Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Kepemimpinan dalam Organisasi Fitriyana, Desi; Assayuti, Muhammad Jalaludin; Suryaningsih; Laia, Heri Wansyah; wahyudin, cecep; Salbiah, Euis
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 2 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i2.11908

Abstract

Pemimpin organisasi memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan mempengaruhi anggota tim mereka guna mencapai tujuan organisasi sesuai dengan misi dan visi yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi peran kepemimpinan berdasarkan teori Kreitner dalam bukunya tentang kepemimpinan (leadership). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan tinjauan literatur dan wawancara di kantor polisi Ciawi sebagai sumber data. Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti dapat menyimpulkan bahwa kapolsek ciawi dapat berpengaruh untuk perubahan budaya organisasi dari kapolsek memberikan kebebasan kepada anggotanya. Jika dilihat dari hasil observasi terhdap 5 narasumber di polsek ciawi peneliti dapat menyimpulkan bahwa peran kepemimpinan sangat erat kaitannya dengan perubahan. Hasil penelitian dapat dikategorikan pengelompokan teori yaitu a). Trait Theory sudah mampu untuk menjalin kerja sama, b). Behavioral Style Theory sudah memiliki cara untuk memecahkan masalah, c). Situational Theory bahwa seorang pemimpin harus tegas dan feksibel.  d). Transformational Theory mampu memotivasi anggotanya dalam berkerja. Dengan katalain, kepemimpinan memainkan peran krusial dalam membimbing, memotivasi, dan mengarahkan organisasi menuju kesuksesan.
Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) di Desa Cigombong Nusantara, Aqsho Bintang; Ramadhan, Muahmmad; Bhakti , Muhammad Tegar Purna; Assayuti, Muhammad Jalaludin; Zulfa, Agra Alfin; Seran, Gotfridus Goris; Aprilliayani, Neng Virly
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 8 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i8.14785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Desa ini memiliki potensi besar dalam pertanian dan pariwisata, tetapi pendapatan masyarakat masih tergolong rendah. Penelitian ini menemukan bahwa keberadaan BUMDes berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengelolaan aset, pelayanan jasa, dan usaha lainnya. Faktor-faktor ekologi administrasi seperti ketersediaan sumber daya alam dan keberlanjutan lingkungan memengaruhi tata kelola BUMDes dengan menentukan jenis kegiatan yang dapat dilakukan serta kebijakan pengelolaan sumber daya. Interaksi antara pemerintah desa, masyarakat lokal, dan lingkungan juga mempengaruhi tata kelola BUMDes, termasuk koordinasi kebijakan lingkungan dan promosi kesadaran lingkungan untuk mendukung praktik berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa tata kelola BUMDes yang baik dan berkelanjutan dapat mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. Strategi peningkatan tata kelola berkelanjutan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, pengembangan program pelatihan tentang praktik berkelanjutan, dan pemberian insentif untuk usaha ramah lingkungan.
Collaborative Governance in the Management of the Bogor Halimun Salak Geopark Assayuti, Muhammad Jalaludin; Rahmawati, Rita; Salbiah, Euis; Pratidina, Ginung; Lydon, Novel Anak; Wahyudin, Cecep
Administratie: Jurnal Administrasi Publik Vol. 7 No. 2 (2025): Administratie: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3997/ajap.v7i2.20780

Abstract

The Bogor Halimun Salak Geopark is a conservation area that integrates geological richness, biodiversity, and local cultural heritage. Located in Bogor Regency, it serves as a hub for environmental education and preserving Kasepuhan traditions. Despite its potential, the geopark's management encounters complex challenges, particularly in actor collaboration. This study explores the implementation of collaborative governance in geopark management and identifies factors influencing its effectiveness. A descriptive quantitative method was used with a saturated sampling of 58 respondents, consisting of government officials and local community members. Data collection involved interviews, observations, literature review, documentation, and Likert-scale questionnaires. Findings indicate that collaborative governance falls within the "good" category, with an average score of 3.81 from government employees and 3.48 from the community. The leadership dimension received the highest score, highlighting the critical role of leaders in fostering cooperation. However, initial collaborative conditions, particularly at the community level, remain weak. Identified barriers include poor cross-sector coordination, conflicting interests between tourism and mining, limited budgets, and low community participation. To address these issues, the study recommends enhancing stakeholder synergy, forming a dedicated management unit, and establishing structured collaborative frameworks. Strengthening these aspects is essential to achieve inclusive and sustainable geopark management.