Stroke non hemoragik merupakan salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian, terutama akibat gangguan perfusi serebral dan peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Peningkatan TIK dapat menurunkan kapasitas adaptif intrakranial sehingga berdampak pada penurunan kesadaran dan gangguan fungsi neurologis. Salah satu intervensi keperawatan yang efektif dan mudah diterapkan untuk menurunkan TIK adalah posisi head up 30°. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan posisi head up 30° pada pasien Ny. M dengan diagnosis medis stroke non hemoragik dan masalah keperawatan penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Penelitian dilakukan di Ruang ICU RSUD Kardinah Tegal pada tanggal 1–3 September 2025 menggunakan metode studi kasus yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Intervensi posisi head up 30° diberikan setiap hari dengan pemantauan tanda vital dan tingkat kesadaran. Hasil menunjukkan adanya perbaikan bertahap, ditandai dengan penurunan gelisah, peningkatan GCS dari E2M2V2 menjadi E4M5V2, serta penurunan tekanan darah dari 194/87 mmHg menjadi 147/88 mmHg. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah bahwa posisi head up 30° efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan tekanan intrakranial dan memperbaiki perfusi serebral pada pasien stroke non hemoragik.