Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DI KOTA TANGERANG SELATAN (TELAAH PERATURAN DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2012 PASAL 7 AYAT 2) Muhammad Luthfi Ramadhan; Muhammad Sahrul
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i4.2598

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi kebijakan pencegahan kekerasan terhadap anak di Kota Tangerang Selatan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 Pasal 7 Ayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan umum dalam kekerasan terhadap anak, melihat keberhasilan implementasi kebijakan dan menganalisis faktor pendukung serta penghambat dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi, serta informan yang dipilih secara snowball sampling. Penelitian ini menggunakan Teori Edward III. Lokasi penelitian ini berada di DP3AP2KB Kota Tangerang Selatan yang mana mereka selaku yang menjalankan implementasi kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan kompleksitas permasalahan kekerasan terhadap anak yang melibatkan berbagai faktor terkait antara orang tua dan anak, termasuk pemicu emosi yang menyebabkan kekerasan. Pengimplementasian kebijakan yang dilakukan oleh DP3AP2KB Kota Tangerang Selatan ini sudah berjalan dengan baik dan berhasil mencapai hasil yang positif, menunjukkan peningkatan laporan kasus kekerasan setelah adanya sosialisasi dan kesadaran meningkat di masyarakat. Beberapa faktor pendukung implementasi kebijakan mencakup solidaritas dan komitmen dari perangkat daerah, pemahaman masyarakat, serta kolaborasi dengan lembaga terkait melalui sosialisasi program-program DP3AP2KB. Namun, beberapa faktor penghambat seperti urbanisasi, kurangnya pemahaman emosional dalam mendisiplinkan anak dan rendahnya pengetahuan orangtua tentang pola asuh positif, mempengaruhi keberhasilan kebijakan. Oleh karena itu, penanganan permasalahan kekerasan terhadap anak memerlukan pendekatan holistik dan melibatkan berbagai pihak untuk mencapai implementasi kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Sintesis Bioplastik dari Ampas Tebu dan Gelatin Ekstrak Tulang Ayam dengan Menggunakan Plasticizer Sorbitol Muhammad Luthfi Ramadhan; Anfasa Mulky El-syarif; Agus Widayoko
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 5 No 01 (2026): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64477/501517-526

Abstract

Plastic waste is a serious problem in Indonesia, with a total of 359.06 tonnes of plastic waste entering the sea in 2023, making Indonesia the fifth largest contributor of plastic waste to the oceans in the world. The non-biodegradable nature of conventional plastics causes prolonged environmental pollution, necessitating environmentally friendly alternatives to plastic. This study aims to analyse the manufacturing process and productivity of bioplastics made from bagasse waste and chicken bone extract gelatin using sorbitol plasticiser as a plasticiser. This study is descriptive in nature with a quantitative data approach, with data collected through observation, experimentation, and literature review. The tests included water absorption, load resistance, pH, and organoleptic tests. The results of this study show that bioplastics have transparent brown characteristics, a slightly rough soft texture, and a distinctive sweet aroma. In addition, the bioplastic in this study also showed water absorption of 13.46%, load resistance of up to 1 kg, and a pH value of 6-7. The test results have met the standards of SNI 7188.7:2016, SNI 01-2891-1992, and ISO 13302:2003. Based on the tests conducted in this study, the bioplastic meets the criteria as an alternative to conventional plastic. This product can also contribute to reducing plastic waste while effectively utilising organic waste.