Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL KEBIDANAN

Kejadian Anemia Defisiensi Besi Pada Ibu hamil Trimester III dengan Berat Bayi Lahir Nurhayati, Nunuk
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Edisi September 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i2.1400

Abstract

Prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi sekitar (35-75%), semakin meningkat seiring pertambahan usia kehamilan. Setiap ibu hamil mempunyai alur pemikiran tersendiri seperti dalam hal minum tablet Fe selalu dianggap tidak mempunyai dampak terlalu serius dalam kehamilannya. Jenis penelitian adalah penelitian observasional dan Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh Ibu hamil TM III di wilayah kerja klinik Akbar Medika sebanyak 51 ibu. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari ibu hamil TM III sebanyak 45 ibu. Analisis data yang digunakan adalah uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar yang mengalami anemia ringan (HB 8 gr% - < 11 gr%) sebanyak 48,9% (22 ibu) dan sebagian besar BBL normal 2.500 - 4.000 gram sebanyak 77,8% (35 bayi). Berdasarkan Hasil Uji Mann-whitney diketahui jika dilakukan penelitian dengan hasil kesimpulan ρ = 0,003 yang berarti ρ < α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan anemia defisiensi besi pada ibu hamil TM III dengan berat bayi lahir di wilayah kerja klinik akbar medika. Kebutuhan zat besi pada saat kehamilan meningkat. Bahkan kebutuhan zat besi meningkat dua kali lipat dari kebutuhan sebelum hamil. Hal ini terjadi karena selama hamil, volume darah meningkat 50%, sehingga perlu lebih banyak zat besi untuk membentuk hemoglobin. Selain itu, pertumbuhan janin dan plasenta yang sangat pesat juga memerlukan banyak zat besi. Diharapkan ibu hamil dapat memenuhi menu makanan sehat dan seimbang dan minum tablet besi, rutin memeriksakan kehamilannya untuk mengetahui resiko tinggi serta mengetahui perkembangan janinnya di Pelayanan Kesehatan.
Pengetahuan Akseptor KB Suntik 1 Bulan Tentang Efek Samping KB Suntik 1 Bulan Nurhayati, Nunuk; Meilinawati, Elies
Jurnal Kebidanan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan Maret 2025
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v15i1.1466

Abstract

Pengetahuan akseptor KB suntik 1 bulan ini sangat penting karena tidak hanya mencakup pemakaian KB, tetapi juga metode pengendalian kelahiran yang paling sesuai dengan kondisi khusus dari pasangan. Pemilihan tersebut tidak dapat dilakukan sampai masing-masing mempunyai pengetahuan dasar mengenai setiap metode yang digunakan serta efek samping yang timbul akibat dari pemakaian KB suntik. Jenis penelitian ini adalah observasional. Berdasarkan waktu penelitian dikelompokkan dalam penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kseptor KB suntik 1 bulan di klinik Akbar Medika 1 Desember – 25 April 2025 berjumlah 50 orang. Teknik pengambilan simple random sampling sehingga jumlah sampel berjumlah 33 orang. Hasil penelitian pengetahuan akseptor KB suntik 1 bulan tentang efek samping KB suntik 1 buan yang berkunjung di Klinik Akbar Medika di dapatkan sebagian besar berumur 20-35 tahun sebanyak 63,64% (21 akseptor) dan sebagian besar berpendidikan SMA sebanyak 39,4% (13 akseptor ) serta sebagian besar bekerja sebagai IRT sebanyak 51,51% (17 akseptor) dan sebagian besar mempunyai 2-4 anak sebanyak 54,54% (18 Akseptor) mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 39,40% (13 Akseptor). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan akseptor KB suntik 1 bulan tentang efek samping KB suntik 1 buan yang berkunjung di di Klinik Akbar Medika Sebagian besar mempunyai pengetahuan kurang. Diharapkan untuk lebih meningkatkan pengetahuan akseptor KB suntik 1 bulan tentang efek samping KB suntik 1 bulan.