Dita Haryani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INKLUSIVITAS DALAM PARIWISATA BENGKULU: TINJAUAN TERHADAP AKSESIBILITAS DESTINASI WISATA SEJARAH BAGI PENYANDANG DISABILITAS Widiastuti, Wahyu; Dita Haryani
PARETO : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Vol. 7 No. 1 (2024): PARETO
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/vjs6ke97

Abstract

Hak berwisata bagi penyandang disabilitas harus diwujudkan dalam bentuk destinasi wisata yang aksesibel dan inklusif atau memberikan pemenuhan dan perlindungan serta penghormatan bagi hak difabel. Destinasi wisata yang inklusif berarti pariwisata yang mempertimbangkan kebutuhan difabel dalam desain dan pembangunan fasilitasnya. Merujuk pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Pariwisata yang inklusif harus memenuhi lima syarat yaitu adanya Adanya parkir kendaraan bagi penyandang difabel, adanya ramp atau jalur diperuntukkan bagi pengguna kursi roda,  adanya toilet khusus difabel, Loket tiket  yang tidak menyulitkan pengguna kursi roda, dan adanya petugas bahasa isyarat yang memudahkan interaksi dengan penyandang tuli. Komite perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang Disabilitas menambahkan empat poin lagi yaitu Adanya media  informasi yang bisa diraba dan disentuh, Petugas yang khusus mendampingi difabel, sign system yang memadai dan adanya Kantin dan kafetaria yang ramah disabilitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana praktek inklusivitas di empat destinasi wisata Sejarah yang berada di Kota Bengkulu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pengelola tempat wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bangunan Benteng Marlborough, Tugu Thomas Parr dan Rumah Pengasingan Bung Karno serta Museum Negeri Bengkulu belum ramah disabilitas karena belum memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Penambahan fasilitas pada Benteng Marlborough, Tugu Thomas Parr dan Rumah Pengasingan Bung Karno terkendala dengan statusnya sebagai cagar budaya karena dikhawatirkan mengubah bentuk asli bangunan. Sementara penambahan fasilitas untuk kelompok disabilitas terkendala pada anggaran lembaga.
DINAMIKA INOVASI KURIKULUM PAI BERBASIS GAMIFIED-PROBLEM BASED LEARNING: SOLUSI TEORETIS MENGHADAPI RESISTENSI BELAJAR DI ERA DISRUPSI Rani Safitri; Pely Welgya; Suci Adillah; Dita Haryani; Veoreta Vitriana; Febri Trifanda
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.60233

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of Islamic Education (PAI) curriculum innovation based on Gamified-Problem Based Learning (GPBL) as a theoretical solution to overcome learning resistance in the era of disruption. The method used is qualitative research with a library research approach, supported by empirical data through observation, interviews, and documentation involving 30 fifth-grade students, 4 PAI teachers, and 1 principal at SD Islam Plus Daaruth Thullab 02 Koto Salak. The results show a significant improvement after the implementation of GPBL, with student activeness in asking questions increasing from 26% to 73%, learning focus from 67% to 80%, and learning interest from 33% to 83%, while passive students decreased from 60% to 20%. These findings indicate that GPBL is effective in creating interactive, contextual, and engaging learning. The impact of this approach is the enhancement of student motivation, engagement, and the overall quality of PAI learning.