Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Impulsif Pada E–Commerce Shopee Anggraeni, Silvia; Yulia, Septiani; Salsabila, Zalfa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10991

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh diskon dan gratis ongkos kirim terhadap perilaku pembelian impulsive pada e – commerce shopee. Diskon adalah pemotongan harga yang ditawarkan kepada pelanggan untuk barang dan waktu tertentu dalam upaya menarik perhatian konsumen dan meningkatkan keinginan konsumen untuk membeli produk tersebut. Gratis ongkos kirim (free ongkir) adalah strategi pemasaran yang digunakan oleh penjual untuk menarik pelanggan agar berbelanja online tanpa membayar ongkos kirim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur dengan menelaah beberapa jurnal, artikel, berita serta lainnya yang berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian impulsif sebagai bahan penulisan. Berdasarkan hasil literature review menghasilkan kesimpulan bahwa diskon dan gratis ongkos kirim mempengaruhi secara signifikan perilaku pembelian implusif pada e-commerce shopee.
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Praktik Terhadap Penggunaan Kecerdasan Artifisial Pada Mahasiswa Kedokteran di Cirebon, Jawa Barat Salsabila, Zalfa; Meidianawaty, R. Vivi; Gunawan, Hendry
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61657

Abstract

The use of artificial intelligence (AI) in medical education and clinical practice has been increasingly developed, highlighting the importance of equipping medical students with knowledge and skills regarding AI. However, the knowledge, attitudes, and practices of AI use among students still needed to be evaluated. To identify the description of knowledge, attitudes and practices towards the use of AI among medical students. This study used a descriptive observational method with a cross-sectional approach. Stratified random sampling was conducted, involving 321 students. Data were collected through an adapted and validated questionnaire. Univariate analysis was used to show the frequency distribution of respondents’ knowledge, attitudes, and practices toward the use of AI. Findings showed that the most students had a high level of knowledge (63.9%), with good understanding of basic concepts. Overall, students displayed a positive attitude (53.3%), shown by support for integrating AI into the curriculum, despite concerns about ethical implications and potential replacement of human roles. Majority of students also showed high level of practice (50.8%), with AI most commonly used for academic purposes such as preparing assignments, studying, and checking grammar, however for research and career planning remained limited. Medical students showed enthusiasm and acceptance toward the use of AI, but deeper understanding and wider utilization still needed improvement. It was expected that AI learning could be integrated into the curriculum so that students would be better prepared to face technological developments in medicine.
PERANCANGAN APLIKASI FEMCARE SEBAGAI MEDIA EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PEREMPUAN Salsabila, Zalfa; Azharyandi Siswanto, Riky; Melga Suprayogi, Bambang
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Remaja perempuan masih sering kesulitan untuk mendapatkan akses kesehatan reproduksi secara memadai. Saat menginjak usia remaja seharusnya sudah harus mengetahui mengenai organ reproduksi dan penyakit yang dapat menyerang kesehatan reproduksi. Menurut survei Kementerian Kesehatan RI sebanyak 13% remaja putri tidak mengetahui perubahan fisiknya dan 47,9% tidak mengetahui kapan masa subur. Pembatasan akses informasi tentang kesehatan reproduksi bagi remaja di Indonesia dianggap seharusnya dibicarakan secara terbuka. Bahkan beberapa orang tua cenderung enggan untuk menjelaskan masalah seksual dan reproduksi kepada anak. Maka dari itu diperlukannya sebuah media yang dapat membantu para remaja perempuan untuk bisa lebih memahami dan mempermudah dalam mengakses informasi mengenai kesehatan reproduksiKata kunci: Remaja Perempuan, Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan, Aplikasi
Budaya Jawa dan Horor Indonesia: Studi Analisis Film Diambang Kematian, Satu Suro, Sewu Dino Salsabila, Zalfa; Gibran Alfajr, Muhammad; Fauziah, Shania; Salsabila, Silma; Hamidiyyah, Alia Niswatul
Buletin Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/bip.v4i2.1052

Abstract

Budaya Jawa sering menjadi elemen utama dalam film horor Indonesia karena kekayaan mitos, simbolisme, dan ritual yang memberikan daya tarik mistis dan autentisitas cerita. Penelitian ini bertujuan mengungkap alasan budaya Jawa sering digunakan dalam film horor serta dampaknya terhadap citra film horor nasional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Analisis dilakukan dengan menonton film seperti Diambang Kematian (2023), Satu Suro (2019), dan Sewu Dino (2023) untuk mengidentifikasi representasi budaya Jawa, termasuk mitos kuno, konsep alam gaib, dan ritual tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Jawa memberikan kontribusi signifikan terhadap industri film horor di Indonesia. Mitos-mitos kuno dan simbolisme Jawa memperkaya narasi, menciptakan atmosfer menyeramkan, dan memperkuat karakter lokal film horor. Unsur-unsur seperti ritual tradisional dan konsep alam gaib menciptakan daya tarik bagi penonton lokal maupun internasional, sekaligus membangun identitas film horor Indonesia yang unik. Representasi budaya Jawa dalam film horor juga menunjukkan potensi besar budaya lokal sebagai sumber inspirasi dalam industri perfilman. Penelitian ini menegaskan bahwa eksplorasi elemen budaya, terutama budaya Jawa, mampu meningkatkan nilai artistik dan daya saing film horor Indonesia di kancah nasional dan internasional.