Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Art Therapy (Drawing) As A Medium for Emotion Revelation In Paranoid Schizophrenia Patients in Surabaya Hospital Prima, Prima Permatasari; Akta Ririn Aristawati
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 2025
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v4i2.755

Abstract

This research is an observation of a late adult who experiences paranoid schizophrenia. A person experiencing paranoid schizophrenia is less able to express their feelings. The purpose of this study is to assist clients in understanding their feelings, thoughts, and behaviors, can control their emotions, so that others and the surrounding environment can understand clients. This research uses an experimental design in the form of single-subject research with an A-B-A design. The data collection technique used in this research is by measuring behavior with data analysis using graphical techniques. The results show that the Art Therapy technique provided is quite successful, so it can help clients manage their emotions more healthily.
Puzzle-Based Intervention untuk Meningkatkan Daya Fokus Anak dengan Hambatan Konsentrasi: Studi A-B-A Sri Wahyuni; Akta Ririn Aristawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2990

Abstract

Kemampuan konsentrasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan belajar. Salah satu strategi untuk meningkatkan konsentrasi dapat dilakukan dengan permainan edukatif seperti puzzle untuk melatih fokus, ketelitian, logika, dan koordinasi visual-motorik. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan konsentrasi belajar melalui aktivitas bermain puzzle yang dilakukan secara terstruktur. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu subjek dengan asesmen psikologis. Desain intervensi menggunakan A-B-A yang melibatkan tiga tahapan yaitu pengamatan awal sebelum intervensi (baseline A1), pelaksanaan intervensi (B), dan pengamatan setelah intervensi (baseline A2). Hasil penelitian berdasarkan analisis kasus menunjukkan kemampuan akademik Ananda belum optimal karena konsentrasi belajar. Setelah Ananda melakukan permainan puzzle, Anak mampu menyelesaikan puzzle dengan jumlah keping yang lebih banyak dalam durasi yang lebih lama, serta memperlihatkan perhatian kepada pelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan permainan puzzle efektif dalam meningkatkan fokus, koordinasi, dan keterlibatan belajar Ananda di kelas.
Efektivitas Teknik Cognitive Restructuring untuk Mengurangi Kecemasan pada Remaja dengan Pola Pikir Irasional terhadap Kesehatan Perwitasari Lala Dayanti; Akta Ririn Aristawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3739

Abstract

Studi kasus ini meneliti kondisi psikologis seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun yang mengalami gangguan kecemasan menyeluruh setelah menderita sakit fisik berupa demam tinggi disertai menggigil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor psikologis, kognitif, dan keluarga yang memengaruhi munculnya kecemasan serta menyusun intervensi psikologis yang tepat. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, serta asesmen psikologis dengan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), tes grafis, Wartegg, dan Sentence Completion Test (SSCT). Hasil menunjukkan bahwa klien memperoleh skor 32 pada HARS, yang termasuk kategori kecemasan berat, dengan gejala berupa ketergantungan emosional pada ibu, perilaku menghindar, serta pikiran irasional terkait kesehatan. Distorsi kognitif seperti catastrophizing, overgeneralization, dan selective abstraction tampak memperkuat kecemasan dan mengganggu aktivitas harian. Intervensi dilakukan melalui teknik cognitive restructuring dan self-monitoring yang membantu klien mengenali serta mengganti pikiran negatif menjadi lebih realistis. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan kognitif-perilaku dengan dukungan keluarga dapat menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan kemandirian emosional pada remaja.