This Author published in this journals
All Journal Jurnal Orasi
Syaefudin, Mochamad
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FRAMING ARTIKEL NADIEM MAKARIM DI CNNINDONESIA.COM: PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI Syaefudin, Mochamad; Handayani, Amelia Dwi; Nisa, Roifatun
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v15i1.18087

Abstract

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (permendikbudristek) Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Hal ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pro kontra. Menurut Nadiem, Permendikbudristek Nomor 30 ini adalah upaya untuk memberikan perlindungan bagi sivitas akademika dari segala bentuk kekerasan termasuk kekerasan seksual yang ada di lingkungan perguruan tinggi. Para penentang Permendikbudristek Nomor 30 berargumentasi bahwa peraturan ini adalah upaya untuk melegalkan perzinahan di lingkungan kampus. Liputan mengenai kontroversi permendikbudristek nomor 30 ini berkali-kali muncul di pemberitaan. Termasuk pada media massa online CNNIndonesia.com. Di era digital, framing media massa dinilai sangat pentingĀ  dalam penyampaian berita. Studi kualitatif deskriptif interpretatif ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana CNNIndonesia.com membingkai Permendikbudristek Nomor 30. Data diperoleh dari artikel berita terkait permendikbudristek Nomor 30 dari tanggal 31 Agustus 30 November 2021. Model framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki digunakan sebagai metode analisis dan berisi empat struktur perangkat framing, yaitu sintaks, skrip, tema, dan retorika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pilihan kata dalam headline maupun cara penyajian fakta oleh cnnindonesia tidak menimbulkan kontroversi atau mendukung Permendikbudristek Nomor 30.