Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI WATER TEPID SPONGE TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA KASUS KEJANG DEMAM SEDERHANA (KDS) Handayani, Sholikah; Mustika Dewi, Ika; Yugistyowati, Anafrin
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i3.2186

Abstract

Febrile seizure is the most common neurological disorder found in children, especially in those aged 6 months to 4 years. Febrile seizures can be dangerous if high fever is not promptly managed as it can lead to brain tissue hypoxia and ultimately brain damage. Water tepid sponge therapy has shown effective results in lowering body temperature in patients with febrile seizures. Objective: To determine the outcome of implementing Water Tepid Sponge therapy on body temperature due to fever. This research method is a descriptive case study, involving a series of nursing processes on individuals including assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The research subjects were selected based on inclusion and exclusion criteria. One subject meeting the criteria was chosen for the intervention. The application of non-pharmacological hyperthermia management using water tepid sponge was conducted for 3 days. The management resulted in a temperature decrease from 38.9°C to 37.9°C. It can be concluded that children with above-normal temperatures require prompt and appropriate intervention. Water tepid sponge therapy has shown effective results in lowering body temperature in patients with febrile seizures.
Hubungan Kecemasan Menghadapi Persiapan Ujian dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri: The Relationship Between Exam Preparation Anxiety and the Menstrual Cycle in Adolesecent Mustika Dewi, Ika; Uswatun Chasanah, Siti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3607

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan masa transisi yang menghubungkan masa kanak-kanak menuju masa dewasa, perubahan fisik terlihat pada remaja putri yang sedang mengalami siklus menstruasi, salah satu penyebab gangguan siklus menstruasi adalah faktor psikologis seperti kecemasan. Kecemasan pada remaja ditandai dengan munculnya rasa cemas, Keadaan ketika emosi negatif muncul akibat kekhawatiran akan bahaya yang tidak terduga yang mungkin terjadi dimasa depan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan menghadapi persiapan ujian dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMA Santa Maria Yogyakarta. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 orang yang diambil menggunakan teknik propotional random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji spearman rank. Hasil: Tingkat kecemasan dengan siklus menstruasi remaja putri kategori sedang sebanyak 46,4% (26 orang). Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 atau (< 0,05), niali koefisien korelasi adalah r hitung – 0,474 pola hubungan menunjukan tanda positif yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan maka siklus menstruasi yang dialami remaja putri semakin tinggi. Kesimpulan: Ada hubungan tingkat kecemasan dengan siklus menstruasi pada remaja putri.