Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Abdi Masya

Bakery training improvement for diversification produtc at mamba'ul hikmah islamic boarding school cafe, kendal Purnaningsih, Sri; Susanthi, Dethi; Hidayah, Muhammad Rizky Nur
Abdi Masya Vol 6 No 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i1.453

Abstract

Products in a cafe, become something that is a mainstay and always sought after by consumers, so that the products of a business place are always sought after, there must always be something new and varied, especially in the cafe of the Mamba'ul Hikmah Islamic boarding school, Sabetan, Mororejo, Kaliwunggu, Kendal, Central Java. This community service aims to provide competence in making bakery products to students and male students in the Mamba'ul Hikmah Islamic boarding school environment. Community service is carried out through the survey and interview stages, opening and grouping students, followed by training in each activity group. Training in making standard bakery, weighing ingredients, mixing, stirring, fermentation 1, weighing, fermentation 2, forming, filling, fermentation 3, baking, and cooling. The bakery products trained were Gembong bread and Boy bread filled with butter totaling 47 portions. The number of participants in the bakery making training group was 10 people, consisting of 3 men and 7 women. The results obtained from this Community Service activity include: Students can make bakery products in the form of roti Boy and roti Gembong as product diversification. In general, training participants expressed satisfaction with this activity, which is 90%. This is proven by all participants being able to make bakery products in the form of roti Gembong and roti Boy correctly.
PEMBERDAYAAN ANGGOTA PKK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET TEMPE DI DESA KEPEK 1 KECAMATAN WONOSARI Purnaningsih, Sri
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.454

Abstract

Gizi kurang pada balita merupakan permasalahan yang pelik di Indonesia dan berdampak terhadap balita stunting. Salah satu daerah yang memiliki angka gizi kurang yang tinggi adalah Kabupaten Gunung terutama di Desa Kepek I kecamatan Wonosari. Salah satu penyebab dari gizi kurang yang tinggi di daerah tersebut adalah pola makan yang belum diperhatikan secara optimal.pelatihan pe,buatan nugget tempe dilaksankan kepada ibu-ibu anggota PKK. Namun daerah ini memiliki keunggulan disbanding wilayah yang lain yaitu terdaapat 15 pabrik tempe. Tempe merupakan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Pemanfaatan tempe menjadi panganan yang lebih variatif sangatlah kurang. Pemanfaatan tempe menjadi nugget dapat meningkatkan ketertarikan tempe menjadi pangan yang menarik terutama untuk anak-anak. Nugget tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi karena terdapat komposisi lainnya sehingga menunjang gizi pangan. Sebagai upaya mencegah kasus gizi kurang di daerah ini diadakan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pengolahan nugget tempe yang inovatif guna meningkatkan konsumsi mkanan yang bergizi pada balita. Metode yang digunakan berupa demonstrasi. Kegiata pegabdian berjala dengan lancar dan peserta sagat antusias mengikuti pengolahan nugget tempe. Tujua dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah hidangan yang bergizi melalui pemanfaatan tempe. Kata Kunci: Pelatihan;Ibu-ibu PKK;Nugget,;Tempe.
SEKOLAH WIRAUSAHA ‘ASIYIYAH MENUJU KEMANDIRIAN DAN PEREKONOMIAN YANG KUAT BAGI PEREMPUAN Wijaya, Chayanita Sekar; Purnaningsih, Sri
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.516

Abstract

Permasalahan kemandirian ekonomi masih menjadi tantangan signifikan bagi banyak perempuan, terutama di tingkat akar rumput. Ketergantungan ekonomi sering kali membatasi ruang gerak perempuan dalam mengambil keputusan strategis di lingkup keluarga maupun masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan melalui program “Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah”, yang dirancang sebagai wadah edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Program Khusus Banaran, Boyolali, dengan peserta sebanyak 32 orang yang berasal dari 18 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kabupaten Boyolali. Mitra utama dalam program ini adalah organisasi perempuan ‘Aisyiyah sebagai bagian dari gerakan perempuan Muhammadiyah. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan peserta, pelatihan kewirausahaan (meliputi manajemen usaha, pemasaran digital, dan literasi keuangan), pendampingan usaha, serta evaluasi kegiatan. Pendekatan partisipatif dan kontekstual menjadi strategi utama untuk menjamin keterlibatan aktif peserta serta keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan peserta. Beberapa peserta mulai merintis usaha secara mandiri, serta terbentuk jejaring antaranggota yang mendukung penguatan usaha. Selain itu, kegiatan ini mendorong peningkatan kepercayaan diri dan peran aktif perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Kesimpulannya, program “Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah” terbukti menjadi model efektif dalam pemberdayaan ekonomi perempuan dan berpotensi direplikasi di wilayah lain. Keberlanjutan dan pendampingan lanjutan sangat dianjurkan untuk memperkuat dampak jangka panjang. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan; kewirausahaan; kemandirian ekonomi; pelatihan; ‘Aisyiyah Boyolali