pada siklus pertama menunjukkan peningkatan hasil belajar, namun belum mencapai target yang diharapkan. Hasil tes menunjukkan 67% siswa mencapai ketuntasan belajar, meningkat dari 55% pada pra-siklus.Pada siklus kedua, fokus pembelajaran diarahkan pada penerapan konsep matematika dalam konteks kehidupan nyata. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan baik pada hasil belajar maupun keterampilan kolaborasi siswa. Ketuntasan belajar mencapai 83%, dan rata-rata skor keterampilan kolaborasi mencapai 74.Secara keseluruhan, penelitian ini berhasil membuktikan efektivitas model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar matematika siswa kelas X E3 SMAN 2 Kuta. Temuan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para pendidik untuk menerapkan model pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada siswa.