Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemasaran Politik Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief Pada Pemilu 2019 di Kota Bekasi Setiyani, Wiji
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 15 No. 1 (2023): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v15i1.9001

Abstract

The 2019 election is a new history because the elections were held simultaneously. This creates a challenge for the legislative candidates on how to inform and convince the public. The number of elected female candidates is still small compared to the male candidates. Hence the need for political marketing, to be able to win the election. Political marketing is a candidate's strategy to win the election. This paper aims to explain the political marketing of Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief in the 2019 election in Bekasi City by using the political marketing theory of Philip B. Niffenegger. The research method used is qualitative research with a case study approach to obtain an overview of the phenomenon from the political marketing experience of Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief. The result is that Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief can implement political marketing properly according to product, price, promotion, and place. It becomes interesting when Lilis Nurlia uses a success team in facing the 2019 election, while Eka Widyani Latief does not use a success team. Lilis Nurlia served in 2014 and Eka Widyani Latief served in the 2004 and 2009 elections in Bekasi City. This means that Lilis Nurlia and Eka Widyani are one step ahead of the other candidates.
Pemberdayaan UMKM Sebagai Penngerak Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Optimalisasi Industri Digital 4.0 Gilbert, Felix Sevanov; Setiyani, Wiji
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5 No 1 (2022): Global Komunika
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/gk.v5i1.3290

Abstract

Dengan adanya pandemic Covid-19 membuat berbagai sektor terkena dampak, seperti halnya pada sektor ekonomi yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah. UMKM merupakan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Indonesia dibidang Produk Domestik Bruto dan penyerap tenaga kerja. Dengan adanya pandemic Covid-19, pemerintah mengeluakan kebijakan social distancing yang membatasi seseorang untuk keluar rumah. Hal ini memiliki dampak terhadap UMKM, yang artinya mengharuskan UMKM untuk melakukan digitalisasi yang sesuai dengan era 4.0 sehingga produk yang dihasilkan tetap dapat terjual. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi pemberdayaan UMKM untuk adanya pemulihan ekonomi nasional ke ranah digitalisasi sehingga output yang dihasilkan dapat membuat masyarakat indonesia menjadi sejahtera. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UMKM merupakan sektor ekonomi yang sangat potensial namun mengalami masalah ditengah krisis dan juga sulit menghadapi adaptasi kebiasaan baru yang berbasis Digital. Ekonomi Digital merupakan solusi menyesuaikan tantangan ditengah New Normal, namun belum sepenuhnya menyasar pada ranah informal yang dipegang oleh UMKM mengingat keterbatasan mereka terhadap literasi Digital, sehingga perlu ada perhatian khusus terhadap mereka agar mampu menyesuaikan akan Prospek pasar yang lebih baru guna memulihkan kembali kehidupan mereka agar menjadi lebih sejahtera.
Analisi Konflik Relokasi Kampung Bukit Duri Menggunakan Penahapan Konflilk dan Bawang Bombay Setiyani, Wiji
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5 No 1 (2022): Global Komunika
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/gk.v5i1.4102

Abstract

Relokasi Kampung Bukit Duri menimbulkan konflik karena masyarakat keberatan dengan perintah penggusuran. Penggusuran terjadi pada 28 September 2016 atas perintah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Proses relokasi diwarnai dengan bentrokan karena perlawanan masyarakat yang kuat dan penggunaan otoritas dalam proses relokasi, serta Pemerintah menggunakan kekuasaannya untuk melakukan penggusuran tanpa mempedulikan masyarakat Kampung Bukit Duri. Relokasi Kampung Bukit Duri menjadi salah satu polemik utama dari berbagai relokasi yang terjadi selama 2015-2016. Tujuan dari penelitian ini mengetahui analisis konflik dengan menggunakan alat penahapan konflik dan analogi bawang bombay, serta mengetahui strategi mengelola konflik multitingkat dan roda. Penelitian ini menggunakan studi literatur untuk melihat analisis konflik Kampung Bukit Duri. Hasil penelitian diperoleh konflik terjadi karena program dari pemerintah memiliki maksud tujuan yang baik untuk menata ulang kota tetapi dalam implementasikan tidak memperhatikan terkait hak-hak yang seharusnya didapatkan oleh masyarakat, walaupun pada tahun 2021 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meresmikan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, tetapi dikhawatirkan akan menimbulkan pra konflik karena masyarakat yang tidak dapat membayar harga sewa. Rekomendasi penelitian ini diharapkan akan memudahkan masyarakat memahami konflik yang terjadi di Kampung Bukit Duri dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait relokasi dan memahami strategi dalam mengelola konflik yang terjadi di Kampung Bukit Duri.
Pemasaran Politik Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief Pada Pemilu 2019 di Kota Bekasi Setiyani, Wiji
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 15 No. 1 (2023): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v15i1.9001

Abstract

The 2019 election is a new history because the elections were held simultaneously. This creates a challenge for the legislative candidates on how to inform and convince the public. The number of elected female candidates is still small compared to the male candidates. Hence the need for political marketing, to be able to win the election. Political marketing is a candidate's strategy to win the election. This paper aims to explain the political marketing of Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief in the 2019 election in Bekasi City by using the political marketing theory of Philip B. Niffenegger. The research method used is qualitative research with a case study approach to obtain an overview of the phenomenon from the political marketing experience of Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief. The result is that Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief can implement political marketing properly according to product, price, promotion, and place. It becomes interesting when Lilis Nurlia uses a success team in facing the 2019 election, while Eka Widyani Latief does not use a success team. Lilis Nurlia served in 2014 and Eka Widyani Latief served in the 2004 and 2009 elections in Bekasi City. This means that Lilis Nurlia and Eka Widyani are one step ahead of the other candidates.