Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Chain Epistemologis Mufasir Pesantren Terhadap Interpretasi Aḥrūf Muqaṭṭa’ah Perspektif Historis Mukhlisin, Yusuf; Ittaqi Tafuzi
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2023): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v2i1.566

Abstract

The debate on interpretation of aḥrūf muqaṭṭa'ah is still debated by commentators to this day. Some scholars do not interpret aḥrūf muqaṭṭa'ah with the argument that these verses are sirr al-Qur'ān and mutasyabihat verses. Others argue that aḥrūf muqaṭṭa'ah must have a meaning that needs to be explored and interpreted as an effort to show the aspect of guidance (huda) in the Qur'an. This study does not attempt to clash the two groups above. The author focuses on the historical aspects of the meaning of aḥrūf muqaṭṭa'ah and its epistemology. Through Abdul Mustaqim's periodization mapping model, it can be concluded that the interpretation of aḥrūf muqaṭṭa'ah has been made since the early era of Islam (Prophet Muhammad's phase). In this phase, the interpretation of aḥrūf muqaṭṭa'ah, apart from coming from insiders, was also carried out by outsiders of Muslims. Meanwhile, from the perspective of Abid al-Jabiri's epistemology, there was almost no significant epistemological development from the early to the modern phase. Each period continues to use the bayani epistemology model, with one of the characteristics of the interpretation model through history being the dominant current. As for the form of interpretation of aḥrūf muqaṭṭa'ah, it can be categorized into three models of history, language analysis, and numerical formulation (ḥisāb al-jummal). These three models also influence the interpretations of Indonesian mufasirs.
Wisata Religi Menurut al-Qur'an: Kajian Penafsiran Quraish Shihab Indah Murni Mahardini; Ittaqi Tafuzi
Journal of Islamic Scriptures in Non-Arabic Societies Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Islamic Scriptures in Non-Arabic Societies (JISNAS)
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/jisnas.v1i1.771

Abstract

Penelitian ini menggali konsep wisata dalam al-Qur'an dengan fokus pada penafsiran Quraish Shihab. Dari perspektif agama, wisata dipandang sebagai ibadah dan refleksi kebesaran Allah. Penelitian menyoroti permasalahan dasar seputar arti dan tujuan perjalanan dalam al-Qur'an, serta dampaknya pada kehidupan sehari-hari masyarakat Muslim. Tujuan penelitian tidak hanya terbatas pada pemahaman konsep wisata, melainkan juga kontribusi pada diskusi kebermaknaan dan dampak perjalanan. Implikasi praktis penelitian mencakup pemahaman masyarakat dan wisatawan terhadap nilai-nilai keagamaan dalam perjalanan mereka. Selain itu, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi pada pengelolaan destinasi wisata yang memperhatikan nilai-nilai agama. Tinjauan tentang wisata dan manfaatnya dari perspektif kesehatan mental dan religius menyoroti dampak positifnya pada kesejahteraan fisik dan mental individu. Penelitian ini mempertimbangkan kaitan antara wisata, agama, dan kesehatan mental, menunjukkan bahwa perjalanan dapat menjadi bentuk terapi yang menyenangkan dan mendukung aspek sosial serta spiritual. Melalui pendekatan tafsir Al-Qur'an dan analisis konsep-konsep tersebut, penelitian ini bertujuan memberikan wawasan baru dan mendalam terhadap hubungan antara agama, perjalanan, dan kehidupan sehari-hari, dengan implikasi signifikan pada tingkah laku wisatawan dan pengelola destinasi.