Kehidupan rantau merupakan pengalaman yang umum dialami oleh mahasiswa dari luar daerah yang melanjutkan studi ditingkat perguruan tinggi. Sekalipun hidup merantau membuka peluang untuk mandiri dan juga pertumbuhan pribadi, hidup jauh dari keluarga pada dasarnya berpeluang juga untuk menimbulkan tekanan psikologis yang akan berdampak pada kesehatan mental. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengenali tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa rantau di Universitas Insan Budi Utomo Malang serta dampaknya terhadap kondisi mental mereka. Metode penelitian yang digunakan sendiri adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada beberapa mahasiswa rantau. Hasil dari penilitian ini menunjukan bahwa mahasiswa mengalami tekanan akademik, rasa kesepian, kesulitan adaptasi sosial-budaya, dan tidak adanya akses terhadap layanan psikologis kampus. Beberapa responden menyatakan bahwa mereka merasa terisolasi dan enggan mencari bantuan karena stigma yang ada tentang kesehatan mental, sehingga diperlukan campur tangan dari pihak profesional dibidang ini yang berasal dari institusi kampus berupa layanan konseling yang ramah serta dukungan sosial yang lebih terbuka untuk membantu mahasiswa rantau dalam menjaga keseimbangan mental selama menempuh studi.
Copyrights © 2025