p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Wijaya
Sharoh, Yuni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA HIPOGLIKEMIA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Sharoh, Yuni; Yani Suryana,, Akhmad; Astuti, Widia; Adha, Dianne
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2019, diabetes melitus masuk dalam 10besar penyebab kematian di dunia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan terjadipeningkatan prevalensi diabetes yang signifikan yaitu dari 6,9% pada tahun 2018 menjadi 8,5% pada tahun 2018.Menurut data di Jawa Barat pada tahun 2018 prevalensi diabetes melitus lebih dominan pada kelompokmasyarakat. lanjut usia dengan rentang usia 55-64 tahun yaitu sebesar 6,3%. Sedangkan di Kota Bogor jumlahkasus diabetes melitus berjumlah 13.710 kasus pada tahun 2018 atau sekitar 1,25%. Hipoglikemia merupakankomplikasi akut diabetes melitus yang dapat terjadi berulang kali dan dapat memperparah penyakit diabetesbahkan dapat berujung pada kematian. Hipoglikemia terjadi karena peningkatan insulin dalam darah danpenurunan kadar glukosa yang disebabkan oleh stres insulin yang tidak memadai. Hipoglikemia dapat dicegahdengan meningkatkan pengetahuan dengan memberikan promosi kesehatan pada penderita diabetes melitus. Caratersebut adalah dengan menggunakan teknik pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan suatu prosespemberdayaan masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan. Tujuan tersebut dikenal dengan“Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Pertolongan Pertama Hipoglikemia Pada PenderitaDiabetes Mellitus”. Jenis penelitian ini adalah eksperimen eksperimen, dengan desain penelitian pre-experimentaldesign yaitu desain “One Group Pre-test and Post-test Design”. Sampel penelitian sebanyak 33 respondenpenderita diabetes melitus, menggunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen penelitian berupa angket,analisis Univariat dan Bivariat dengan uji prasyarat yang dibagi menjadi “Uji Homogenitas, Uji Normalitas, danUji Hipotesis”. Hasil penelitian diperoleh jika hasil Non Parametrik Wilcoxon Signed Rank Test sebesar 0,000.Maka nilai ≤ 0,05 (H0 ditolak, Ha diterima) artinya “ada hubungan Pengaruh Pendidikan Kesehatan TerhadapPengetahuan Pertolongan Pertama Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes Melitus”. Peneliti berharap penelitianini dapat memberikan gambaran dan referensi sehingga terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman padapenderita Diabetes Mellitus dalam melakukan pencegahan hipoglikemia
HUBUNGAN USIA DAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KEMAMPUAN DETEKSI HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Sharoh, Yuni; Bilhuda, Ridlo; Ahda Sagillah, Riffa; Indriani , Rini
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit silent killer yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan kegagalan sekresi insulin atau penggunaan insulin dalam metabolisme yang tidak adekuat. Pasien diabetes mellitus yang memiliki pengetahuan hipoglikemia, usia responden rata-rata 67 tahun, lama menderita diabetes adalah 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan lama menderita diabetes melitus dengan kemampuan deteksi hipoglikemia pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jenis metode penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain atau rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah 115 Pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuisioner. Analisa yang digunakan ialah analisa univariat, bivariat, multivariat. Hasil penelitian diketahui bahwa dari 115 responden, usia, lama menderita dan kemampuan deteksi hipoglikemia didapatkan hasil bahwa sebagian besar pasien sebanyak 65 (56,5%) responden memiliki usia masa lansia akhir, sebagian besar pasien sebanyak 84 (73,0%) responden mengalami lama menderita > 5 tahun dan bahwa sebagian besar pasien sebanyak 65 (56,5%) responden tidak mampu deteksi hipoglikemia. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,000 ≤ 0,05 yang artinya terdapat hubungan usia dengan kemampuan deteksi hipoglikemia pada pasien diabetes melitus tipe 2 dan nilai p value 0,006 ≤ 0,05 yang artinya terdapat hubungan lama menderita dengan kemampuan deteksi hipoglikemia pada pasien diabetes melitus tipe 2. Nilai OR diperoleh 0,842 . Hasil akhir dari analisis multivariat uji regresi logistic ganda karena usia dan lama menderita p < 0,05 maka variabel tersebut tidak dikeluarkan dari model dan keduanya merupakan faktor yang berpengaruh dengan kemampuan deteksi hipoglikemia pada pasien diabetes mellitus tipes 2. Dari hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan yang bermanfaat dan dapat dijadikan pedoman dalam memahami tentang deteksi hipoglikemia pada pasien di RS PMI Kota Bogor.