Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Al-Dakhil Kisah Nabi Sulaiman dalam Tafsir Al-Iklil Karya Misbah Mustafa Alif Hibatullah; Musyarrofah
MAGHZA Vol 8 No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v8i1.7850

Abstract

Tafsir al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil Karya Misbah Mustafa menafsirkan surat al-Naml ayat 16 dengan riwayat ahli kitab bahwa ada burung dara dan katak yang bertasbih kepada Allah, dalam surat al-Naml ayat 44 mengisahkan Nabi Sulaiman dan ratu Bilqis dengan kisah-kisah israiliyyat yang berlawanan dengan syariat Islam, ketika menafsirkan surat Saba’ ayat 13 yang mengatakan Nabi Sulaiman memerintahkan jin membuat patung para Nabi terdahulu dan ulama yang dipasang di masjid dengan tujuan agar masyarakat ingat dan semangat fokus beribadah. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan menghimpun berbagai sumber literasi sebagai bahan utama kajian. Untuk menilai al-Dakhil penafsiran tersebut digunakan dua langkah yakni mencari sumber tafsir dan analisis al-Dakhil. Untuk mencari sumber tafsir tersebut diselidiki dalam berbagai kitab tafsir, kemudian dinilai al-Dakhil dalam penafsiran tersebut dengan syariat Islam. Sumber penafsiran tafsir al-Iklil surat al-Naml ayat 16 adalah tafsir al-Sawi. Tidak ditemui dalil yang khusus membenarkan adanya burung dara dan katak yang bertasbih, penafsiran Misbah Mustafa dibenarkan dengan dalil semua makhluk bertasbih kepada Allah, baik yang di bumi maupun di langit. Sumber penafsiran tafsir al-Iklil surat al-Naml ayat 44 adalah tafsir al-Qurtubi dan tafsir al-Tabari, terdapat al-Dakhil penafsiran yang dilakukan Misbah Mustafa ketika menafsirkan ayat ini karena memakai riwayat israiliyyat yang berlawanan dengan ajaran Islam. Sumber penafsiran tafsir al-Iklil surat Saba’ ayat 13 adalah tafsir al-Qurtubi dan tafsir al-Tabari, dalam tafsirnya Misbah Mustafa menyalahi logika dan juga sejarah dalam Al-Qur’an, yakni telah dilarangnya patung sebagai media beribadah sejak zaman Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim.
Kajian Kritis terhadap Kitab Tafsir Syaikh Uthaimin, Menganalisis Pendekatan dan Metodologi Tafsirnya Alif Hibatullah; Alghaniy Pramudya Rizasawan; Johana Salsabillah; Abu Bakar
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i2.1024

Abstract

A critical study of Shaykh Uthaimin's tafsir is an in-depth attempt to analyze the approach and methodology of exegesis used by this figure. Shaykh Uthaimin, a famous scholar, is known for his work that includes Quranic exegesis. This study explores in detail his famous tafsir, "Tafsir Ahkam min al-Qur'an min al-Karim," focusing on his approach and method. The bi al-Ma'thur tafsir and Tahlili tafsir approaches, used by Shaykh Uthaimin, became the focal point of the analysis. This study explores how this method is reflected in the interpretation of surah al-Fatihah, al-Baqarah, and surah Ali Imran verse 29. The ahkam style applied by Uthaimin is also an important part of this critique, with a broader understanding of the Shari'a, its benefits, and the law of wisdom. This study not only limits itself to elements of Sharia law in the interpretation of certain verses, but also covers the entire Qur'an. In particular, this study highlights Uthaimin's view of the basmalah in surah al-Fatihah and its implications for prayer. Overall, this critical study provides in-depth insight into Shaykh Uthaimin's approach and methodology of exegesis, opening up space for a better understanding of his contribution to understanding and explaining the Qur'an.
Sikap Toleransi untuk Meningkatkan Kerukunan Hidup Beragama di Kampung Karya Bumi Namblong – Kabupaten Jayapura Hibatullah, Alif; Patasik, Serli; Mursyid, Andi Miftahul Maulidil; Wariyatun, Wariyatun
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 2, No. 3, September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v2i3.68

Abstract

Perbedaan ideologi kerap menimbulkan konflik, namun dengan sikap toleran hal itu bisa dihindari. Seperti yang dilakukan masyarakat Karya Bumi yang toleran dengan perbedaan keyakinan. Metode ABCD dipilih dengan alasan metode ini paling relevan dengan kondisi masyarakat Karya Bumi yang memiliki aset namun belum dimobilisasi dengan baik. Aset-aset yang dimiliki diantaranya sumber daya alam berupa sungai, bukit, lahan pertanian, sumber daya manusia yaitu skil bertani, berdagang dan kelompok PKK, serta aset yang paling berharga adalah sikap toleran diantara sesama yang berbeda agama. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah inkulturasi, discovery, design, define, refleksi. Program yang dilakukan selama proses ini diantaranya melatih mengelola kelapa menjadi VCO, mengelola beras menjadi bedak wajah, dan pembinaan kepada masyarakat dalam hubungan dengan hidup berdampingan kendati berbeda agama. Penelitian ini difokuskan pada sikap toleransi beragama di Kampung Karya Bumi, dengan harapan agar kebersamaan dalam hal saling membantu, saling membimbing untuk kemajuan di segala bidang serta saling menghargai perbedaan keyakinan, tetap dipertahankan dan diwariskan kepada generasi pembangun masa depan bangsa.
Pemaknaan Fanbase Terhadap Isu-Isu Politik Dalam Lagu Bergenre Indie Rock Ijlal Hibatullah, Alif; Dwiningtyas Sulistyani, Hapsari; Rahardjo, Turnomo
Interaksi Online Vol 12, No 2: April 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to understand how the fanbase of .Feast, an Indonesian indie rock band, interprets political issues conveyed through their songs. Employing a qualitative approach with ethnography of communication method, this study examines the interactions and interpretations of the "Kelelawar" fanbase towards lyrics containing political and social messages. Through content analysis and in-depth interviews, this study reveals that the .Feast fanbase perceives these songs not just as artistic expressions but also as means for political education and empowerment. This perception is reflected in various interpretive codes identified, including codes of political awareness, social responsibility, and artistic expression. The findings demonstrate that .Feast's indie rock music serves as a medium for the fanbase to express and reinforce their collective identity that is critical of the political and social conditions. This research provides new insights into the role of music in shaping political and social consciousness, particularly among the young generation in Indonesia.
Analisis Surah Al-Maidah Ayat 87 dan Relasinya tentang Sertifikasi Produk Halal MUI Alif Hibatullah; Masruhan
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 21 No 01 (2024): Jurnal Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v21i01.999

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisa surah al-Maidah ayat 87 dan verifikasi produk halal yang dilakukan MUI. Kemudian mencari korelasi antara keduanya. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan data yang diperoleh dari artikel ilmiah sehingga disebut library research. Hasil penelitian menujukkan surah al-Maidah ayat 87 menghimbau agar kaum muslim tidak berlebihan dalam beragama sehingga mengharamkan apa yang Allah halalkan, dan mengambil hukum halal dan haram, padahal yang demikian itu adalah hak prerogratif Allah. Pemerintah melalui MUI saat ini berwenang memberi putusan halal dan haram melalui aturan verifikasi produk halal, menjadikan konsumen merasa tidak khawatir akan produk yang dikonsumsinya. Korelasi antara surah al-maidah ayat 87 dengan aturan MUI verifikasi produk halal adalah hanya Allah yang punya hak prerogatif menentukan hukum halal dan haram, sedangkan saat ini proses verifikasi produk halal hanya dibawah wewenang MUI dan didasarkan pada dalil-dalil yang jelas dari Alquran dan Sunnah. MUI sebagai badan otoritatif dalam hal ini, harus memastikan bahwa proses verifikasi produk halal didasarkan pada prinsip-prinsip Islam yang jelas dan tidak bertentangan dengan ajaran agama. Kata Kunci: Al-Maidah ayat 87; halal dan haram 2; MUI 3; korelasi
Pendidikan etika bertamu dan menyambut tamu di kisah Nabi Ibrahim dalam Tafsir Nusantara Hibatullah, Alif
TA`DIBUNA Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v13i3.16544

Abstract

Moral degradation in guest and host etiquette has become a serious issue, with many people needing more proper conduct in social interactions, leading to various conflicts. Common problems include guests entering homes without permission and hosts providing inadequate receptions. This study aims to analyze the interpretations of Indonesian scholars (mufasir Nusantara) regarding the story of Prophet Ibrahim welcoming his guests, using Roland Barthes' semiotic analysis in a qualitative research framework. The findings highlight that essential guest etiquette includes being polite, greeting before entering, and not inconveniencing the host. For hosts, the critical etiquette is to be friendly and kind, offer a warm welcome with refreshments and engage the guests in conversation to understand their purpose. To instill these ethical values, they can be integrated into the school environment through educational materials derived from the story of Prophet Ibrahim and modeled by teachers greeting students before entering the classroom. Additionally, habituation in the family setting, where parents teach children to be polite and welcoming, ensures these values are ingrained from an early age.   Abstrak Degradasi moral dalam tata krama tamu dan tuan rumah telah menjadi permasalahan yang serius, karena banyak orang yang memerlukan perilaku yang lebih baik dalam berinteraksi sosial, sehingga menimbulkan berbagai konflik. Masalah yang umum terjadi adalah tamu memasuki rumah tanpa izin dan tuan rumah memberikan sambutan yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran para ulama Indonesia (mufasir Nusantara) terhadap kisah Nabi Ibrahim menyambut tamunya, dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes dalam kerangka penelitian kualitatif. Temuan ini menyoroti bahwa etika tamu yang penting mencakup bersikap sopan, memberi salam sebelum masuk, dan tidak merepotkan tuan rumah. Bagi tuan rumah, etiket penting adalah bersikap ramah dan baik hati, memberikan sambutan hangat dengan minuman segar, dan mengajak para tamu berbincang untuk memahami tujuan mereka. Untuk menanamkan nilai-nilai etika tersebut dapat diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah melalui materi pendidikan yang bersumber dari kisah Nabi Ibrahim dan dicontohkan dengan cara guru menyapa siswa sebelum memasuki kelas. Selain itu, pembiasaan dalam lingkungan keluarga, dimana orang tua mendidik anak untuk bersikap sopan dan ramah, memastikan nilai-nilai ini tertanam sejak dini.  
Mengatasi Degradasi Moral Remaja dengan Pendidikan Tauhid dan Sosial dalam Al-Quran Alif Hibatullah; Muh. Fathoni Hasyim
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6253

Abstract

Degradasi moral remaja seperti asusila, kekerasan, narkotika harus diselesaikan. Pendidikan aqidah sesuai Alquran menjadi solusinya. Metode penelitian ini kualitatif deskriptif, dengan kontekstualisasi Alquran. Dalam Alquran Nabi Ibrahim dan Nabi Ya’qub wasiat kepada keturunannya agar menyembah Allah dan mati sebagai muslim. Keturunannya menjawab akan menyembah Allah yang maha Esa. Dan Luqman yang berpesan kepada keturunannya agar menyembah Allah, amal ma’ruf, nahi munkar. Internalisasi pendidikan dimulai dilingkup keluarga, orang tua menjadi teladan. Menyampaikan pesan dengan ramah, rahmah dan istiqomah. Lingkungan sekolah memberikan materi aqidah disetiap pelajaran dengan metode bernyanyi, agar anak mudah memahami. Manusia adalah makhluk sosial, menghargai perbedaan dan saling tolong menolong. Dari Aqidah yang kuat, ketaatan seorang hamba kepada tuhannya akan menghindarkan dari perbuatan yang tidak bermoral. Dampak penelitian ini sebagai pedoman pendidik dan orang tua untuk mengkonseling remaja, pembahasan yang singkat dan mudah dipahami, sehingga bisa dilakukan oleh siapapun, dan mampu mengatasi masalah degradasi moral remaja. Kata kunci: degradasi moral, remaja, petunjuk alquran
Proses Pemilihan Pemimpin dalam Alquran Analisis Kontekstualis Pemilu di Indonesia 2024 Hibatullah, Alif; Bakar, Abu
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v8i3.9092

Abstract

The replacement of leaders often sparks conflict, involves political funding loss of lives, and enters the list of issues faced. The reinterpretation of Article 169 letter q of Law number 7 of 2017 has become a political dynasty issue in Indonesia. Choosing leaders, which should ideally be a sacred moment and a hope for a better life for society, has unfortunately turned into a moment of contention. As members of the Muslim community, one certainly hopes that the Quran will become the book that provides answers to the challenges of our time. The method employed in this research is qualitative with a library research approach. This study identifies three selection processes: First, Allah chooses leaders directly, as stated in Surah ql-Baqarah verse 30 and Surah Sad verse 26. This selection is the prerogative of Allah, untainted by interference and irrevocable in its decision. Second, leaders are chosen by the Prophet, as mentioned in Surah ql-Baqarah 246-247. Society can consult to delegate authority to the Prophet to appoint a leader among them. This method of selecting leaders is suitable for use in Indonesia, as it minimizes fraud while reducing societal conflicts. Even though there is currently no figure like the Prophet to guide leadership, this role can be represented by the people’s representatives. Third, leaders are chosen by the preceding leader, based on the evidence in Surah Yusuf verses 54-56. The Egyptian King, impressed by Prophet Yusuf’s linguistic abilities, interpretation skills, and wealth management, granted his wish to become the treasurer, as requested by Prophet Yusuf. These verses indicate the characteristics of a competent leader who shoulders responsibilities according to their capacity.
Qur’anic Models for Social Welfare Policy: Insights from Prophet Yusuf and Zulkarnain in Addressing Indonesian Social Justice Challenges Hibatullah, Alif; Niam, Muh.
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v6i2.8182

Abstract

Indonesia’s diverse society faces persistent challenges from environmental uncertainty and social conflict, which threaten both economic security and social cohesion. Existing welfare initiatives, such as the bantuan sosial (bansos) program and food estate projects, have achieved limited success due to structural weaknesses, inaccurate targeting, and the risk of long-term dependency. These issues point to the need for an ethically grounded and contextually relevant welfare policy framework. This study introduces a normative model of social welfare based on Qur’anic narratives—specifically the stories of Prophet Yusuf and Zulkarnain—interpreted through Paul Spicker’s social welfare theory. Utilizing a qualitative descriptive approach and content analysis of Qur’anic verses, the research identifies core principles aligned with Spicker’s framework: basic needs fulfillment, rights protection, and equitable resource access. This integration of Qur’anic ethics with modern welfare theory offers a novel policy perspective for Indonesia. Key findings show that Prophet Yusuf’s approach to social assistance relied on barter systems to foster independence, complemented by strategies emphasizing job creation, sustainable land use, and active collaboration between government and society. The involvement of social workers as strategic partners strengthens policy implementation and community empowerment. While the conceptual model advances theoretical understanding, further empirical validation in real policy contexts is needed. This research demonstrates that social policies rooted in Qur’anic values and contemporary welfare theory can provide a viable pathway toward a more just and prosperous Indonesian society.
Mengatasi Degradasi Moral Remaja dengan Pendidikan Tauhid dan Sosial dalam Al-Quran Alif Hibatullah; Muh. Fathoni Hasyim
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6253

Abstract

Degradasi moral remaja seperti asusila, kekerasan, narkotika harus diselesaikan. Pendidikan aqidah sesuai Alquran menjadi solusinya. Metode penelitian ini kualitatif deskriptif, dengan kontekstualisasi Alquran. Dalam Alquran Nabi Ibrahim dan Nabi Ya’qub wasiat kepada keturunannya agar menyembah Allah dan mati sebagai muslim. Keturunannya menjawab akan menyembah Allah yang maha Esa. Dan Luqman yang berpesan kepada keturunannya agar menyembah Allah, amal ma’ruf, nahi munkar. Internalisasi pendidikan dimulai dilingkup keluarga, orang tua menjadi teladan. Menyampaikan pesan dengan ramah, rahmah dan istiqomah. Lingkungan sekolah memberikan materi aqidah disetiap pelajaran dengan metode bernyanyi, agar anak mudah memahami. Manusia adalah makhluk sosial, menghargai perbedaan dan saling tolong menolong. Dari Aqidah yang kuat, ketaatan seorang hamba kepada tuhannya akan menghindarkan dari perbuatan yang tidak bermoral. Dampak penelitian ini sebagai pedoman pendidik dan orang tua untuk mengkonseling remaja, pembahasan yang singkat dan mudah dipahami, sehingga bisa dilakukan oleh siapapun, dan mampu mengatasi masalah degradasi moral remaja. Kata kunci: degradasi moral, remaja, petunjuk alquran