Kerupuk merupakan makanan ringan khas Indonesia yang populer dan merupakan bagian penting dari budaya kuliner nasional. Pembuatan kerupuk melibatkan beberapa langkah, salah satunya adalah mengiris lontongan kerupuk, yang sangat penting untuk kualitas akhir. Di UMKM Kerupuk Eco di Kediri, pengirisan masih dilakukan secara manual, yang menyebabkan produktivitas rendah, hasil tidak konsisten, dan risiko kecelakaan kerja. Produksi manual hanya mencapai 3 kg/jam. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini merancang alat pengiris lontongan kerupuk tapioka yang ergonomis dengan kapasitas 90 kg/jam, berdasarkan data antropometri pekerja. Perancangan mesin dilakukan dengan memanfaatkan prinsip ergonomi menggunakan data antropometri dari pekerja UMKM Kerupuk Eco. Dimensi-dimensi yang digunakan sebagai berikut: Lebar mesin diukur dari panjang rentang tangan ke depan (D24) dan panjang tangan (D28), Panjang rangka mesin menggunkan dimensi panjang rentang siku (D33), Tinggi rangka mesin menggunakan dimensi tinggi popliteal (D16) dan tebal paha (D12), Ketinggian meja kerja menggunkan dimensi tinggi popliteal (D16) dan tinggi siku saat duduk (D11), Panjang handgrip tuas pendorong lontongan kerupuk menggunkan dimensi (D29). Hasil dari pengolahan data yang dilakukan maka hasil yang diperoleh yaitu untuk lebar rangka mesin 44cm, panjang rangka mesin 75cm, tinggi rangka mesin 60cm, tinggi meja kerja mesin 67cm, dan Panjang handgrip tuas pendorong lontongan kerupuk 9cm. Perancangan fokus pada kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi biaya. Mesin dirancang agar sesuai dengan postur tubuh operator dan aman digunakan. Desain modular membuat mesin terjangkau serta mudah dalam perawatan dan operasional. Diharapkan rancangan ini dapat meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, serta mendukung keberlanjutan usaha kecil menengah di industri pangan.