Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RESILIENSI INDIVIDU DEWASA AWAL PASCA PUTUS CINTA (STUDI FENOMENOLOGI PADA MAHASISWA YANG TERLEPAS DARI TOXIC RELATIONSHIP) Maria Luciane Wangge; Robertus Budi Sarwono
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v2i2.2620

Abstract

Resiliensi diperlukan bagi setiap individu, termasuk pada dewasa awal yang memiliki tanggung jawab yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi dari remaja dewasa awal pasca putus cinta yang toxic. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif, dimana peneliti melakukan pengumpulan data lewat wawancara. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa berusia 20-25 tahun yang sudah putus dan pernah mengalami hubungan percintaan yang beracun (toxic relationship) yang berjumlah 3 orang. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini ialah melalui proses membuat transkrip wawancara, reduksi data, penyajian data, lalu menyimpulkan data yang telah dikumpulkan dari objek penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan dalam membangun resiliensi, individu cenderung mencari hiburan untuk melupakan perasaannya, mencari kesibukan, berolahraga, melakukan hal baru sebagai strategi koping, beradaptasi dengan hal-hal baru, melakukan afirmasi  positif,. Setelah mendapat tekanan individu akan perlahan bangkit karena memiliki kemauan untuk belajar, kesadaran akan identitas diri, pemberian makna positif terhadap situasi yang dialami, dan bersikap realistis. Dalam mencapai kondisi resilien, individu dibantu oleh situasi yang yang membuatnya nyaman dan merasa diterima, dan juga dukungan sosial dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Hubungan percintaan di masa lalu cukup berpengaruh pada kehidupan individu di masa sekarang, mereka menutup diri, lebih berhati-hati dalam mencari pasangan, membatasi diri karena memiliki ketakutan akan hubungan percintaan yang baru.