Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENERAPAN DESENTRALISASI DAN SENTRALISASI DALAM RUMAH SAKIT Ahmad Muksin; Puspita Cintya Maulida; Eva Mutiara; Dwika Restia Shakira; Nadila Qurrota Ay'yun; Muhammad Fajar Aliyuddin
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i1.751

Abstract

Penerapan desentralisasi dan sentralisasi dalam konteks rumah sakit, dengan fokus pada penyimpanan rekam medis, distribusi obat, pengelolaan keuangan, pengambilan keputusan, serta manfaat dan tantangan yang terkait. Desentralisasi merupakan pemindahan tanggung jawab ke tingkat pemerintah daerah, dan sentralisasi, pengelolaan terpusat di pemerintah pusat, memiliki dampak signifikan dalam rumah sakit. Distribusi obat dalam desentralisasi menitikberatkan pada aksesibilitas dan respons cepat di tingkat unit perawatan, sementara sentralisasi memberikan keunggulan dalam evaluasi resep dan pengendalian persediaan. Manfaat dan tantangan dari penerapan kedua konsep ini, seperti peningkatan efisiensi dan partisipasi masyarakat, namun diimbangi dengan potensi konflik dan kelemahan dalam advokasi. Pendistribusian obat melibatkan metode sentralisasi dan desentralisasi, yang dipilih berdasarkan karakteristik dan kebutuhan rumah sakit. Kesimpulannya, pemahaman yang mendalam terhadap desentralisasi dan sentralisasi di rumah sakit dapat membantu perbaikan kebijakan kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh.
KOMPLEKSITAS ORGANISASI DALAM MENGATASI MASALAH ORGANISASI: TINJAUAN DIMENSI PERILAKU, STRUKTUR, DAN MANAJEMEN PERUBAHAN Ahmad Muksin; Panji Ridwansyah; Elang Danar Putra Anggriawan; Renita Agustina; Vera Aulia Putri; Adhitya Dwi Anggara
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i1.774

Abstract

Organisasi adalah sarana dalam pencapaian tujuan, yang merupakan wadah kegiatan dari orang-orang yang bekerja sama dalam usahanya mencapai tujuan. Keberadaan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh beberapa aspek diantaranya penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orangtersebut terhadap masyarakat. Beberapa penyebab umum masalah dalam organisasi antara lain adalah sistem komunikasi yang buruk, perbedaan pola pikir, perubahan struktur organisasi, dan kurangnya kepercayaan. Organisasi bisa dirancangberbentuk tinggi ( tall ) dengan banyak tingkatan hierarki atau mendatar ( flat ), di mana hanya terdapat sedikit jumlah tingkatan hierarki. Pilihan bentuk organisasi menjadi tinggi atau mendatar ditentukan oleh besarnyarentang kendali ( span of control ) yaitu jumlah maksimum bawahan yang masih bisa dipimpin secara efektif oleh seorang atasan. kompleksitas organisasi dalam mengatasi permasalahan organisasi dari dimensi struktur perilaku dan manajemen adalah organisasi dapat mengatasi kompleksitas tersebut dengan menggunakan berbagai metode pengendalian organisasi dengan pendekatan sistem. Kompleksitas suatu organisasi dapat diukur melalui tiga dimensi, yaitu kompleksitas vertikal, horizontal, dan spasial. Struktur dan sistem suatu organisasi juga dapat berkontribusi terhadap kompleksitasnya, dan formalisasi, sentralisasi, dan koordinasi merupakan faktor penting yang mempengaruhi situasi dan kondisi suatu organisasi.
STRATEGI PENETAPAN PRIORITAS PLAFON ANGGARAN SEMENTARA UNTUK OPTIMALISASI PENGGUNAAN SUMBER DAYA PUBLIK Ahmad Muksin; Talitha Zafirah Maharani; Nina Zanita Gita; Rishafa Rosicky; Winda Nurjanah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i7.3076

Abstract

Penetapan prioritas plafon anggaran sementara memiliki peran penting dalam upaya optimalisasi penggunaan sumber daya publik. Dalam konteks ini, strategi yang efektif diperIukan untuk memastikan alokasi anggaran yang tepat dan efisien guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber yang relevan, termasuk literatur akademis, laporan industri, dan studi kasus organisasi yang sukses. Analisis kualitatif dan kuantitatif dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor ekonomi, sosial, dan Iingkungan yang relevan. Dalam mengalokasikan anggaran, penting untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari keputusan tersebut, termasuk kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi.
PENYELENGGARAAN URUSAN WAJIB DAERAH: TINJAUAN KONSEPTUAL DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA Ahmad Muksin; Rani Istriani; Selly Rismalasari
YUSTISI Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v11i2.17458

Abstract

Otonomi daerah di Indonesia telah menjadi fokus utama dalam pelaksanaan urusan wajib daerah, yang melibatkan hak, kekuasaan, dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola urusan rumah tangganya sesuai dengan hukum yang berlaku. Reformasi dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan, yang ditandai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, telah mengubah secara drastis lanskap desentralisasi Indonesia. Konseptualisasi penyelenggaraan urusan wajib daerah mencakup prinsip-prinsip seperti demokrasi, transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan keadilan. Efektivitas pelaksanaan urusan wajib daerah dipengaruhi oleh kebijakan, ketersediaan sumber daya, dan kapasitas institusional. Dalam konteks ini, partisipasi masyarakat memainkan peran penting dalam menjamin program dan kebijakan sesuai dengan kebutuhan lokal. Implementasi penyelenggaraan urusan wajib daerah di Indonesia memerlukan perhatian terhadap kebijakan, sumber daya manusia, infrastruktur, koordinasi, serta faktor lingkungan. Kendala seperti keterbatasan anggaran, sumber daya manusia yang kurang, dan ketidakstabilan politik dapat menghambat pelaksanaan efektif urusan daerah. Kesimpulannya, kesuksesan otonomi daerah terletak pada konseptualisasi yang kuat dan implementasi yang efektif dari urusan wajib daerah. Komitmen dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pemangku kepentingan lainnya penting untuk memastikan pelayanan publik yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat. Kata kunci : Otonomi Daerah, urusan wajib daerah, implementasi
PERAN EVALUASI ORGANISASI DALAM MENCAPAI TUJUAN STRATEGIS Muhammad Rifki Azizi; Dinar Wahyu Al Jabbar; Fajar Anugerah Esa Sakti; Muhammad Dava Putrariansyah; Jose Mario Chrisyanto Hutasoit; Ahmad Muksin
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.10999

Abstract

Evolusi teori organisasi menunjukkan perkembangan pemahaman tentang cara organisasi berfungsi dan beradaptasi dalam lingkungan yang dinamis, melalui tahapan teori klasik, hubungan manusia, sistem, kontingensi, dan postmodern. Setiap teori menekankan aspek yang berbeda, mulai dari efisiensi dan struktur formal hingga pentingnya motivasi karyawan, adaptasi terhadap lingkungan, dan fleksibilitas dalam menghadapi kompleksitas modern. Perkembangan ini menggambarkan bahwa konsep manajemen terus berubah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan bisnis, mendorong organisasi untuk berinovasi dan lebih responsif terhadap tantangan zaman.
ADAPTASI MANAJERIAL: MEMAHAMI SINERGI ANTARA TEORI ORGANISASI KLASIK DAN KONTINGENSI DALAM KONTEKS MEMAJUKAN ORGANISASI DI ERA DIGITAL Ahmad Muksin; Akhmad Faishol Ismarafi; Arthur Vicentzio Roring; Putri Fathiyyah Habibah; Yushifa Dwi Aviani
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i3.11025

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi adaptasi manajerial dengan fokus pada sinergi antara teori organisasi klasik dan teori kontingensi, terutama dalam konteks memajukan organisasi di era digital. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan cepat berubah, penting bagi manajer untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip klasik yang menekankan efisiensi dan struktur dengan pendekatan kontingensi yang fleksibel dan responsif terhadap situasi spesifik. Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana kombinasi kedua teori ini dapat membantu memajukan organisasi dalam merumuskan strategi yang lebih adaptif, meningkatkan kolaborasi tim, dan memanfaatkan teknologi untuk mencapai tujuan organisasi.
PERAN STRATEGI DAN UKURAN DALAM PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI Ahmad Muksin; Nabitha Auliya Jhangiani; Hanifa Safira Rindra; Elviana Ambar Kusuma; Thalita Nur Azizah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i4.11032

Abstract

Strategi organisasi memainkan peran krusial sebagai alat untuk mengarahkan kebijakan dan keputusan yang mendukung pencapaian tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Implementasi strategi yang tepat dapat meningkatkan efektivitas operasional, mendorong inovasi, dan memperkuat daya saing organisasi di pasar yang dinamis. Selain strategi, ukuran organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap pencapaian tujuan. Organisasi besar dengan sumber daya yang melimpah sering kali lebih mampu mengadopsi teknologi dan inovasi terkini, sementara organisasi kecil cenderung lebih fleksibel dan adaptif dalam menghadapi perubahan lingkungan. Studi kasus dari beberapa sektor industri menunjukkan bahwa organisasi dengan ukuran yang tepat dapat lebih efisien dalam mengalokasikan sumber daya dan mengelola kinerja. Keterkaitan antara strategi yang disusun secara baik dan ukuran organisasi yang ideal merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan organisasi. Dengan demikian, penting bagi manajemen untuk memahami dinamika ini guna mencapai tujuan organisasi secara efektif. Bunga rampai ini memberikan wawasan tentang bagaimana strategi dan ukuran dapat digunakan sebagai pendorong utama dalam mencapai keberhasilan organisasi di berbagai konteks industri.
KETIDAKPASTIAN PASAR PADA PERUSAHAAN E-COMMERCE SHOPEE AKIBAT PERUBAHAN PERILAKU KONSUMEN YANG BERALIH KE BELANJA DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 Ahmad Muksin; Nita Anggraini; Aulia Putri; Anna Widyastuti; Ginora Marsia Noli; Eka Purnawati
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i4.11049

Abstract

Pandemi COVID-19 telah membawa dampak signifikan terhadap sektor e-commerce, dengan lonjakan besar dalam transaksi daring akibat perubahan perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakpastian pasar yang dihadapi oleh Shopee sebagai salah satu perusahaan e-commerce terkemuka di Asia Tenggara selama pandemi. Pendekatan kualitatif digunakan dengan menganalisis data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan industri, dan studi kasus terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpastian pasar yang dihadapi Shopee terutama dipicu oleh perubahan kebutuhan konsumen, seperti peningkatan permintaan produk kesehatan, fluktuasi daya beli, dan preferensi terhadap transaksi daring. Selain itu, persaingan yang semakin intens di sektor e-commerce serta perubahan kebijakan pemerintah juga menjadi faktor yang memengaruhi stabilitas pasar. Untuk mengatasi tantangan ini, Shopee menerapkan berbagai strategi, seperti adaptasi teknologi, peningkatan layanan logistik, dan kampanye pemasaran digital yang lebih intensif. Penelitian ini memberikan wawasan strategis mengenai pengelolaan ketidakpastian pasar di sektor e-commerce, khususnya dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha e-commerce dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis mereka di era digital.
PENYELENGGARAAN URUSAN WAJIB DAERAH: TINJAUAN KONSEPTUAL DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA Ahmad Muksin; Rani Istriani; Selly Rismalasari
YUSTISI Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v11i2.17458

Abstract

Otonomi daerah di Indonesia telah menjadi fokus utama dalam pelaksanaan urusan wajib daerah, yang melibatkan hak, kekuasaan, dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola urusan rumah tangganya sesuai dengan hukum yang berlaku. Reformasi dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan, yang ditandai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, telah mengubah secara drastis lanskap desentralisasi Indonesia. Konseptualisasi penyelenggaraan urusan wajib daerah mencakup prinsip-prinsip seperti demokrasi, transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan keadilan. Efektivitas pelaksanaan urusan wajib daerah dipengaruhi oleh kebijakan, ketersediaan sumber daya, dan kapasitas institusional. Dalam konteks ini, partisipasi masyarakat memainkan peran penting dalam menjamin program dan kebijakan sesuai dengan kebutuhan lokal. Implementasi penyelenggaraan urusan wajib daerah di Indonesia memerlukan perhatian terhadap kebijakan, sumber daya manusia, infrastruktur, koordinasi, serta faktor lingkungan. Kendala seperti keterbatasan anggaran, sumber daya manusia yang kurang, dan ketidakstabilan politik dapat menghambat pelaksanaan efektif urusan daerah. Kesimpulannya, kesuksesan otonomi daerah terletak pada konseptualisasi yang kuat dan implementasi yang efektif dari urusan wajib daerah. Komitmen dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pemangku kepentingan lainnya penting untuk memastikan pelayanan publik yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat. Kata kunci : Otonomi Daerah, urusan wajib daerah, implementasi