Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK PENCEMARAN SUNGAI TERHADAP AKTIVITAS MASYARAKAT DI DAERAH MUARA SUNGAI JEMBER SELATAN Almaidah; Sudarti, Sudarti
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 9 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v1i9.969

Abstract

Sungai merupakan tempat dimana air mengalir dari hulu ke hilir, sungai mememiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia maupun hewan. Muara sungai Jember Selatan merupakan hilir dari sungai bedadung sebelum sampai ke laut, muara sungai Jember Selatan biasanya digunakan sebagai berlabuhnya kapal-kapal nelayan setempat, dan berbagai aktivitas lainnya. Namun saat ini muara sungai telah tercemar oleh banyaknya sampah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran sungai terhadap aktivitas masyarakat sekitar muara sungai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara langsung di muara sungai jember Selatan. Hasil penelitiannya yaitu pencemaran sungai ini berdampak negatif bagi aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar muara sungai, ditinjau dari segi bau, kekeruhan, dan banyaknya sampah, bau disebabkan dari bangkai ikan dan bau ikan yang amis mengingat mayoritas pekerjaan adalah nelayan, sedangkan tinjauan dari segi kekeruhan terlihat sekali sungai yang berwarna hijau kecoklatan, ditinjau dari segi banyaknya sampah juga terlihat sampah yang berada di setiap sisi muara sungai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pencemaran sungai berdampak negatif terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar muara sungai Jember Selatan.
POSISI SANKSI DAN DENDA PAJAK DALAM ISLAM PADA INDONESIA SEBAGAI NEGARA HUKUM Almaidah; Kiki Sriwahyuni; Ice Hardaningsih H
Indonesian Journal of Taxation and Accounting Vol 2, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijota.v2i2.30

Abstract

A country that is not yet prosperous or has not been able to finance the development of its own civilization must be supported by its peoples. For example, Indonesia is implementing Self-Assesment tax collection system to facilitate its management. This qualitative research with descriptive explanation seeks to see the position of tax sanctions and fines in Islam in Indonesia as a state of law. As a country based on law, Indonesia must also be seen from the plurality of its population, which is dominated by Muslims. In the taxation system, Islam views that there are several main conditions that make taxes mandatory. In addition, its implementation must tend to the interests of Muslims. However, adaptation is needed to achieve the benefit of all Indonesian people. Based on the results of the research found, the position of Islamic law in viewing tax sanctions and fines was identified as supporting the implementation that had been designed by the state. Every form of violation is an attempt to harm the state which will then have an impact on the general public. Each regulation that has been designed requires support to achieve the interests of the Indonesian people, especially Muslims.
Peran Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Pendidikan Bagi Mahasiswa Di Era Digital Ere Mardella Arbiani; Abel Juraidah; Almaidah
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/2rcwd750

Abstract

This paper discusses the role of social media as a means of educational communication for students, particularly in relation to its impact on academic achievement. In the digital era, social media not only serves as a space for personal interaction but also has the potential to support academic activities through the dissemination of information, online discussions, and collaboration between students. However, the use of social media does not always have a positive impact. Based on the author's opinion, a real contribution to improving academic achievement only occurs when students consciously use social media for educational purposes, for example, by sharing course materials, discussing assignments, forming virtual study groups, or providing feedback among themselves. Conversely, non-academic communication activities, such as casual conversations or personal posts, do not significantly impact academic performance. This confirms that learning success is not determined by the intensity of social media use, but rather by the orientation, strategy, and quality of its use. Thus, social media has great potential as a means of educational communication, but its effectiveness depends on students' ability to direct its use toward activities that support the learning process. This conceptual thinking is expected to form the basis for further empirical research and serve as a reference for educational institutions in designing strategies to optimize social media as a support for student learning. Abstrak Tulisan ini membahas peran media sosial sebagai sarana komunikasi pendidikan bagi mahasiswa, khususnya dalam kaitannya dengan pengaruh terhadap prestasi akademik. Di era digital, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai ruang interaksi personal, tetapi juga memiliki potensi mendukung kegiatan akademik melalui penyebaran informasi, diskusi daring, serta kolaborasi antar mahasiswa. Meski demikian, pemanfaatan media sosial tidak selalu memberikan dampak positif. Berdasarkan pemikiran penulis, kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi akademik hanya muncul ketika mahasiswa menggunakan media sosial secara sadar untuk tujuan pendidikan, misalnya berbagi materi kuliah, berdiskusi mengenai tugas, membentuk kelompok belajar virtual, atau memberikan umpan balik antar sesama. Sebaliknya, aktivitas komunikasi yang bersifat non-akademik, seperti percakapan ringan atau unggahan pribadi, tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja akademik. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan belajar tidak ditentukan oleh intensitas penggunaan media sosial, melainkan oleh orientasi, strategi, dan kualitas pemanfaatannya. Dengan demikian, media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana komunikasi pendidikan, namun efektivitasnya bergantung pada kemampuan mahasiswa mengarahkan penggunaannya ke aktivitas yang mendukung proses belajar. Pemikiran konseptual ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi penelitian empiris selanjutnya serta menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan dalam merancang strategi optimalisasi media sosial sebagai pendukung pembelajaran mahasiswa.