Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LINGKUNGAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU SISWA DISEKOLAH Yatimpian Turi; Atanasius Elmas
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i1.2120

Abstract

Lingkungan masyarakat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku siswa sekolah. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak lingkungan masyarakat terhadap perilaku siswa sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa, orang tua, dan guru di sebuah sekolah menengah jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan masyarakat memiliki pengaruh yang kompleks terhadap perilaku siswa sekolah, termasuk norma-norma budaya, tekanan sosial, dan sumber daya pendukung. Dan pengaruh lingkungan masyarakat juga dapat mempengaruhi prilaku siswa, Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pendekatan holistik dalam mendorong perilaku positif siswa sekolah dengan memperhatikan faktor lingkungan masyarakat Proses pembelajaran yang terjadi pada individu merupakan sesuatu yang penting, karena melalui belajar individu mengenal lingkungannya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya. Dengan belajar di sekolah, siswa akan memperoleh berbagai ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk mewujudkan cita-cita yang diharapkannya. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah adanya pengaruh lingkungan masyarakat sekitar terhadap perilaku siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh lingkungan masyarakat terhadap perilaku siswa. Penelitian ini menggunakan metode observasi wawancara dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik survey, hasil penelitian menunjukan bahawa ada pengaruh yang signifikan dan positif antara lingungan masyarakat terhadap prikalu siswa, dengan ada penelitian ini kami harap telah jelas bahawa pengaruh-pengaruh dapat membuat perilaku, norma dan budaya siswa.
DAMPAK POLA MAKAN TRADISIONAL TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KALIMANTAN BARAT Maxsel Aditia Joventus Adu; Yatimpian Turi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13143

Abstract

Pengaruh pola makan lokal terhadap kesehatan warga di Kalimantan Barat. Pola makan lokal yang dimaksud mencakup penggunaan bahan pangan setempat seperti singkong, ikan dari sungai, sayuran hutan, serta penggunaan rempah-rempah khas daerah dalam proses memasak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan peralihan pola makan masyarakat menuju makanan cepat saji dan produk olahan modern yang dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan dalam studi ini berasal dari komunitas setempat, petugas kesehatan, dan pemuka adat yang memiliki wawasan mengenai tradisi kuliner yang diwariskan. Penelitian dijalankan di beberapa desa yang masih melestarikan cara makan tradisional dan dibandingkan dengan desa yang telah mengalami perubahan besar dalam pola makan mereka. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang tetap menjalani pola makan tradisional cenderung memiliki kondisi kesehatan yang lebih terjaga, khususnya dalam aspek kesehatan sistem pencernaan, tekanan darah, dan kadar gula dalam darah. Nutrisi alami dari makanan tradisional seperti kandungan serat yang tinggi, rendah gula tambahan, dan kaya akan antioksidan memberikan dampak positif bagi kesehatan dalam jangka panjang. Selain itu, cara makan ini sangat terkait dengan kegiatan fisik dan budaya saling membantu dalam menyiapkan makanan, yang juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Namun, ada tantangan signifikan akibat kemodernan dan rendahnya ketertarikan generasi muda terhadap masakan tradisional. Makanan siap saji yang dianggap lebih praktis dan bergaya semakin menggantikan masakan lokal, yang dapat menyebabkan peningkatan kasus obesitas, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya. Ini menunjukkan bahwa menjaga pengetahuan mengenai kuliner lokal sangat penting sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.