Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tahapan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial berdiferensiasi berbasis Asset Based Community Development (ABCD) Lewu, Ezra Gerry Yohanes
FOUNDASIA Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v15i1.70964

Abstract

Model pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu strategi yang ditawarkan dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. Setiap guru diarahkan untuk melihat berbagai potensi siswa dan lingkungan sekitar agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi capaian pembelajaran. Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dapat menjadi salah satu pilihan dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi khususnya dalam Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). ABCD dapat dimanfaatkan sebagai kerangka konseptual untuk membangun pembelajaran yang berbasis pada kekuatan lokal yang dimiliki oleh setiap komunitas belajar. Melalui analisis studi literatur dan refleksi pembelajaran, penelitian ini mengidentifikasi tahapan-tahapan yang dapat dilakukan untuk melaksanakan pembelajaran IPS berdiferensiasi dengan berbasis aset lokal. Tahapan tersebut mencakup Pemetaan Aset, Membangun Ikatan dan Hubungan, Mobilisasi Komunitas, Penemuan dan Imajinasi, Evaluasi dan Refleksi serta Dukungan Eksternal. Penelitian ini menggambarkan bagaimana model ABCD dapat diintegrasikan dalam praktik pembelajaran kurikulum merdeka. Tahapan-tahapan ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam pelaksanaan praktik pembelajaran berdiferensiasi yang responsif terhadap keberagaman murid dan aset lokal yang dimiliki. Kata kunci: pembelajaran berdiferensiasi, pengembangan komunitas berbasis aset, ilmu sosial 
PROKRASTINASI AKADEMIK DAN PEMBELAJARAN IPS PADA JENJANG SMP Lewu, Ezra Gerry Yohanes
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 14, No 2 (2025): JULI 2025
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v14i2.22906

Abstract

Academic procrastination is a psychological phenomenon that frequently occurs in educational settings, including Social Studies learning at the junior high school level. This study aims to analyze the relationship between academic procrastination and Social Studies learning, as well as the factors influencing students' tendency to delay academic tasks. The research employs a literature review method with a thematic synthesis approach, examining previous studies on academic procrastination, Social Studies education, and effective learning strategies. The findings indicate that internal factors such as low motivation, poor self-regulation skills, and academic anxiety significantly contribute to procrastination. Additionally, external factors such as non-interactive teaching methods, lack of environmental support, and mismatches between learning strategies and students' learning styles also exacerbate procrastination levels. The implications of this study highlight the need for more innovative and interactive learning strategies, such as discussion-based approaches, case studies, problem-based projects, and the integration of technology to enhance student engagement and reduce procrastination tendencies.Prokrastinasi akademik merupakan fenomena psikologis yang sering terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara prokrastinasi akademik dengan pembelajaran IPS, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan siswa dalam menunda tugas-tugas akademik. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan sintesis tematik, dengan mengkaji penelitian-penelitian terdahulu mengenai prokrastinasi akademik, pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, dan strategi pembelajaran yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti motivasi yang rendah, kemampuan pengaturan diri yang buruk, dan kecemasan akademik berkontribusi secara signifikan terhadap penundaan. Selain itu, faktor eksternal seperti metode pengajaran yang tidak interaktif, kurangnya dukungan lingkungan, dan ketidaksesuaian antara strategi pembelajaran dengan gaya belajar siswa juga memperburuk tingkat penundaan. Implikasi dari penelitian ini menyoroti perlunya strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif, seperti pendekatan berbasis diskusi, studi kasus, proyek berbasis masalah, dan integrasi teknologi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan mengurangi kecenderungan menunda-nunda.