Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Ruang Komunal Terencana untuk Maksimasi Penggunaannya di Rusunami Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat Putri, Safira Maharani; Wiranegara, Hanny Wahidin; Luru, Marselinus Nirwan
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 4 (2023): JPWK Volume 19 No. 4 December 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i4.52187

Abstract

Terjalinnya ikatan psiko-sosial merupakan ukuran keberhasilan perumahan. ‘Ruang komunal terencana’ dapat memfasilitasi terbangunnya ikatan tersebut. Dijumpai fenomena ‘ruang komunal terencana’ tidak digunakan secara maksimal. Atas dasar masalah tersebut, penelitian ini diarahkan pada karakteristik ruang komunal terencana. Rusunami Bendungan Hilir II menjadi kasus dengan pertimbangan memiliki ruang komunal terencana yang beragam serta sudah terjalin ikatan antar penghuni mengingat usia rusunami hampir 30 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif.  Secara deduktif teridentifikasi empat karakteristik ruang komunal, yaitu sebagai wadah kegiatan sosial, kemudahan dicapai, memberi rasa aman, dan memberi privasi pada komunitas. Lapang bola, ruang serbaguna, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), taman, dan masjid adalah lima jenis ruang komunal terencana yang diteliti. Pengumpulan data menggunakan metode survey angket. Sampel sebanyak 96 keluarga penghuni rusunami. Teknik analisis menggunakan CFA (confirmatory factor analysis) memakai Smart-PLS. Hasilnya ke empat karakteristik ruang komunal adalah signifikan. Karakteristik sebagai wadah kegiatan sosial berlaku pada 60% jenis, sementara tiga karakteristik lainnya berlaku pada 80% jenis. Pada ruang serbaguna dan RPTRA keempat karaktersitik (100%) adalah signifikan, sedangkan pada ruang komunal lainnya 50% - 75% karakteristik terbukti. Dengan hasil ini, maka ke empat karakteristik tersebut perlu dipertimbangkan di dalam perencanaan pembangunan ruang komunal di perumahan agar dapat difungsikan secara maksimal. 
Green Connectivity In Metropolitan Jabodetabek: Climate Change and The Challenge of Urban Forest Putri, Safira Maharani; Simarmata, Hendricus Andy
CSID Journal of Infrastructure Development Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urban areas in Indonesia, particularly the Greater Jakarta metropolitan region (Jabodetabek), are increasingly experiencing the adverse effects of climate change, such as the Urban Heat Island (UHI) phenomenon. Rapid urbanization has contributed significantly to rising greenhouse gas emissions and deteriorating environmental quality. Urban forests are one of the key solutions to mitigate these impacts; however, their spatial distribution in Jabodetabek remains suboptimal and poorly connected. This study uses NDVI as a proxy for urban forest density, where “urban forest” refers to vegetated areas within cities as defined by Presidential Regulation No. 60/2020. The research addresses the following question: How has urban forest connectivity across Jabodetabek changed over a 30-year period? Using multi-temporal Landsat satellite imagery, the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) was employed to identify vegetation cover and assess temporal changes in urban forest density. NDVI values were processed using ArcPy in ArcMap, followed by spatial reclassification to identify areas of degradation or regeneration. The analysis reveals fragmented and disconnected urban forests across Jabodetabek, with some areas experiencing vegetation loss of up to 40.3%, while others show a gradual recovery of up to 33.9%. The dynamics along the Bekasi River indicate that upstream and downstream areas remain connected, but are disrupted in the peri-urban–to–suburban transition zone, creating ecological gaps that interrupt continuity. This challenge is further compounded in urban areas, particularly Jakarta, where urban forests are not yet ecologically or administratively connected. These findings emphasize the urgency of strengthening urban forest connectivity to enhance ecological resilience and climate adaptation in Jabodetabek.