Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN PERKEMBANGAN IDENTITAS SOSIAL PADA REMAJA Soni pekuali; Vinus Domu Kaborang
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i1.2169

Abstract

Media sosial sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar maupun di luar kota tapi media sosisal juga dapat membawa pengaruh perubahan dalam lingkugan masyarakat. Dampak positif dari media sosial itu memudahkan pergaulan yang luas maupun jarak waktu karena tidak ada lagi masalahnya, jarak jauh juga remaja bisa berinteraksi dengan banyak orang bisa menyebarkan informasi secara cepat atau lambat dalam linkugan sekitar masyarakat. Ada juga dampak neganatif dari media sosial pada remaja, jika remaja salah menyalagunakan dengan adanya media sosoal mereka terjerus ke hal-hal pergaulan bebas dan lain sebagainya. pengunaan media sosial juga adalah sebuah online dengan para pengunaan media sosial yang bisa menginformasikan sesama remaja, media sosial memiliki jejaring sosial merupakan media sosial yang paling umum di gunakan oleh masyarakat seluruh dunia.dampak media sosial ini adalah menjauhkan orang yang dekat dan mendekatkan orang yang jauh. Dan media juga tidak dapat di pisahkan atau jauh dari kebutuhan masyarakat sehari-hari, dalam berusaha seseorang untuk mengenali atau memperbaiki dirinya sekaligus dalam melakukan kegiatan dalam lingkungan masyarakat yang menunujukkan dirinya dengan kehidupan sosial dan memberikan identias sosial pada orang lain.media sosial juga dapat membawa kita dengan mudah ke dalam suatu tempat pergaulan dengan begitu banyak, maka dengan media sosial inilah remaja zaman sekarang ini dengan mudah mereka memperluas pergaulan, waktu dengan tempat jauh tidak menjadi persoalan karna kita dapat melakukan ekspresi diri dengan secara langsung ataupun tidak langsung dengan proses yang cepat dan biaya yang murah. Penggunaan media sosial juga dapat memisahkan kehidupan masyarakat yang menjadi tren dalam kehidupan sehari-hari dan membuat remaja dan masyarakat sebagian menjadi kadang mereka menjadi tertarik secara langsung dengan keluarga atau masyarakat yang lain karna media sosial ini yang membuat kita sebagai remaja lebih bangga menjadi pribadi yang sempurna atau yang anti sosial dan secara langsung harga diri kita akan menjadi turun di bawah kategori sosial yang diketahui oleh kelompok masyarakat dan keluarga.
IMBAS KEHIDUPAN RANTAU PADA KESEHATAN MENTAL MAHASISWA UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO MALANG Melania Amelia Simpat; vinus Domu Kaborang
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i3.13223

Abstract

Kehidupan rantau merupakan pengalaman yang umum dialami oleh mahasiswa dari luar daerah yang melanjutkan studi ditingkat perguruan tinggi. Sekalipun hidup merantau membuka peluang untuk mandiri dan juga pertumbuhan pribadi, hidup jauh dari keluarga pada dasarnya berpeluang juga untuk menimbulkan tekanan psikologis yang akan berdampak pada kesehatan mental. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengenali tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa rantau di Universitas Insan Budi Utomo Malang serta dampaknya terhadap kondisi mental mereka. Metode penelitian yang digunakan sendiri adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada beberapa mahasiswa rantau. Hasil dari penilitian ini menunjukan bahwa mahasiswa mengalami tekanan akademik, rasa kesepian, kesulitan adaptasi sosial-budaya, dan tidak adanya akses terhadap layanan psikologis kampus. Beberapa responden menyatakan bahwa mereka merasa terisolasi dan enggan mencari bantuan karena stigma yang ada tentang kesehatan mental, sehingga diperlukan campur tangan dari pihak profesional dibidang ini yang berasal dari institusi kampus berupa layanan konseling yang ramah serta dukungan sosial yang lebih terbuka untuk membantu mahasiswa rantau dalam menjaga keseimbangan mental selama menempuh studi.