Dwi Prajayanti , Eska
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN FOOT MASSAGE THERAPY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD KOTA SALATIGA Eka Saputri , Rizki; Dwi Prajayanti , Eska; Susanto , Hery
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan; Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan suatu kondisi penurunan fungsi pada ginjal. Upaya peningkatan kualitas hidup pasien gagal ginjal yaitu dengan terapi Hemodialisa. Hemodialisa adalah Prosedur pembersihan darah dari limbah-limbah hasil metabolisme tubuh dengan menggunakan alat yang disebut dengan hemodialyzer, Dampak psikologis yang ditimbulkan adalah kecemasan. Kecemasan merupakan masalah psikososial yang dapat berdampak burukterhadap prognosis pasien. Salah satu perawatan yang dapat diberikan yaitu melakukan Foot Massage Therapy. Foot Massage Therapy merupakan salah satu terapi alternatif yang dapat memberikan rasa nyaman dan sangat berpotensi mengurangi kecemasan. Tujuan; hasil penerapan Foot Massage Therapy terhadap resiko kecemasan pada pasien Gagal Ginjal Kronik. Metode; Desain penelitian ini studi kasus yang menggunakan metode penelitian deskriptif dan menggunakan pengukuran risiko kecemasan dengan alat ukur Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) yang dilakukan kepada 2 responden selama 2 hari Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan metode pre-posttest with control group design. Sampel dipilih secara puposive sampling yang berpedoman kepada kriteria penelitian. Hasil; Risiko kecemasan sebelum dilakukan Foot Massage Therapy pada responden termasuk dalam kategori risiko sedang. Risiko kecemasan setelah dilakukan Foot Massage Therapy pada responden dalam kategori risiko rendah. Terdapat perbedaan perkembangan risiko kecemasan pada pasien hemodialisa sebelum dan sesudah dilakukan intervensi Foot Massage Therapy. Kesimpulan; Terdapat perbedaan perkembangan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi Foot Massage Therapy pada pasien hemodialisa.
GAMBARAN PERILAKU 3M PLUS PADA WARGA DI KELURAHAN MOJOSONGO Tri Haryanti, Dewi; Dwi Prajayanti , Eska
Jurnal Osadhawedyah Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia tercatat sebanyak 138.127 kasus pada tahun 2019. Terjadi peningkatan kasus dari tahun sebelumnya yang cukup signifikan yaitu 65.602 kasus. Berdasarkan data kasus demam berdarah dengue (DBD) tahun 2021 Kota Surakarta merupakan daerah endemis penyakit demam berdarah dengue (DBD) ditemukan sebanyak 41 kasus. Tujuan: Mengetahui gambaran perilaku 3M Plus pada warga di Kelurahan Mojosongo. Metode: penelitian ini menggunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Jumlah responden 76 dengan teknik total sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuisioner. Hasil Penelitian: sebanyak 75 responden (98,7%) perilaku menguras TPA, perilaku menutup TPA sebanyak 28 responden (36,8%), perilaku mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas sebanyak 64 responden (84,2%), perilaku memelihara ikan pemakan jentik sebanyak 14 responden (18,4%), perilaku memasang kawat kasa sebanyak 29 responden (38,2%), perilaku menggantung pakaian didalam rumah sebanyak 55 responden (72,4%), kebiasaan tidur menggunakan kelambu sebanyak 5 responden (6,6%), perilaku menggunakan obat nyamuk sebanyak 41 responden (53,9%). Kesimpulan: mayoritas warga Genengan RT 02 RW 12 Kelurahan Mojosongo tidak melakukan perilaku 3M Plus.