Manalu, Musdodi Frans Jaswin
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faith Growing in Action:: Implications of John Locke's Tabula Rasa Concept and Ecological Education for HKBP Sunday School Children Manalu, Musdodi Frans Jaswin
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v5i1.175

Abstract

This study explores applying John Locke's concept of tabula rasa and Susan Power Bratton's Eco-Dimensionality theory within the context of Sunday school education at the Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Church. It investigates how these theories influence children's teaching and understanding of ecological responsibilities. The research employs a descriptive qualitative approach, focusing on how the HKBP Church integrates ecological teachings into its Sunday school curriculum and activities. The findings suggest that while the HKBP Church acknowledges environmental issues in its doctrines, implementing these principles is still nascent. The study highlights the importance of adapting educational content to foster ecological awareness, utilizing the tabula rasa concept to develop curricula that shape children's environmental attitudes and behaviors. It also underscores the role of interactive learning methods and evaluations to enhance children's understanding and actions towards environmental sustainability. By incorporating these educational strategies into the HKBP Sunday School Handbook, the church aims to cultivate a holistic environmental consciousness among its young members, aligned with biblical stewardship and ecological responsibility teachings.
Gereja Online: Studi Kasus HKBP Maranatha Cilegon dalam Membangun Gereja Online Manalu, Musdodi Frans Jaswin
Indonesian Journal of Theology Vol 12 No 2 (2024): Edisi Reguler
Publisher : Asosiasi Teolog Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46567/ijt.v12i2.473

Abstract

This study examines the development of online church amid the challenges faced by Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Maranatha Cilegon in constructing a physical or offline church due to local restrictions. As a case study, it investigates the establishment of online church as an alternative measure to the rejection of building non-Muslim houses of worship in Cilegon, Banten. Employing qualitative methods with data triangulation, this study explores the potential of online churches to serve the mission of the Church in the digital era and discusses the theological and practical implications of online worship spaces as sacred places in the post-pandemic context. By analyzing HKBP documents, related literature, and news sources, this study finds online church can be a viable alternative, supported by the Toba Batak principle of manjujung baringinna (“self-reliance”) that underscores the HKBP ethos. Despite theological challenges, such as the debate over online communion, the findings suggest that digital innovation can strengthen the faith of congregants facing physical and logistical challenges, helping them to overcome access barriers to worship and offering new opportunities to enhance the reach of church services in the digital age—all while maintaining the essence of Christian teachings and values.
Aktivasi Gereja Online Peluang Pembangunan Gereja Online HKBP Maranatha Cilegon Manalu, Musdodi Frans Jaswin
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 13, No 02 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v13i02.7016

Abstract

This research aims to analyse the establishment of online churches as an alternative medium for worship during the COVID-19 pandemic, focusing on the approach of religious people in the digital era. The case study focused on the Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Church of Cilegon, which had difficulty accessing a physical church in Cilegon. The COVID-19 pandemic is the right momentum to realise online worship, considering that most churches have been running online worship for approximately the last two years. The resulting recommendation is to establish an online church involving the entire HKBP Cilegon congregation with officially recognised and registered leadership. If HKBP rules and regulations can allow this, it will be the first online church in Indonesia. This research uses qualitative research methods on online news sources and supporting literature. The results of this research are expected to contribute positively to overcoming the difficulty of accessing physical churches during the pandemic and help mediate inter-religious tensions. The limitation of this research is the focus on HKBP Cilegon as a case study, and an in-depth research on the impact of online churches in the wider Indonesian society would be an interesting further study. Abstrak Pembatasan mobilitas selama pandemi menyebabkan masyarakat melakukan aktivitas secara online, termasuk beribadah. Gereja online menjadi salah satu alternatif yang memudahkan masyarakat untuk tetap menjalankan ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendirian Gereja online sebagai media alternatif dalam peribadahan melalui pendekatan komunitas keagamaan dalam era digital. Penelitian difokuskan pada Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cilegon yang kesulitan mendapatkan akses mendirikan bangunan Gereja di Cilegon. Kehadiran pandemi Covid-19 memberikan momentum yang tepat untuk mengejewantahkan peribadahan online, mengingat sebagian besar Gereja telah melakukan ibadah secara online selama kurang lebih dua tahun. Rekomendasi yang dihasilkan adalah pendirian Gereja online yang melibatkan seluruh jemaat HKBP Cilegon dengan kepemimpinan yang diakui, legal, dan tercatat dalam Almanak HKBP. Jika dapat diaktifkan sesuai dengan aturan dan peraturan Gereja HKBP, ini akan menjadi Gereja online pertama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengacu pada sumber berita online dan literatur pendukung.
Transformasi Profetik Huria Kristen Batak Protestan dalam Konflik Sosial-Ekologis Manalu, Musdodi Frans Jaswin
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 1 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/tv1px846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dalam merespons konflik lingkungan dan perampasan tanah adat oleh PT Toba Pulp Lestari (TPL), serta bagaimana sikap gereja mencerminkan praktik politik moral dalam konteks sosial dan budaya Batak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap dokumen institusional, berita, dan kajian terdahulu yang relevan. Data dianalisis dengan pendekatan teoritis dari Maslow, Giddens, Oliver, Fletcher, dan konsep disonansi institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HKBP mengalami dinamika sikap dari perlawanan terbuka, kooperasi pragmatis, hingga kebangkitan kembali suara profetik. Ketegangan antara pusat dan gereja lokal menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi efektivitas gerakan moral gereja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik politik moral HKBP mencerminkan interaksi kompleks antara struktur institusional, kebutuhan sosial-ekonomi, dan pertimbangan etis kontekstual. Temuan ini memberikan kontribusi pada kajian teologi publik dan menekankan pentingnya komunikasi partisipatif dalam menjaga konsistensi moral gereja di tengah tekanan kekuasaan dan ekonomi.
Interpretasi Hermeneutik atas Determinisme, Agensi, dan Transformasi dalam Karakter Neji Hyuga Manalu, Musdodi Frans Jaswin
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 2 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/ckqgea14

Abstract

Artikel ini mengkaji karakter Neji Hyuga dalam anime Naruto melalui perspektif filsafat determinisme untuk memahami bagaimana konsep takdir dan kebebasan direpresentasikan dalam narasi budaya populer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis hermeneutika filosofis terhadap episode-episode kunci yang menampilkan perjalanan psikologis dan perubahan paradigma Neji, khususnya dalam Ujian Chunin dan Perang Dunia Shinobi. Analisis dilakukan dengan membandingkan prinsip determinisme klasik dengan pendekatan modern mengenai kehendak bebas dan perkembangan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan deterministik Neji terbentuk melalui internalisasi struktur sosial klan Hyuga, namun mengalami transformasi signifikan setelah interaksi naratif dan konfrontatif dengan Naruto Uzumaki, yang merepresentasikan prinsip pola pikir berkembang dan agen perubahan. Temuan ini menegaskan bahwa anime tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga dapat menjadi medium refleksi filosofis dan psikologis yang menggambarkan dialektika antara takdir dan kebebasan manusia. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik dengan menyoroti dimensi filsafat dalam karakter shonen yang jarang dikaji dalam penelitian sebelumnya.