Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Pengaruh Penggunaan Kulit Buah Naga Sebagai Pewarna dan Pengawet Alami Terhadap Mutu Cakalang (Katsuwonus pelamis L) Asap: Study of the Effect of Dragon Fruit Peel as a Natural Colorant and Preservative on the Quality of Smoked Skipjack (Katsuwonus pelamis L) Kaparang, Josefa Tety; Mongi, Eunike; Palenewen, Joyce Christina Valencia
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 12 No.1 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.12.1.2024.52854

Abstract

Komoditas perikanan tangkap di Sulawesi Utara yang menjadi unggulan yaitu ikan cakalang, ikan tuna dan ikan layang. Dari ketiga sumberdaya perikanan tersebut ikan cakalang yang paling melimpah karena hasil tangkapannya paling banyak sehingga perlu adanya pengolahan dan pengawetan. Salah satu bentuk pengawetan yang dilakukan yaitu pengasapan. Ikan cakalang asap yang merupakan produk unggulan Sulawesi Utara sangat digemari baik di dalam negeri maupun mancanegara sehingga untuk membuat cakalang asap lebih memiliki daya tarik dalam hal penampakan warna serta memiliki daya awet yang lama banyak produsen masih menggunakan pewarna merah sintetis Rhodamin B (Abdul, G.A, dkk, 2022). Penggunaan Rhodamin B sebagai pewarna pada ikan cakalang tentu saja sangat tidak diperbolehkan mengingat fungsinya hanya sebagai pewarna tekstil dan kertas sehingga apabila dikonsumsi manusia dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu saat ini sangat dibutuhkan pewarna alami yang dapat digunakan pada cakalang asap. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis melakukan penelitian ini yaitu menggunakan larutan kulit buah naga sebagai pewarna alami karena dalam kulit buah naga terkandung pigmen merah antosianin (Handayani, A.P, 2012). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh 3 konsentrasi larutan kulit buah naga terhadap mutu cakalang asap dari segi pH, kadar air, Kapang dan Organoleptik sehingga dengan demikian akan didapatkan konsentrasi larutan mana yang paling baik untuk digunakan pada cakalang asap sehingga akan diperoleh cakalang asap yang bermutu, sehat dan bergizi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan/ menggambarkan suatu fenomena yang ada dan hasilnya disajikan dalam bentuk grafik, tabel, angka, gambar dan laporan (Purba, E.F, 2012). Adapun variable yang akan dianalisa yaitu: Total Kapang dan Organoleptik. Tahapan penelitian meliputi: 1. Pembuatan konsentrasi larutan kulit buah naga (10%= 1kg kulit buah naga dalam 9 liter aquades, 20%= 2kg kulit buah naga dalam 8 liter aquades, 30%= 3kg kulit buah naga dalam 7 liter aquades), 2. Perendaman ikan cakalang dalam 3 konsentrasi larutan kulit buah naga dengan lama perendaman 10 menit, 3. Pengasapan ikan cakalang, 4. Analisa kadar air, ph, total kapang dan organoleptik selama penyimpanan 2, 3, 4 hari. Penelitian ini dilakukan dengan 2 kali ulangan.
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli PADA IKAN KERAPU (Epinephelus sp) SEGAR, AIR DAN ES PADA PEDAGANG PASAR BERSEHATI DI KOTA MANADO : Identification of Escherichia coli of Fresh Grouper Fish , Water and Ice Utilized in Fish Handling in Manado City Market Larawo, Junita Noni; Harikedua, Silvana D; Makapedua, Daisy; Mongi, Eunike; Damongilala, Lena Jeane; Pongoh, Jenki; Kaparang, Josefa Teti
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.12.2.2024.57634

Abstract

E. coli bacteria is a common contaminant of fishery products. Improper handling, including the use of contaminated water and ice and exposure to unclean or polluted environments, can facilitate the transfer of bacteria to fish and other seafood products. In this instance, water is employed to remove impurities, including sand and mucus, and to inhibit bacterial growth. The use of ice is regarded as the most effective method for maintaining the quality of fresh fish during the marketing process. The results of microbiological tests are of great importance in determining the quality of fresh fish. The objective of this study was to identify the presence of E. coli bacteria in grouper fish, as well as in the water and ice utilized in fish handling at Bersehati market. The research method employed is descriptive research, whereby the state of fish handling in the field is first identified, samples are subsequently analyzed in a laboratory setting, and the data obtained is then interpreted. The APM value of E. coli in grouper fish exhibited a range of 23 APM/g to 93 APM/g. The water APM values ranged from 9.3 APM/mL to 43 APM/mL, while the ice APM values were 240 APM/mL. This indicates that some samples exceeded the microbial contamination limits set forth in the Indonesian’s standard for fish (less than 3 APM/g), water (less than 0 APM/mL), and ice (less than 3 APM/mL). Further biochemistry tests on the samples revealed negative E. coli results, despite the initial estimation and confirmation tests indicating a potential for E. coli contamination. However, the possibility of bacteria exhibiting similar properties to E. coli, namely Citrobacter, could not be ruled out Keywords:  Grouper Fish, Water, Ice, Escherichia coli, Biochemical Test   Bakteri E.coli merupakan salah satu bakteri yang umum ditemukan pada produk hasil perikanan, apabila penanganan yang dilakukan tidak tepat seperti  air dan es serta lingkungan yang tidak bersih atau tercemar. Dalam hal ini air digunakan untuk menghilangkan kotoran, pasir, lendir dan meminimalkan pertumbuhan bakteri dan penggunaan es dinilai sebagai teknik penanganan ikan segar yang paling tepat untuk dapat menjaga mutu ikan segar selama pemasaran. Uji mikrobiologis sangat penting artinya dalam penentuan mutu ikan segar. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi bakteri E.coli pada ikan kerapu serta air dan es yang digunakan pada penanganan ikan di pasar Bersehati. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan mengidentifikasi keadaan penanganan ikan di lapangan dilanjutkan dengan menganalisis sampel di laboratorium dan menginterpretasikan data yang didapat. Nilai APM E. coli pada ikan kerapu berkisar antara 23 APM/g – 93 APM/g. Nilai APM air adalah 9,3 APM/mL-43 APM/mL, dan Nilai APM es 240 APM/mL. Hal ini menunjukan bahwa ada beberapa sampel melebihi batas cemaran mikroba sesuai SNI untuk ikan < 3 APM/g, untuk air <0 APM/mL, dan untuk es <3 APM/mL. Sampel yang diuji lanjutan dengan uji biokimia menunjukkan negatif E. coli walaupun saat uji perkiraan dan penegasan menunjukkan adanya kemungkinan cemaran E.coli namun kemungkinan adanya bakteri yang memiliki sifat yang sama dengan E.coli yaitu Citrobacter. Kata kunci:  Ikan kerapu, Air, Es, Escherichia coli, Uji Biokimia
Macro And Micro Nutrients in The Soil of The Mangrove Forest Area, Bunaken Marine Park Anwar, Chairil; Wonggo, Djuhria; Mongi, Eunike; Dotulong, Verly
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.60807

Abstract

The purpose of this study is to determine the pH level and macro and micronutrient content in the soil of the mangrove forest area in Bunaken Marine Park, Meras Village, Wori District, North Sulawesi Province. Soil samples were collected from both dry soil and waterlogged soil. The samples were then taken to the laboratory for analysis of macro- and micronutrients as well as pH levels. The analysis used includes: Nitrogen (N) analysis following SNI 7763:2018, section 6.6.1; Phosphorus (P) analysis following SNI 7763:2018, section 6.7; Elements K, Ca, Fe, Mg, Cu, Zn, B, Mn, and Mo analyzed using IK-1.13 Method for Determination of Metal Minerals in Food and pH analysis using SNI 01-2891-1992. The research results show that the pH values of dry and waterlogged soil are 6.67 and 6.0, respectively, which are considered good categories. The macro-nutrient analysis results for N, P, K, and Mg are classified as good because they exceed the minimum requirements set by SNI 7763:2024. However, the Ca element is classified as not good as it exceeds the maximum limit specified by SNI 7763:2024. For micro-nutrients, Fe (Iron) content is 13,682 ppm, which falls under the good category since it is below the maximum limit of 15,000 ppm as per SNI 7763:2024. Zn (Zinc) content is 0.4807 ppm, which is also considered good, as it does not exceed the maximum limit of 5,000 ppm as per SNI 7763:2024. Keywords: Meras Mangrove Forest, Nutrients, pH. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan pH, unsur hara makro dan mikro pada tanah kawasan hutan mangrove taman laut Bunaken desa Meras kecamatan wori propinsi sulawesi utara. Pengambilan sampel tanah diambil pada tanah yang kering dan tanah yang tergenang air. Sampel tanah dibawa ke laboratorium untuk dianalisa unsur hara makro, mikro dan pH. analisa yang digunakan adalah Analisa N dengan SNI 7763:2018 butir 6.6.1. Analisa P dengan SNI 7763:2018 Butir 6.7. unsur K, Ca Fe dan Mg, Cu, Zn, B, Mn dan Mo dengan metode IK-1.13 Penentuan Mineral Logam pada Pangan dan Non Pangan. Dan pH dengan metode SNI 01-2891-1992. Hasil penelitian bahwa nilai pH tanah kering dan tergenang adalah pH 6,67 dan 6,0. Termasuk kategori baik.  Hasil Analisa unsur makro yaitu N, P, K dan Mg adalah adalah katgori baik karena melebihi syarat minimum dari SNI 7763:2024, sedangkan nilai Ca kategori tidak baik karena melebihi batas maksimum SNI 7763:2024.  Unsur mikro Fe adalah 13682 ppm termasuk kategori baik karena mempunyai nilai lebih rendah dari 15.000 ppm sebagai batas maksimum dari SNI 7763:2024. Unsur Zn adalah 0.4807 ppm termasuk kategori baik karena tidak melebihi batas maksimum 5.000 ppm sebagai batas maksimum dari SNI 7763:2024. Kata kunci: Hutan Mangrove Meras, unsur hara, pH