Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Classification Of Mediators In The Practice Of Penal Mediation With A Restorative Justice Approach After A Traffic Accident Arifin, Zainal; Fimaulidina, Noor Rizqiya
Widya Yuridika Vol 7, No 2 (2024): Widya Yuridika: Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Widya Gama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/wy.v7i2.5096

Abstract

Traffic accidents are a disturbing problem for road users, can cause material and immaterial losses, and are one of the criminal cases that can be resolved through mediation. Penal mediation is a way of handling criminal case disputes involving victims and perpetrators, as well as third parties, namely mediators, without eliminating the principles of restorative justice. The research objective in this article is to examine how mediators are classified based on their role in post-accident criminal mediation mechanisms and examine the juridical basis for implementing criminal mediation in handling traffic disputes. This article uses a juridical-normative research method with a statutory and conceptual approach. The results of this study are, first, that the principle of restorative justice contained in penal mediation has been carried out by the police using the right of discretion contained in the Letter of the Chief of Police Number Pol: B/3022/XII/2009/SDEOPS dated 12/14/2009 concerning handling cases through alternative dispute resolution (ADR). Second, there is no explicit regulation governing penal mediation, but implicitly it has been regulated in Article 1, Number 7, of Law No. 11 of 2012 concerning Juvenile Justice, which is better known as diversion.
KONSEP RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA RINGAN TINJAUAN MASLAHAH MURSALAH AL-SYATIBI Fimaulidina, Noor Rizqiya
Al-Inṣāf Vol 2 No 2 (2023): Al-Insaf - Jurnal Ahwal Al Syakhshiyyah
Publisher : Prodi Ahwal Al-Syakhsiyyah STAI Imam Syafi'i Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61610/ash.v2i2.30

Abstract

Restorative justice sekarang dapat diterapkan dalam system penyelesaian tindak pidana ringan. Penyelesaian kasus ini dilakukan di luar pengadilan antara pelaku, korban, keluarga, dan masyarakat dengan tujuan memperbaiki kehidupan bermasyarakat dengan kesadaran dan keinsyafan. Restorative justice jelas merupakan pendekatan baru untuk penyelesaian kasus pidana ringan berdasarkan konsep Maslahah Mursalah yang menetapkan hukum baru dengan mengambil mana yang lebih mewujudkan banyak manfaat, menolak kemudharatan, dan menghilangkan kesusahan manusia. Penelitian jenis yuridis normatif ini menyelidiki peraturan perundang-undangan dan teori tentang maslahah mursalah al-Syatibi dan restorative justice. Studi ini menunjukkan bahwa penyidik di tingkat penyidikan selalu menawarkan restorative justice untuk membantu menyelesaikan kasus tanpa proses litigasi dengan tujuan mencapai solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Selain itu, restorative justice sesuai dengan gagasan Maqashid Syariah. Pemerintah didirikan untuk memenuhi maslahah dunia bagi rakyatnya, yang dikenal sebagai maslahah Mursalah al-Syatibi. Maslahah dunia tidak dapat dicapai tanpa maslahah akhirat. Jadi, pemerintahan adalah keuntungan dharuri bagi manusia.
Kasus Waris di Kota Malang: Tinjauan Hukum Waris Islam dan KHI dalam Pembagian Harta Warisan Fimaulidina, Noor Rizqiya
Al-Inṣāf Vol 3 No 2 (2024): Al-Insaf - Jurnal Ahwal Al Syakhshiyyah
Publisher : Prodi Ahwal Al-Syakhsiyyah STAI Imam Syafi'i Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61610/ash.v3i2.50

Abstract

Kota Malang sebagai wilayah yang dapat dikatakan cukup berkembangsecara modern tentunya terjadi perkembangan dan perubahan perubahandalam nilai-nilai dan norma sosial dalam masyarakat, selain itu seiringperkembangan globalisasi, migrasi, dan kemajuan teknologi danpengetahuan menjadi dinamika dalam pola piker masyarakat termasukdalam sistematika materi dan keuangan. Dalam hal kasus waris menjadimenarik untuk dikaji, dimana terdapat banyak pedoman dalam pembagianharta waris baik dari segi hukum asal keIslaman maupun secara hukumyang telah dirumuskan dan diatur oleh negara yaitu KHI. Penelitian inimenggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan kualitatifdeskriptif berdasarkan sumber data primer yakni wawancara dansekunder berupa literatur pendukung yang berkaitan teori danpermasalahan yang dikaji. Yang mana penyelesaian waris yang terjadi dikota Malang jika ditinjau menurut pembagian hukum Islam sebagaimanadalam Qs An-Nisa ayat 11, dalam hal ini sudah tidak lagi dijadikan rujukanoleh anggota masyarakat dalam membagi harta warisan, hal inimenandakan pemahaman masyarakat dalam mengimplementasikanpembagian waris secara otomatis mengarah pada kesadaran sosial.Sementara menurut tinjauan KHI pembagian waris telah sesuai dan tidakadanya pertentangan yang menimbulkan permasalahan, yakni ketikaseseorang memberikan sedikit lebih banyak pembagian warisan kepadaahli waris yang lainnya yang dianggap kurang mampu dan lebihmembutuhkan, merupakan salah satu jalan bersedekah sebagaimanadalam Surah An-Nisa Ayat 8.