Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi Dan Stabilitas Sediaan Lip Tint Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI Antioksidan Dan Pewarna AlamiARNA ALAMI yunita, selvi; Ulfa, Ade; Ray Saputri, Gusti Ayu; Adina, Anugrah Budipratama
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i1.18828

Abstract

Kulit Buah Naga Merah belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dijadikan sebagai limbah. Padahal, kulit buah naga berpotensi sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan antioksidan sediaan ekstrak kulit Buah Naga Merah dalam sediaan lip tint memenuhi syarat evaluasi fisik. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, menggunakan ekstraksi maserasi pelarut etanol 96%. Ekstrak kulit Buah Naga Merah dapat diformulasikan menjadi sediaan lip tint dalam konsentrasi yaitu 0,5%, 2%, 4%. Uji evaluasi stabilitas fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya oles, uji iritas, uji viskositas. Hasil penelitian yang telah dilakukan memenuhi syarat SNI 16-4769-1998 dan hasil uji statistik menunjukan nilai sig >0,05. Sediaan lip tint formula III ekstrak kulit Buah Naga Merah konsentrasi 4% memiliki aktivitas antioksidan kuat karena memiliki nilai IC50 sebesar 60,22 ppm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit Buah Naga Merah dapat dijadikan sediaan lip tint yang memenuhi syarat SNI 16-4769-1998 dan uji stabilitas serta memiliki aktivitas antioksidan.
Analisis Kadar Vitamin C Pada Perasan Kulit Pisang Kepok, Pisang Ambon, Dan Pisang Mas Dewi, Mentari Ciecilia; Nofita, Nofita; Adina, Anugrah Budipratama
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19902

Abstract

Provinsi Lampung dikenal sebagai daerah penghasil pisang dengan produksi tinggi, dan saat ini menempati peringkat ketiga di Indonesia setelah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kandungan nutrisi pisang seperti air, karbohidrat, lemak, protein, serta vitamin C dan B juga sebagian terdapat pada kulitnya. Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang membantu menetralisir radikal bebas yang dapat merusak sel dan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan kadar vitamin C pada perasan kulit pisang kepok, ambon, dan mas. Nira dari kulit pisang diekstrak, disegel, dan dibiarkan selama 24 jam. Analisis kadar vitamin C dilakukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan secara kualitatif menggunakan larutan NaOH 10% dan FeSO₄ 5% pada waktu penyimpanan 12, 120, dan 360 jam. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C tertinggi sebesar 292 mg/100 g pada pisang kepok setelah 120 jam, 447 mg/100 g pada pisang ambon setelah 12 jam, dan 231,4 mg/100 g pada pisang mas setelah 360 jam. Berdasarkan uji Kruskal-Wallis, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kadar vitamin C sampel kulit pisang dibandingkan dengan kelompok kontrol (p = 0,025 < 0,05).