Dinissjah, Yupita Anjelica
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rumah Belajar Keluarga Pintar Sebagai Solusi Literasi Masyarakat Rawas Desa Noman Lama Saputra, Rama; Kusmiati, Iis; Dinissjah, Yupita Anjelica; Ulandari, Sefti; Lestari, Fitria
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1953

Abstract

Suku Rawas Merupakan suku bangsa pribumi yang berasal dari Sumatra Selatan. Salah  satu desa yang banyak dihuni oleh Suku Rawas adalah di desa Noman Lama kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara. Desa Noman Lama merupakan salah satu desa terpencil yang berada di Kabupaten Musi Rawas Utara yang aksesnya hanya dapat dilalui dengan menggunakan jembatan kayu atau alat transportasi air yang dikenal dengan istilah “ketek”. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan yaitu “Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)”  Tujuan Kegiatan “Rujak Pintar Ini adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan keterampilan serta minat masyarkat Suku Rawas dalam bidang Literasi Dan Numerasi. Metode yang digunakan pada program “Rujak Pintar” dengan Sosialisasi dan Pelatihan Program “Rujak Pintar” Menggunakan dwi bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa Rawas. Hasil dari pelatihan ini berupa resep masakan dan pantun yang menggunakan dwi bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa rawas. Disimpulkan dari program “Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)” dapat menjadi solusi bagi anak-anak hingga lansia yang tidak bisa menempuh pendidikan secara formal namun, dapat menikmati pendidikan secara non formal yang dilaksanakan Tim ”Rujak Pintar” dalam membantu Masyarakat untuk mengembangkan dan menyalurkan minat dan bakat literasi. SMART FAMILY LEARNING HOUSE AS A LITERACY SOLUTION FOR THE RAWAS COMMUNITY IN NOMAN LAMA VILLAGE Abstract Suku Rawas tribe is an indigenous tribe originating from South Sumatra. One of the villages inhabited by the Rawas tribe is Noman Lama village, Rupit sub-district, North Musi Rawas Regency. Desa Noman Lama is one of the remote villages in North Musi Rawas Regency which can only be accessed using a wooden bridge or a means of water transportation known as "ketek". Therefore, the solution offered is "Rujak Pintar (Smart Family Learning House)". The aim of the "Rujak Pintar" activity is to empower and improve the skills and interest of Suku Rawas Tribe community in the field of Literacy and Numeracy. The method used in the "Rujak Pintar" program is the "Rujak Pintar" Socialization and Training Program using two languages, namely Indonesian and Rawas. The results of this training are recipes and rhymes that use two languages, namely Indonesian and Rawas. It is concluded that the "Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)" program can be a solution for children and the elderly who cannot receive formal education, but can enjoy non-formal education carried out by the "Rujak Pintar" Team in helping the community to develop and channel literacy interests and talents.
Pemahaman Literasi Lingkungan Siswa SMA Negeri 5 Kota Lubuklinggau Widiya, Mareta; Dinissjah, Yupita Anjelica
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v18i2.4193

Abstract

Literasi lingkungan merupakan aspek penting dalam pembentukan generasi yang berwawasan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat literasi lingkungan siswa SMA Negeri 5 Kota Lubuklinggau yang diukur melalui tiga aspek, yaitu kognitif, afektif, dan perilaku. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan instrumen angket likert yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui spss untuk memperoleh nilai rata-rata, kategori skor, serta persentase distribusi tingkat literasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi lingkungan siswa berada pada kategori cukup baik. Berdasarkan analisis per aspek, aspek kognitif berada dikategori rendah. Aspek afektif berada pada kategori baik dan aspek behavior dikategori cukup baik. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi lingkungan siswa belum berkembang secara seimbang dan masih memerlukan penguatan pembelajaran serta program sekolah yang berkelanjutan.