Fenomena penyimpangan seksual semakin marak terjadi di masyarakat dengan bentuk yang semakin beragam seperti LGBT, Pedophilia, Frotteurisme, Incest Ekshibionisme, Masturbasi, Voyeurisme, bahkan tidak sedikit diantaranya berujung pada perzinaan, dan pemerkosaan. Banyak masyarakat dan pejabat pemerintahan yang menganggap sepele dan acuh terhadap fenomena ini. Padahal pejabat pemerintahan memiliki peran yang sangat penting ditengah masyarakat dalam mencegah dan menjaga masyarakat dari fenomena ini. Diatara pemerintahan yang memiliki peran penting adalah penyuluh agama di setiap KUA. Penelitian ini membahas tentang peran penyuluh agama dalam mencegah dan menjaga keluarga muslim dari penyimpangan seksual. Jenis penelitian ini menggunakan metode penilitian lapangan. Dalam penelitian ini terdapat dua sumber data, yaitu data primer dan sekunder. Tujuan Penelitian ini adalah memberikan penjelasan tentang pentingnya peran penyuluh agama dalam mencegah dan menjaga keluarga muslim dari penyimpangan seksual yang tersebar di masyarakat. The phenomenon of sexual deviance is increasingly prevalent in society with increasingly diverse forms such as LGBT,Pedophilia, Frotteurisme, Incest, Ekshibionisme, Masturbasi, Voyeurisme, not a few of which even lead to adultery and rape. Many people and government officials consider this phenomenon trivial and indifferent. Precisely government officials have an important role in the midst of society in preventing and protecting society from this phenomenon. Among the government officials who have an important role are religious counselors at each KUA. this researchdiscusses the role of religious instructors in preventing and protecting Muslim families from sexual deviation.