Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Platform Si Cantik Bangsa di Kabupaten Kebumen dalam Pembangunan Desa Bahtiar, Arief Rais; Ramadhani, Rima Dias; Hikmaturokhman, Alfin; Nugraha, Novanda Alim Setya; Raharja, Pradana Ananda; Anto, Novri; Muna, Bunga Laelatul; Setiawan, Rehan Nur; Fadilah, Moh Lutfi; Agustianto, Satya Helfi; Mahargyani, Yasinta Swasti; Purwono, Adhi
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i2.4815

Abstract

Si Cantik Bangsa is a platform that aims to record participation and equality in village development. Through this community service, the focus is emphasized on understanding the problems of women's empowerment in development in three villages, namely Logede Village, Ampelsari Village, and Kaliputih Village in Kebumen Regency. In this context, the main concern is overcoming the significant decline in the Gender Empowerment Index which is a serious challenge faced by the Community and Village Empowerment Service (PMD). In an effort to overcome this problem, the PMD Department introduced an innovative program known as Planning Literacy Women (WANI LEmPER) which is in line with the Sustainable Development goals (SDGs) related to gender equality and women's empowerment. However, even though the WANI LEmPER program has been implemented, there are still obstacles that arise due to cultural resistance and rejection from various parties. Therefore, this service offers a solution through the implementation of Si Cantik Bangsa, an information technology-based platform that aims to document the activities of LEmPER WANI cadres and monitor women's participation. The service results show that indicators of success have been achieved, where 65% of respondents understand the benefits and features of Si Cantik Bangsa, while 25% still do not understand them. Thus, the use of this platform is considered a strategic step in increasing women's empowerment in village development planning to achieve SDGs and Gender Empowerment goals.
TRANSFORMASI PARTISIPASI PEREMPUAN MELALUI LITERASI DIGITAL: IMPLEMENTASI PROGRAM SEGERPUAN DI DESA AMPELSARI Bahtiar, Arief Rais; Hikmaturokhman, Alfin; Nugraha, Novanda Alim Setya; Fadilah, Moh Lutfi; Anto, Novri; Ramadhani, Rima Dias
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39933

Abstract

Latar belakang dari Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam mendukung Desa Ampelsari sebagai Desa Anti Korupsi melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) perempuan. Berdasarkan kondisi di lapangan, partisipasi perempuan di Desa Ampelsari masih sangat rendah, hanya sekitar 30%, dan keterlibatan mereka dalam pembangunan desa cenderung hanya bersifat formalitas. Oleh karena itu, program Sekolah Penggerak Perempuan (Segerpuan) dibentuk untuk memberikan pelatihan literasi sosial dan teknologi kepada perempuan di Desa Ampelsari. Tujuan utama program ini adalah untuk memberdayakan perempuan melalui penggunaan teknologi digital, termasuk pengembangan aplikasi Segerpuan untuk mendokumentasikan kegiatan mereka secara digital, serta optimalisasi penggunaan media sosial dalam mendukung Desa Anti Korupsi. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan literasi digital, pengembangan aplikasi, dan pendampingan pelaksanaan program. Pelatihan ini difokuskan pada literasi teknologi agar perempuan mampu mengoperasikan aplikasi Segerpuan dan media sosial untuk mendukung transparansi dan keterlibatan mereka dalam pembangunan desa. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam partisipasi perempuan, dengan 81,3% dari anggota komunitas Wani Lemper aktif menggunakan aplikasi Segerpuan untuk mendokumentasikan kegiatan mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi digital dapat meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam pembangunan desa, dan memperkuat peran mereka dalam mendukung Desa Anti Korupsi. Rekomendasi diberikan untuk terus mengembangkan literasi digital perempuan dan memastikan keberlanjutan program melalui dukungan pemerintah desa dan masyarakat.