Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN DESENTRALISASI DAN SENTRALISASI DALAM RUMAH SAKIT Ahmad Muksin; Puspita Cintya Maulida; Eva Mutiara; Dwika Restia Shakira; Nadila Qurrota Ay'yun; Muhammad Fajar Aliyuddin
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i1.751

Abstract

Penerapan desentralisasi dan sentralisasi dalam konteks rumah sakit, dengan fokus pada penyimpanan rekam medis, distribusi obat, pengelolaan keuangan, pengambilan keputusan, serta manfaat dan tantangan yang terkait. Desentralisasi merupakan pemindahan tanggung jawab ke tingkat pemerintah daerah, dan sentralisasi, pengelolaan terpusat di pemerintah pusat, memiliki dampak signifikan dalam rumah sakit. Distribusi obat dalam desentralisasi menitikberatkan pada aksesibilitas dan respons cepat di tingkat unit perawatan, sementara sentralisasi memberikan keunggulan dalam evaluasi resep dan pengendalian persediaan. Manfaat dan tantangan dari penerapan kedua konsep ini, seperti peningkatan efisiensi dan partisipasi masyarakat, namun diimbangi dengan potensi konflik dan kelemahan dalam advokasi. Pendistribusian obat melibatkan metode sentralisasi dan desentralisasi, yang dipilih berdasarkan karakteristik dan kebutuhan rumah sakit. Kesimpulannya, pemahaman yang mendalam terhadap desentralisasi dan sentralisasi di rumah sakit dapat membantu perbaikan kebijakan kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh.
BADAN USAHA JALAN TOL BERTANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN PENGGUNA JALAN TOL YANG DIAKIBATKAN DARI KESALAHAN PENGOPERASIAN RUAS JALAN TOL DI PT. JASA MARGA Dwika Restia Shakira; Nadilla Qurrota A’yun; Alma Inggar Jati; Roweina Azzahra
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i8.3141

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas yang disediakan kepada masyarakat melalui penyediaan barang kolektif dan privat, penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif yang melibatkan pengumpulan, analisis, dan interpretasi data. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Data kemudian dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif yang melibatkan pengelompokan, kategorisasi, dan interpretasi data untuk menemukan tema dan pola yang terkait dengan tanggung jawab BUJT terhadap kerugian pengguna jalan tol. Pemberlakuan standar pelayanan minimal jalan tol (SPM jalan tol) akan membantu mengurangi kerugian tersebut dengan memberikan standar keamanan dan kenyamanan yang tinggi bagi pengguna jalan tol. UU Nomor 2 Tahun 2022 memiliki peran Pemerintah dan kewenangan dalam pengumpulan pendapatan tol merupakan bagian konsesi yang diberikan Pemerintah kepada badan usaha. Dengan demikian, Pemerintah tidak menanggung risiko kolektabilitas pendapatan.