Latar belakang penelitian ini adalah adanya fenomena yang dilakukan siswa ialah tidak mengumpulkan tugas dengan tepat waktu, menunda mengerjakan tugas yang diberikan, mengerjakan tugas ketika sudah deadline, tidak pernah membuat daftar tugas, lebih suka bermain game daripada membuat tugas, mengumpulkan tugas disaat jam belajar habis, mengerjakan tugas disaat jam pelajaran berlangsung, catatan yang tidak lengkap, nilai siswa yang kosong akibat telat mengumpulkan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat manajemen waktu siswa, mendeskripsikan tingkat prokrastinasi siswa dan untuk menguji apakah terdapat hubungan yang signifikan antara manjemen waktu dengan prokrastinasi. Metode penelitian ini digukan adalah deskriptif korelasional. Penelitian dilakukan kepada siswa SMAN 8 padang pada tahun ajaran 2023/2024. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 283 siswa dengan menggukan teknik proportional random sampling. Instrument penelitian kuesioner Manajemen Waktu dan instrument kuesioner Prokrastinasi Akademik dengan menggunakan model skala likert. Kemudian data di analisis dengan menggunakan teknik person product moment correlation. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan: (1) manajemen waktu siswa pada kategori rendah (2) prokrastinasi akademik siswa pada kategori tinggi (3) terdapat hubungan negative signifikan pada kategori sedang antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik dengan koefisein -0,540. Artinya semakin tinggi manajemen waktu maka semakin rendah prokrastinasi akademik, sebaliknya semakin rendah manajemen waktu siswa maka semakin tinggi prokrastinasi akademik. Implikasi layanan bimbingan konseling yang dapat dilakukanan adalah layanan informasi, layanan penguasaan konten dan layanan bimbingan kelompok.