Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Balaghah Al-Quran: Tasybih At-Tamtsil Dalam Al-Quran Surah Al-Kahfi Ayat 45 Armaida Siregar; Chairunnisah Zega; Harun Al-Rasyid
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.668

Abstract

Abstrak Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Mengupas Tentang Tasybih At-Tamtsil Yang Ada Pada Al-Quran Surah Al-Kahfi Ayat 45.  Penelitian Ini Berfokus Kepada Tasybih  At-Tamtsil Yang  Termasuk Bagian Dari Ilmu Balaghah, Serta Berfokus Kepada Hubungan Antara Tasybih  At-Tamtsil Dengan Q.S. Al-Kahfi Ayat 45. Penelitian Ini Menggunakan Metode Library Research (Kepustakaan) Yang Mana Metode Ini Menggunakan Teknik Pengumpulan Data Dengan Melakukan Penelaahan Terhadap Buku, Jurnal, Serta Laporan Yang Berkaitan Dengan Masalah Yang Ingin Dipecahkan. Tegasnya Kegiatan Penelitian Kepustakaan Hanya Sebatas Bahan Koleksi Perpustakaan Dan Tidak Memerlukan Penelitian Lapangan. Dalam Penelitian Ini, Penulis Harus Menelusuri Buku Atau Bahan Bacaan Untuk Menemukan Persamaan Atau Hubungan Lain Antara Situasi, Ciri, Dan Situasi Lain Dalam Naskah, Seperti Sebab Akibat, Hubungan Antar Tempat, Waktu, Dan Lain-Lain. Temuan Dalam Penelitian Ini Adalah (1) Tasybih Yang Ada Pada Ayat Ini Adalah Termasuk Kelompok Dari Ilmu Balaghah, Dikarenakan Susunan Gaya Bahasa Dari Perserupaan Dan Perbedaan, Yaitu Yang Membandingkan Berupa Benda, Karakter Dari Beberapa Hal Dengan Benda, Karakter Atau Yang Lainnya, Contohnya Keterkaitan Sebab Akibat, Keterkaitan Kawasan, Lokasi Dan Keterkaitan Lainnya. (2) Dalam Surah Al-Kahfi Ayat 45 Pada Kalimat  مَثَلَ  Yang Termasuk Perumpamaan Serta Menerangkan Suatu Hal Yang Mempunyai Keterkaitan Situasi. (3) Tasybih Pada Ayat Ini Ialah Mengumpamakan Karakter Serta Perihal Musyabbah. Apabila Pengertian Musyabbah Masih Susah Dimengerti, Maka Allah Menjelaskan Tasybih Supaya Pengertian Tentang Musyabbah Kelihatan Transparan Dan Benar.
Resolusi Konflik Perspektif Qur’an Al-Hujurat 13 Studi Analisis Konflik Antar Tetangga yang Berbeda Agama Chairunnisah Zega; Hery Sahputra
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v4i2.1627

Abstract

Social conflict between neighbors is a phenomenon that often appears in pluralistic society and has the potential to disrupt social harmony if not managed constructively. The conflict is generally triggered by the lack of interfaith communication, social prejudice, socio-economic inequality, as well as external party provocations that utilize rift with social relations. This study aims to analyze the dynamics of conflict between neighbors are different religions and review the relevance of Q.S. Al-Hujurat paragraph 13 as theological runway in a resolution of conflict and a strengthening of plurality values. This study used qualitative methods with the approach of literature study (library research), through an analysis of the interpretation of the Qur'an, pluralism, and scientific literature relevant to the theme and resolution of conflict. The results show that Q.S. Al-Hujurat paragraph 13 emphasizes the principle of human equality, respect for diversity, and the concept of 'arafu (know each other) as the foundation of harmonious social interaction. Qur'ani values such as justice, tolerance, dialogue, patience, forgiveness, and help, are proven to be relevant as a conflict-based conflict resolution strategy (sulh). Implementation of this value through interfaith dialogue, multicultural education, and inclusive social policies are able to reduce prejudice and strengthen social solidarity. Thus, the integration of Q.S value. Al-Hujurat paragraph 13 in social life is a normative and practical approach to building a sustainable peace in the midst of a pluralistic society.