Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HIPERREALITAS DALAM INTERAKSI PARASOSIAL PADA MAHASISWA PENGGEMAR K-POP DI YOGYAKARTA (STUDI FENOMENOLOGI) Gracia Mayshela Kristya; Robertus Budi Sarwono
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i2.2231

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan adanya fenomena dunia hiburan yakni K-Pop yang sedang sangat tren di Indonesia belakangan ini. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk: (1) Mengetahui gambaran pengalaman dan kehidupan interaksi parasosial mahasiswa penggemar K-Pop, (2) Mengetahui alasan mahasiswa penggemar K-Pop, (3) Mengetahui makna yang dimiliki mahasiswa penggemar K-Pop terhadap bias/Idol Korea mereka, (4) Mengetahui dinamika psikologis yang terjadi pada mahasiswa pada mahasiswa penggemar K-Pop. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi dimana peneliti melakukan pengumpulan data lewat teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui proses membuat transkrip wawancara, mereduksi data, menyajikan data, lalu menyimpulkan data yang telah dikumpulkan dari objek penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para individu yang awalnya tertarik pada Idol K-Pop dan menjadi penggemar K-Pop atau K-Popers, memiliki alasan melibatkan perilaku positif dari Idol K-Pop dan sebagai mekanisme penanganan masalah sehari-hari. Dalam proses ini, mereka mengalami dinamika psikologis dan menciptakan pengalaman interaksi parasosial, mulai dari pengetahuan awal tentang K-Pop, lalu pemilihan Idol K-Pop, koleksi merchandise K-Pop, dan hubungan dengan sesama penggemar. Kesimpulan menunjukkan bahwa dari alasan awal ini, para mahasiswa penggemar K-Pop mengalami perjalanan pengalaman dan dinamika psikologis dalam interaksi parasosial, yang akhirnya membawa mereka ke dalam pemaknaan mendalam terhadap Idol K-Pop dan fenomena hiperrealitas.
Studi Tentang Harga Diri pada Mahasiswa Yang Bekerja Paruh Waktu: (Studi Deskriptif Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2020-2021 yang Bekerja Paruh Waktu) Berliani Primasari; Robertus Budi Sarwono
Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober : Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/arjuna.v2i5.1209

Abstract

This study aims to determine the level of self-esteem in students of the Guidance and Counseling Study Program of Sanata Dharma University Class of 2020-2021 who work part-time, as well as identify items measuring aspects of self-esteem in students of the Guidance and Counseling Study Program of Sanata Dharma University Class of 2020-2021 who work part-time, on the achievement of scores that are identified as poor or less than optimal. This type of research is quantitative descriptive research. The sample of this study was 40 students of the Sanata Dharma University Guidance and Counseling Study Program Class of 2020-2021 who worked part-time. Data collection techniques through surveys with google forms. The number of valid items on the self-esteem scale is 28 items and has a Cronbach Alpha reliability index of 0.961. The results showed that the level of self-esteem in students who work part-time is very high at 55%. The results of this study also show that there are 2 items with moderate score achievements on the self-esteem scale, so there are 2 proposed topics regarding time management and priorities and planning and priorities, which can be used as material for lecturer discussions with students.
RESILIENSI INDIVIDU DEWASA AWAL PASCA PUTUS CINTA (STUDI FENOMENOLOGI PADA MAHASISWA YANG TERLEPAS DARI TOXIC RELATIONSHIP) Maria Luciane Wangge; Robertus Budi Sarwono
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v2i2.2620

Abstract

Resiliensi diperlukan bagi setiap individu, termasuk pada dewasa awal yang memiliki tanggung jawab yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi dari remaja dewasa awal pasca putus cinta yang toxic. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif, dimana peneliti melakukan pengumpulan data lewat wawancara. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa berusia 20-25 tahun yang sudah putus dan pernah mengalami hubungan percintaan yang beracun (toxic relationship) yang berjumlah 3 orang. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini ialah melalui proses membuat transkrip wawancara, reduksi data, penyajian data, lalu menyimpulkan data yang telah dikumpulkan dari objek penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan dalam membangun resiliensi, individu cenderung mencari hiburan untuk melupakan perasaannya, mencari kesibukan, berolahraga, melakukan hal baru sebagai strategi koping, beradaptasi dengan hal-hal baru, melakukan afirmasi  positif,. Setelah mendapat tekanan individu akan perlahan bangkit karena memiliki kemauan untuk belajar, kesadaran akan identitas diri, pemberian makna positif terhadap situasi yang dialami, dan bersikap realistis. Dalam mencapai kondisi resilien, individu dibantu oleh situasi yang yang membuatnya nyaman dan merasa diterima, dan juga dukungan sosial dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Hubungan percintaan di masa lalu cukup berpengaruh pada kehidupan individu di masa sekarang, mereka menutup diri, lebih berhati-hati dalam mencari pasangan, membatasi diri karena memiliki ketakutan akan hubungan percintaan yang baru.
Analisis Perbedaan Tingkat Motivasi Belajar Mahasiswa Beasiswa KIP-K Merdeka Angkatan 2023 di Universitas Sanata Dharma Ditinjau dari Jenis Kelamin Septiani Eka Putri; Robertus Budi Sarwono
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 2 No. 4 (2024): November : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v2i4.628

Abstract

This research aims to (1) Describe the level of learning motivation of female and male students receiving KIP-K scholarships class of 2023 at Sanata Dharma University. (2) Knowing the differences in the level of learning motivation of students receiving the KIP-K scholarship class of 2023 at Sanata Dharma University in terms of gender. (3) Identifying items with low scores as a basis for proposing appropriate guidance service topics to help increase learning motivation among scholarship recipient students. This type of research uses quantitative methods with comparative descriptive analysis units. The subjects in this research were students who received the KIP-K scholarship class of 2023 at Sanata Dharma University, totaling 70 students from a total population of 114 students. The questionnaire was prepared based on aspects of learning motivation according to Santrock (2004). The research results show that there is no significant difference in the level of learning motivation between female and male students as seen from the p value of 0.286 > 0.05. Women have a very high level of learning motivation and men have a high level of learning motivation. Keywords: , ,
Perbandingan Tingkat Kecemasan Karir Mahasiswa Laki-Laki dan Perempuan Program Studi Bimbingan dan Konseling (Studi Komparatif) Cantika, Maria Yesthia; Robertus Budi Sarwono
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v2i2.5983

Abstract

This study intended to (1) compare the differences in career anxiety levels between male and female students, (2) assess the level of career anxiety among male students, (3) determine the level of career anxiety of female students. A comparative descriptive quantitativ approach is the basis of this study. Participants in this study involved students of the Guidance and Counseling Study Program, Sanata Dharma University, class of 2021, consisting of 21 male students and 51 female students. Data collection used the career anxiety adoption scale from Samosir (2023) developed by Tsai et al. (2017). Valid items in this study numbered 24 out of a total of 25 items. The reliability coefficient value calculated using Cronbach’s Alpha was 0.817. Based on the result of the t-test, a significant difference was found in the level of career anxiety betweet male and female final year students. With an average score of 60.33 for male students and 53.37 for female students, these results indicate that male students in the Guidance and Counseling Study Program of Sanata Dharma University experience higher levels ofcareer anxiety.
Hobi Fotografi sebagai Sarana Mengekspresikan Diri dan Mereduksi Kecemasan pada Mahasiswa: Studi Fenomenologi Robertus Rinowo Satrio Wicaksono; Robertus Budi Sarwono
Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 3 No. 4 (2025): Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/intellektika.v3i4.3193

Abstract

This study aims to describe the extent to which hobbyists perceive photography as a means of self-expression and anxiety reduction. Photography, as a form of visual art, provides a space for individuals to creatively express their emotions, thoughts, and life experiences. Through photography, individuals can convey things that are difficult to express verbally, including feelings of anxiety, stress, or confusion. The method used in this study is a qualitative method, where data is collected through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs) to explore the subjective experiences of participants in more depth. The subjects in this study were 21-year-old students who have had a photography hobby for 4 to 5 years. The number of subjects in this study was 3 people who were selected purposively based on their active involvement in photography activities. Data analysis techniques used included interview transcription, data reduction, data presentation, and drawing conclusions based on the data collected from each subject. The results show that the three subjects have many similarities in their views on the psychological benefits of photography, despite differences in their respective focuses and approaches. In general, they stated that photography helps them express themselves, process and interpret past experiences, and reduce anxiety, especially in social situations or when interacting with others. Photography is also considered to increase self-confidence, provide a sense of control over situations, and serve as a medium for self-reflection. Thus, photography is not just a hobby, but also serves as a positive coping mechanism for maintaining mental health and emotional balance.