Pemotongan merupakan proses perlakuan terhadap hewan utuk mendapatkan hasil dari hewan tersebut. Proses pemotongan hewan harus memenuhi prinsip animal welfare (kesejahteraan hewan). Pemotongan hewan harus dilakukan dengan baik dari sebelum pemotongan sampai dengan pemotongan dilakukan. Perlakuan yang tidak baik sebelum dan saat pemotongan berakibat stres pada hewan dan mempengaruhi kualitas daging. Tujuan riset yaitu untuk mengkaji pelaksanaan pemotongan sapi di rumah potong hewan apakah sudah menerapkan prinsip animal welfare melalui profil sel darah putih. Penelitian ini memilih sapi Limosin yang memiliki bobot badan antara 350-450 kg, sebanyak 20 ekor. Metode penelitian adalah survey. Pengamatan yang dilakukan yaitu keadaan fisiologis pada saat sebelum dan setelah penyembelihan. Variabel yang diamati adalah sel darah putih meliputi: Neutrofil, Limfosit, dan Monosit. Perhitungan sel darah putih menggunakan metode Complete Blood Count (CBC). Data dianalisis dengan menggunakan tabel ANOVA dan diuji dengan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar neutrofil (%) berbeda sangat nyata (P<0,01) sebelum pemotongan 27,72 ±4,75 dan setelah pemotongan 25,22±8,79. Hasil kadar limfosit (%) berbeda sangat nyata (P<0,01) sebelum pemotongan 40,87±11,51 dan setelah pemotongan 39,28±8,61. Hasil dari kadar monosit (%) berbeda sangat nyata (P<0,01) sebelum pemotongan 4,59±2,37 dan setelah pemotongan 4,03±3,53. Kesimpulan pada riset ini adalah pelaksanaan pemotongan hewan di RPH sudah memenuhi prinsip animal welfare jika dilihat dari profil sel darah putih. Kata kunci: Kesejahteraan Hewan, Sapi, Sel Darah Putih, Rumah Potong Hewan.