Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WORKSHOP BUDAYA KOMUNIKASI DIGITAL DALAM MENCEGAH TERJADINYA CYBERBULLYING Turistiati, Ade Tuti; Nan Kinasih, Eyora Jasmine; Narmadi, Hanugrah Banyu; Muhroji, Alfian Sa’idan
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.013 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i2.5645

Abstract

Fenomena cyberbullying pada remaja semakin meningkat. Cyberbullying tidak hanya terjadi pada remaja di kota-kota besar tetapi juga di daerah seperti Purwokerto. Untuk mengantisipasi atau meminimalisir terjadinya cyberbullying di daerah, tim dosen dan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Amikom Mitra Masyarakat (AMM) di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto. Metode pelaksanaan pengabdian dimulai dari survey pendahuluan dengan melakukan observasi tentang fenomena cyberbullying, merumuskan masalah serta tujuan pengabdian dalam bentuk workshop, menyusun materi workshop, melaksanakan workshop, melakukan evaluasi, menyusun laporan, dan menyusun luaran. Workshop ini dilaksanakan dengan menyampaikan materi secara interaktif dan lebih banyak melibatkan para peserta yang merupakan perwakilan dari tiap kelas. Para partisipan diharapkan menjadi role model dan dapat mendampingi para siswa yang tidak mengikuti workshop. Tim pelaksana mengajak peserta workshop untuk sharing pengalaman dan pengetahuan, melakukan role play dengan menggunakan media sosial, dan merumuskan solusi untuk mencegah terjadinya cyberbullying atau perundungan. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan meningkatnya pemahaman para peserta terhadap budaya dan etika komunikasi digital dalam mencegah terjadinya cyberbullying. Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan menjadi titik tolak untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas cyberbullying dan pada gilirannya para siswa merasa lebih nyaman dan aman mengikuti kegiatan belajar. Kata kunci: Budaya komunikasi, cyberbullying, digital, etika komunikasi, workshop
Adaptation of Tajikistan International Students to Indonesian Culture Turistiati, Ade Tuti; Narmadi, Hanugrah Banyu; Monk, Lincoln James Faikar
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v18i1.9537

Abstract

The culture of Tajikistan and Indonesia is very different. Some of the differences found include differences in language, traditions, and customs, types of food and how to cook it, and so on This study explored the phenomenological details of Tajik students who study in Purwokerto. The specifics revolved around the adaptation strategy to the Indonesian culture. A qualitative research method with a phenomenological study approach is used in this study. Data was gathered through in-depth interviews, observation, and review of relevant previous research articles and documents. According to the study's findings, the similarity of religious background (Islam) is a medium that allows Tajik students to bridge and make friends with residents or Indonesians. Language skills are essential in intercultural communication with local citizens (classmates, lecturers, and society). Learning national and local languages (Indonesian and Javanese) and English is extremely beneficial in intercultural communication. Tajik students are more likely to engage in low-contact communication, patriarchal systems, collectivism, and value feminism. Food and climate differences can cause culture shock. "Life is only once, so we must enjoy it," is one approach to dealing with cultural issues. The presence of students assigned as companions greatly aids the adaptation process of Tajikistan international students to Indonesian culture.