Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

اللغة العربية في الأدب الرقمي: مراجعة أدبية للأعمال الأدبية الحديثة Rahita Rahmadya Waluyo; Puji Aulia Ananta
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

الأدب الرقمي في اللغة العربية هو شكل من أشكال التغيير في الأدب التقليدي المتأثر بالتطورات التكنولوجية. يهدف هذا البحث إلى تحليل تطور الأدب الرقمي الحديث باللغة العربية، مع التركيز على التغيرات في شكل العرض وتفاعل القارئ من خلال التكنولوجيا الرقمية. المنهج المستخدم هو دراسة أدبية من خلال جمع البيانات من الكتب والمقالات والمجلات المتعلقة بالأدب الرقمي العربي. تُظهر النتائج أن الأدب الرقمي العربي بدأ يتطور في أواخر القرن العشرين، ويشمل أنواعًا مثل القصة القصيرة والشعر والقصص التفاعلية التي تستخدم المنصات الرقمية. وتتجلى هذه الظاهرة في الأدب الرقمي والأعمال التي ولدت في خضم التغيرات الاجتماعية، مثل الربيع العربي. ويبين هذا البحث أن التكنولوجيا الرقمية خلقت فرصًا جديدة لتقديم أعمال أدبية عربية أكثر ديناميكية وتفاعلية ومواكبة للعصر.
Analisis Kesulitan Maharah Kitabah Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di PBA 2 Angkatan 2022 UINSU Dini Fadhliyah Naiborhu; Dwi Lestari; Rahita Rahmadya Waluyo; Siska Rahmadani; Sahkholid Nasution
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.222

Abstract

Maharah kitabah (kemampuan menulis) merupakan maharah keempat dari maharah sebelumnya yaitu maharah istima’, maharah kalam dan maharah qiraah yang merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang pelajar ataupun guru bahasa Arab. Ada banyak sekali kesulitan ataupun problematika pembelajaran maharah kitabah yang dialami oleh pelajar ataupun mahasiswa. Oleh sebab itu, peneliti membahas terkait analisis kesulitan maharah kitabah dalam pembelajaran bahasa Arab di PBA 2 angkatan 2022 UINSU. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka dan pengumpulan data. Partisipan yang dipilih terdiri dari 17 orang mahasiswa PBA 2 UINSU dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dalam bentuk google form. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa PBA 2 UINSU mengalami kesulitan dan masih merasa bingung dalam penggunaan tanda baca bahasa Arab dalam pembelajaran maharah kitabah. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan rajin membaca buku tentang pembahasan mengenai tanda baca bahasa Arab, rajin membaca buku-buku Arab sebagai bentuk pelatihan dengan mengidentifikasi kesalahan dalam penulisan tanda baca di buku tersebut, banyak berlatih dan terakhir jangan malu untuk bertanya kepada dosen ataupun teman. Dosen juga memiliki peran penting yaitu dengan memberikan penjelasan-penjelasan yang mudah dipahami dan memberikan pelatihan rutin untuk mahasiswa agar terbiasa dalam mempraktekkan penggunaan tanda baca bahasa Arab dalam pembelajaran maharah kitabah.
Santripreneur Dan Tantangan Global: Langkah Pesantren Menaklukkan Zaman Rahita Rahmadya Waluyo; Muhammad Iqbal; Puji Aulia Ananta; Dila Fairuz Salsabila
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/vccn3h55

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren), as traditional Islamic educational institutions in Indonesia, are currently at a crucial crossroads between preserving tradition and the demands of global change. In the era of globalization and the Fourth Industrial Revolution, Islamic boarding schools face multidimensional challenges, including the rapid influx of foreign cultures, technological gaps, and the influx of transnational ideologies that have the potential to erode moderate Islamic values. These conditions require Islamic boarding schools to not only survive but also transform adaptively and strategically without losing their identity. To address these dynamics, Islamic boarding schools have begun developing curriculum adaptation strategies that are responsive to current developments. The integration of global expertise, such as digital literacy, foreign language proficiency, and strengthening soft skills, has become a crucial part of reforming the Islamic boarding school education system. The implementation of the Blended Learning model is a significant innovation that enables flexible learning processes, combining traditional methods with digital technology to foster 21st-century skills in students. Furthermore, character building remains a key foundation of Islamic boarding school education. The values ​​of Wasathiyah, or Islamic moderation, are intensively instilled to shape students who are tolerant, inclusive, and nationally minded. Santri are positioned not only as learners but also as agents of change capable of actively contributing to social life. The Santripreneurship program was developed as an effort to build economic independence among santri while strengthening ideological resilience. The analysis shows that through educational diplomacy and international collaboration, Islamic boarding schools have a significant opportunity to strengthen their role as Islamic educational institutions deeply rooted in tradition, yet adaptive and globally minded in responding to the challenges of the times. Abstrak Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia kini berada pada persimpangan penting antara pelestarian tradisi dan tuntutan perubahan global. Di era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0, pesantren dihadapkan pada tantangan multidimensi yang meliputi derasnya arus budaya asing, kesenjangan penguasaan teknologi, serta masuknya ideologi transnasional yang berpotensi mengikis nilai-nilai keislaman moderat. Kondisi ini menuntut pesantren untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga bertransformasi secara adaptif dan strategis tanpa kehilangan jati dirinya. Dalam menghadapi dinamika tersebut, pesantren mulai mengembangkan strategi adaptasi kurikulum yang responsif terhadap perkembangan zaman. Integrasi keahlian global, seperti literasi digital, penguasaan bahasa asing, dan penguatan soft skills, menjadi bagian penting dari pembaruan sistem pendidikan pesantren. Penerapan model Blended Learning menjadi salah satu inovasi signifikan yang memungkinkan proses pembelajaran berjalan secara fleksibel, menggabungkan metode tradisional dengan teknologi digital guna menumbuhkan kecakapan abad ke-21 pada diri santri. Di sisi lain, penguatan karakter tetap menjadi fondasi utama pendidikan pesantren. Nilai Wasathiyah atau moderasi Islam ditanamkan secara intensif untuk membentuk santri yang toleran, inklusif, dan berwawasan kebangsaan. Santri tidak hanya diposisikan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai agent of change yang mampu berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial. Program Santripreneurship turut dikembangkan sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi santri sekaligus memperkuat ketahanan ideologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa melalui diplomasi pendidikan dan kolaborasi internasional, pesantren memiliki peluang besar untuk meneguhkan perannya sebagai institusi pendidikan Islam yang berakar kuat pada tradisi, namun tetap adaptif dan berwawasan global dalam menjawab tantangan zaman.