Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

A Prophetic Law Basis for Strengthening the Values of Indonesian Consumer Protection Law Culture Musataklima; Adi Sulistiyono; M. Syamsudin
Prophetic Law Review Vol. 6 No. 1 June 2024
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/PLR.vol6.iss1.art3

Abstract

This study analyzes the factors that cause the weakness of consumer empowerment in Indonesia and conducts a comparison to the other countries in order to strengthen the values of Consumer Protection Law based on the Prophetic Law. This study combines the normative and empirical legal research. The qualitative data used are from primary and secondary sources. The primary data are obtained through interviews with predetermined informants. Secondary data are collected through literature research. The results show that the lack of consumer empowerment is caused by the long distance between the institution implementing consumer protection and the consumer itself. As a result, it is difficult for consumers to access. On the other hand, the methods used to protect consumers are still non-formal. Second, strengthening the values of consumer protection law culture can be done through formal education based on Islamic prophetic values because with such a design, the intensity of consumer education can run in a programmed, organized, and systematic manner, and prophetic values can become the basis of energy to always fight for consumer rights through a critical attitude.
Legitimasi Etis Maqashid Syariah atas Penggunaan Artificial Intellegencia Sebagai Algoritma Penyelesaian Sengketa Konsumen Berbasis Hybrid Online Dispute Resolution Musataklima; Noer Yasin; Khairul Umam; Rizky Ramadhani; Ahmad Wahidi
Al-Huquq: Journal of Indonesian Islamic Economic Law Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/alhuquq.v7i1.20169

Abstract

Penelitian ini membahas peluang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penyelesaian sengketa konsumen melalui sistem Hybrid Online Dispute Resolution (ODR Hibrida) dan legitimasi etis maqashid syariah terhadapnya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan konsptual dan perundang-undangan. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan internet searching yang selanjutnya dianalisis secara preskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa AI mampu mengatasi permasalahan internal di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Permasalahan tersebut seperti masalah pada tingkat profesionalisme para anggota yang rendah dan tingkat kegagalan penyelesaian sengketa konsumen yang tinggi. AI dapat digunakan dalam ODR Hibrida untuk sengketa sederhana, repetitif dengan nilai kerugian di bawah Rp. 500.000.000,- akibat wanprestasi atau perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha Prinsip-prinsip Maqashid Syariah mendukung penggunaan AI, yang dapat memastikan keadilan dan transparansi. Dengan begitu, penggunaan AI dalam ODR Hibrida dibenarkan secara teknis, hukum, dan etis menurut syariah, serta meningkatkan akses keadilan dan perlindungan konsumen. (This research discusses the opportunity to use artificial intelligence (AI) in consumer dispute resolution through the Hybrid Online Dispute Resolution (ODR Hybrid) system and the ethical legitimacy of maqashid syariah to it. This research is a doctrinal legal research with conceptual and statutory approaches. The legal materials used are primary, secondary and tertiary legal materials collected through literature study and internet searching which are then analysed prescriptively qualitative. This research found that AI is able to overcome internal problems in the Consumer Dispute Resolution Agency (BPSK). These problems include the low level of professionalism of the members and the high failure rate of consumer dispute resolution. AI can be used in Hybrid ODR for simple, repetitive disputes with a loss value below Rp. 500,000,000,- due to default or unlawful acts committed by business actors Maqashid Syariah principles support the use of AI, which can ensure fairness and transparency. As such, the use of AI in Hybrid ODR is technically, legally, and ethically justified under Shariah, and enhances access to justice and consumer protection.)
Evaluations for Community Vocational Training Centers to Become Business Incubators in East Java, West Nusa Tenggara, and East Nusa Tenggara Fahmi, Hisyam; Ahmad Abtokhi; Ridwan; Musataklima; Aziz, Abdul; Husni, Shalih; Fimaulidina, Noor Rizqiya; Lestari, Puji; Hamdani
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v10i1.1846

Abstract

Background: This study addresses the broader issue of enhancing the economic impact and sustainability of community vocational training centers (BLKK). It focuses on the BLKK programs in East Java, West Nusa Tenggara, and East Nusa Tenggara, with the purpose of evaluating their potential to evolve beyond training facilities into effective business incubators that foster community entrepreneurship. Purpose of the Study: The purpose is to assess the capacity of BLKK centers to function as business incubators. The objectives are to identify the critical factors—such as human resources, leadership, environment, and collaboration—necessary for this transition and to provide actionable recommendations for improvement. Methods: The study employs a mixed-methods approach, utilizing field visits and questionnaires to collect empirical data from the targeted BLKK centers. The analysis is framed within a holistic perspective that considers integrated organizational and ecosystem development. Results: The findings underscore that transforming BLKK centers into effective incubators requires a comprehensive strategy. Key recommendations include aligning training curricula with market demands, improving tenants' access to capital, expanding professional and business networks, and instituting robust post-incubation support mechanisms. The study concludes that continuous monitoring and evaluation, coupled with these strategic enhancements, are vital for developing a competent workforce and promoting sustainable business practices within the community.
Dialog Hukum Islam, Hukum Positif, Dan Norma Sapta Darma Tentang Kedudukan Wali Nikah Di Lawang Kabupaten Malang Amalia, Nia; Jamilah; Musataklima
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v15i1.31063

Abstract

Penelitian ini mengkaji kedudukan wali nikah dalam masyarakat plural di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, khususnya pada ksus ayah penghayat Sapta Darma yang anaknya beragama islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan socio-legal dengan jenis penelitian empiris yang memadukan analisis normatif dan empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tokoh agama Islam (mudin), tokoh Sapta Darma, serta pengikut Sapta Darma, dan studi dokumen terhadap peraturan perundang-undangan serta literatur ilmiah terkait. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan menggunakan kerangka teori pluralisme hukum John Griffiths.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kerangka normatif antara hukum Islam, hukum positif, dan norma Sapta Darma menimbulkan dinamika pluralisme hukum yang bersifat weak legal pluralism. Dalam praktiknya, kondisi ini melahirkan tiga pola dialog antarsistem hukum, yaitu integrasi, ketika norma hukum Islam diadopsi ke dalam hukum positif, koeksistensi, ketika norma Sapta Darma tetap hidup dalam masyarakat meskipun tidak memiliki kekuatan hukum yang setara dan negosiasi, ketika para pihak mencari jalan tengah melalui mekanisme seperti penggunaan wali hakim. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis empiris praktik perwalian nikah dalam komunitas penghayat Sapta Darma, yang sebelumnya lebih banyak dikaji secara normatif. Studi ini menunjukkan bagaimana interaksi antarsistem hukum dan peran tokoh lokal sebagai mediator menghasilkan kepastian hukum yang tetap menghormati keyakinan individu. Temuan ini tidak hanya mengisi kekosongan literatur, tetapi juga memperkaya teori pluralisme hukum dalam konteks masyarakat multikultural di Indonesia. Kata kunci: Wali Nikah; Sapta Darma; Pluralisme Hukum; Dialog Hukum.