Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ZONASI KERENTANAN GERAKAN TANAH DENGAN METODE FREQUENCY RATIO DI KECAMATAN HARJAMUKTI, KOTA CIREBON Febrianto, Bangkit
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v4i5.5490

Abstract

ABSTRAKKecamatan Harjamukti merupakan daerah yang rentan mengalami gerakan tanah di Kota Cirebon. Penyusunan peta zonasi kerentanan gerakan tanah daerah Kecamatan Harjamukti bertujuan agar peta tersebut dapat dipergunakan dalam upaya mitigasi bencana di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode frequency ratio dengan parameter pengontrol berupa kemiringan lereng, litologi, jarak dari kelurusan struktur, jarak dari sungai, jarak dari jalan, tata guna lahan, curah hujan, dan titik persebaran gerakan tanah. Peta yang telah dihasilkan dari penelitian ini diklasifikasikan menjadi 4 zona kerentanan gerakan tanah, yaitu zona kerentanan sangat rendah seluas 52,07% wilayah, zona kerentanan rendah seluas 13,19% wilayah, zona kerentanan sedang seluas 22,43% wilayah, dan zona kerentanan tinggi seluas 12,30% wilayah. Perhitungan tingkat akuras menggunakan metode Area Under Curve menunjukkan tingkat akurasi sebesar 75,5% yang termasuk ke dalam kategori cukup, sehingga peta yang telah dihasilkan layak untuk digunakan.Kata kunci: Gerakan Tanah, Frequency Ratio, Mitigasi Bencana ABSTRACTHarjamukti District is an area prone to soil movement in Cirebon City. The preparation of The Soil Movement Vulnerability Zoning Map for the Harjamukti District aims to ensure that the map can be utilized in disaster mitigation efforts in the area. This study employs the frequency ratio method, using slope gradient, lithology, distance from structural lineaments, distance from rivers, distance from roads, land use, rainfall, and landslide distribution points as controlling parameters. The map generated from this research is classified into four soil movement susceptibility zones: very low susceptibility covering 52.07% of the area, low susceptibility covering 13.19%, medium susceptibility covering 22.43%, and high susceptibility covering 12.30%. The accuracy level calculation using the Area Under Curve method indicates an accuracy rate of 75.5%, which falls into the "fair" category, making the generated map suitable for use.Keywords: Soil Movement, Frequency Ratio, Disaster Mitigation