Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KADAR HORMON PROLAKTIN PADA IBU NIFAS Katili, Tressan Eka putri; Melani, Nour Arriza Dwi; Yunus, Yuliandary
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i2.2222

Abstract

World Health Organization (WHO) dan United National Children’s Fund (UNICEF) menyarankan pemberian ASI eksklusif kepada anak-anak setidaknya selama enam bulan, atau sampai mereka berusia dua tahun, untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak-anak. Selama enam bulan pertama kehidupannya, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Kekurangan stimulasi prolaktin dan oksitosin dapat menyebabkan penurunan produksi ASI selama fase pascapersalinan setelah melahirkan. Hormon prolaktin sangat penting untuk permulaan, sintesis, dan pelepasan ASI, oleh karena itu kadar prolaktin yang rendah dapat menghambat proses laktogenesis. Ibu nifas yang menyusui masuk dalam Kategori ibu rentan gizi. Oleh karena itu, penting untuk menilai kesehatan gizi ibu nifas. Indeks massa tubuh merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menilai kondisi gizi ibu nifas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh terhadap kadar hormon prolaktin pada ibu nifas. Metode penelitian menggunakan desain penelitian analisis observasional cross-sectional, penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dan dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2021. Populasi penelitian adalah ibu nifas di wilayah operasi Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo. Ada 39 responden dalam sampel penelitian. Untuk mengukur kadar hormon prolaktin digunakan timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, dan alat Elisa. Bahwa nilai signifikasi atau nilai p value = 0.110 yang berarti nilai signifikasi yaitu p > 0,05. Maka artinya tidak berkolerasi atau tidak ada hubungan yang signifikan antara Indeks massa tubuh dengan kadar hormon prolaktin. Kekuatan hubungan yaitu 0,260 dengan Tingkat hubungan cukup kuat. Tidak ada hubungan indeks massa tubuh terhadap kadar hormon prolaktin pada ibu nifas diwilayah kerja puskesmas Tilango, Kabupaten Gorontalo
Pengaruh Konseling Kesehatan terhadap Minat Penundaan Kehamilan Beresiko pada Pasangan Usia Subur (PUS) A. Hiola, Fidyawati Aprianti; Husna Ali, Rizky Nikmathul; Sondakh, Levana; Katili, Tressan Eka Putri; Mulyaningsih, Sri
ProHealth Journal Vol 22 No 1 (2025): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2025221182

Abstract

Pregnancy at age < 20 years has a high risk to the health of the mother and baby. Low knowledge and awareness of fertile couples (PUS) often causes a lack of interest in postponing pregnancy. Health counseling is seen as one of the effective interventions to increase interest in postponing risky pregnancies. Aims To determine the effect of health counseling on the interest in postponing risky pregnancies in PUS <20 years. This study used a pre-experimental design with the One Group Pretest-Posttest Design approach. The sample consisted of 22 PUS respondents aged <20 years selected through purposive sampling techniques. The research instruments were Flip Sheets and questionnaires. Data analysis used the Wilcoxon test .Results: There was an increase in the interest score of postponing pregnancy after being given health counseling. The results of the statistical test showed a significance value of p <0.05 , which means that there is a significant influence between health counseling and the interest of PUS <20 years in postponing pregnancy. Conclusion: Health counseling is effective in increasing interest in postponing risky pregnancies in fertile couples under 20 years of age. This intervention can be used as a promotive-preventive strategy in adolescent reproductive health programs..
HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL IBU NIFAS DENGAN PRODUKSI ASI Siregar, Khoirun Nisa; Rauf, Efri Leny; Husna Ali , Rizky Nikmathul; Katili, Tressan Eka Putri
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7404

Abstract

Abstrak Kesehatan mental ibu nifas merupakan salah satu factor penting yang berpengaruh terhadap keberhasilan menyusui. Masa nifas ditandai dengan perubahan fisiologis, hormonal, dan psikologis yang signifikan, sehingga ibu berisiko mengalami gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi postpartum. Kondisi psikologis yang tidak stabil dapat mempengaruhi keseimbangan hormone prolactin dan oksitosin yang berperan dalam produksi dan pengeluaran Air Susu Ibu (ASI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesehatan mental ibu nifas dengan produksi ASI. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 ibu nifas hari ke-7 hingga hari ke-42 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Kesehatan mental ibu nifas di ukur menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), sedangkan produksi ASI dinilai menggunakan kuesioner produksi ASI berdasarkan frekuensi pengosongan payudara. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas dengan kesehatan mental normal memiliki produksi ASI yang lancar, sedangkan ibu nifas dengan gangguan kesehatan mental sedang hingga berat mayoritas mengalami produksi ASI tidak lancar. Hasil uji statistic menunjukkan nilai p=0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara kesehatan mental ibu nifas dengan produksi ASI. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kesehatan mental ibu nifas dengan produksi ASI. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini gangguan kesehatan mental serta pemberian dukungan psikososial untuk meningkatkan keberhasilan menyusui.   Kata kunci : Kesehatan Mental, Ibu Nifas, Produksi ASI, Depresi Postpartum, EPDS