Oktavianty, Puteri Anggraini
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara Oktavianty, Puteri Anggraini; Maulana, Erwin; Akbar, Maulidin
Administraus Vol. 8 No. 2 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v8i2.223

Abstract

This research aims to find out how forest and land fire disaster management is managed at the North Hulu Sungai Regency regional disaster management agency (BPBD). This research uses a descriptive qualitative research method with a data collection technique approach used namely interviews, observation and documentation with data sources taken by purposive sampling. The results of this research conclude that the management of forest and land fire disaster management at the North Hulu Sungai Regency regional disaster management agency (BPBD) is still not running well, it can be seen from the indicators: Disaster warnings that are still not optimal, Disaster risk reduction, Preparedness, Disaster relief budget, damage evaluation, recovery and reconstruction. Meanwhile, the obstacles faced are: Insufficient equipment, lack of personnel, forest and land fires that occurred at several points, socialization that has not been maximized and the budget for recovery and reconstruction. Keywords: Management; Regional Disaster Management ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan pada badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi dengan sumber data yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan pada badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara masih belum berjalan dengan baik, dapat dilihat dari indikator-indikator : Peringatan bencana yang masih belum optimal, Pengurangan resiko bencana, Kesiapsiagaan, Anggaran bantuan bencana, Evaluasi kerusakan, Pemulihan (recovery) dan Rekontroksi. Sedangkan kendala yang dihadapi yaitu : Peralatan yang masih kurang, Kurangnya personil, Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa titik, Sosialisasi yang belum maksimal serta Anggaran pemulihan dan rekontroksi.
IMPLEMENTASI PENDISTRIBUSIAN LPG TABUNG 3 KG BERSUBSIDI DI DESA TELUK DAUN KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Oktavianty, Puteri Anggraini; Norhalisah, Siti
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1355

Abstract

Implementasi kebijakan secara sederhana dapat dimaknai sebagai proses mengubah peraturan menjadi tindakan nyata. Dalam pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2021 mengenai pengendalian dan pengawasan distribusi tertutup LPG 3 Kg bersubsidi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, ditemukan sejumlah permasalahan. Di antaranya adalah distribusi LPG bersubsidi yang tidak tepat sasaran, keberadaan pengecer tidak resmi di Desa Teluk Daun, harga jual LPG 3 Kg di tingkat eceran yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah, minimnya edukasi kepada masyarakat maupun agen terkait regulasi LPG bersubsidi, serta lemahnya pemahaman tentang isi peraturan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan tersebut berjalan serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan ditentukan menggunakan metode snowball sampling, dengan total 12 orang narasumber. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi distribusi LPG 3 Kg bersubsidi di Desa Teluk Daun, Kecamatan Amuntai Utara masih belum optimal. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator seperti ukuran kebijakan, kejelasan tujuan, struktur birokrasi, pemahaman pelaksana, dan dukungan dari organisasi terkait yang belum terpenuhi secara menyeluruh. Beberapa aspek yang menjadi kendala antara lain sumber daya manusia dan finansial yang terbatas, peran organisasi informal yang kurang aktif, lemahnya respon dari pelaksana, kurangnya kerja sama antar lembaga, serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan. Faktor-faktor penghambat lainnya mencakup kurangnya proses verifikasi dan validasi penerima LPG 3 Kg, kecenderungan masyarakat memilih harga murah tanpa memahami hak dan regulasi (literasi subsidi yang rendah), serta lemahnya pengawasan di lapangan. Di sisi lain, faktor pendukung implementasi adalah keberadaan peraturan tertulis dari pemerintah, seperti Peraturan Bupati No. 24 Tahun 2021, yang menjadi acuan penting bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proses distribusi LPG subsidi tersebut
EFEKTIVITAS PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU (POSBINDU) DI DESA MURUNG JAMBU KECAMATAN PARINGIN SELATAN KABUPATEN BALANGAN Ulfah, Hairina; Arsyad, Muhamad; Oktavianty, Puteri Anggraini
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1750

Abstract

Program Posbindu di Desa Murung Jambu, Kabupaten Balangan, hadir sebagai inisiatif kesehatan berbasis masyarakat yang fokus pada deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 13 informan, penelitian ini mengevaluasi sejauh mana program tersebut mampu mencapai tujuannya. Secara umum, efektivitas pelaksanaan dinilai cukup baik, terutama pada aspek ketepatan waktu dan kedisiplinan jadwal. Meski demikian, beberapa tantangan signifikan masih membayangi, seperti rendahnya partisipasi laki-laki usia produktif, minimnya pemahaman masyarakat, serta kendala teknis pada fasilitas fisik dan akurasi alat medis. Keberhasilan program ini sangat didukung oleh bantuan sarana dari pemerintah desa serta adanya layanan kesehatan gratis. Namun, untuk mencapai dampak yang lebih transformatif, diperlukan strategi edukasi yang lebih masif guna menghilangkan stigma ketakutan masyarakat terhadap pemeriksaan medis. Optimalisasi fasilitas penerangan dan kenyamanan ruang tunggu juga menjadi kunci agar target capaian kesehatan dapat terpenuhi secara maksimal.