Aribaten, Ni Nengah Zinnia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ilusi Warna Gerhana Dalam Penciptaan Busana Kontemporer Aribaten, Ni Nengah Zinnia; Suardana, I Wayan; Pebryani, Nyoman Dewi
Melayu Arts and Performance Journal Vol 6, No 2 (2023): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v6i2.3812

Abstract

Gerhana merupakan proses tertutupnya bulan atau matahari oleh benda langit yang melintas di depannya. Perubahan warna bulan dan matahari saat terjadinya gerhana ini merupakan ilusi warna. Ilusi warna tidak berbicara tentang kebenaran, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti intensitas cahaya, intensitas warna, dan warna benda di sekitarnya. Dari hal tersebut, pencipta terinspirasi menciptakan karya busana dengan konsep ilusi warna yang terinspirasi dari gerhana dengan judul Kapangan. Penciptaan ini bertujuan untuk menciptakan karya seni yang memadukan pengetahuan ilmiah dan fashion yang bergaya edgy dramatic dan street dramatic. Penciptaan ini menggunakan metode Hawkins, yaitu eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Pada tahap eksplorasi proses penciptaan dimulai dengan membuat mindmap, menentukan kata kunci, dan membuat moodboard. Tahap improvisasi dibagi menjadi dua yaitu improvisasi medium dan improvisasi visual. Improvisasi media merupakan tahap menentukan alat, material, dan teknik. Sedangkan improvisasi visual merupakan tahap eksperimen dan mengembangkan konsep menjadi desain dan gambar kerja. Tahap pembentukan, proses terumit dalam menciptakan karya, pencipta melakukan pewujudan karya yang dilanjutkan dengan konsep hasil karya berupa photoshoot, publikasi, dan fashion show. Kapangan terdiri atas koleksi busana Candra Kapangan sebagai pemvisualisasian gerhana bulan dan Surya Kapangan sebagai pemvisualisasian gerhana matahari. Koleksi Candra Kapangan terdiri atas tiga look busana, yaitu Gerhana Bulan Total, Gerhana Bulan Sebagian, dan Gerhana Bulan Penumbra. Koleksi Surya Kapangan terdiri atas empat look busana, yaitu Gerhana Matahari Total, Gerhana Matahari Sebagian, Gerhana Matahari Cincin, dan Gerhana Matahari Hibrida. Penciptaan ini merupakan penggabungan antara pengetahuan ilmiah dan fashion dengan mengadopsi teori warna Bezolt Effect dan Chubb Illusion. Candra Kapangan terdiri dari warna hitam, abu tua, abu muda, dan abu kebiruan. Sedangkan Surya Kapangan terdiri atas warna kuning, biru, dan hitam.Ilusi warna direpresentasikan dengan menggunakan bentuk lingkaran yang menghasilkan perubahan warna berdasarkan intensitasnya. Kata Kunci: Gerhana; Bezolt Effect; Chubb Illusion; Fashion KontemporerABSTRACTAn eclipse is the process by which the moon or sun is covered by a celestial body that passes in front of it. The change in the color of the moon and sun at the time of this disaster is an illusion of color. Color illusion does not speak the truth, it is influenced by several factors such as light intensity, color intensity, and the color of the objects around it. From this, the creators were inspired to create fashion works with the concept of color illusion inspired by the title Kapangan. This creation aims to create works of art that combine scientific knowledge and fashion in an edgy dramatic and street dramatic style. This creation uses the Hawkins method, namely exploration, improvisation, and shaping. In the exploration stage, the creation process starts with creating a mindmap, determining keywords, and creating a moodboard. The stages of improvisation are divided into two, namely media improvisation and visual improvisation. Improvised media is the determining stage of tools, materials, and techniques. Meanwhile, visual improvisation is the experimental stage and develops concepts into designs and working drawings. The formation stage, the most complicated process in creating a work, the creator carries out the embodiment of the work followed by the conceptualization of the work in the form of photoshoots, publications and fashion shows. Kapangan consists of the Candra Kapangan fashion collection as a visualization of the cold weather of the moon and Surya Kapangan as a visualization of the sun's weather. The Candra Kapangan collection consists of three fashion looks, namely a total lunar eclipse, a partial lunar eclipse, and a penumbral lunar eclipse. The Surya Kapangan collection consists of four fashion looks, namely Total Solar Eclipse, Partial Solar Eclipse, Ring Solar Eclipse, and Hybrid Solar Eclipse. This creation is a combination of scientific knowledge and the art of Fashion by adopting the Bezolt Effect and Chubb Illusion color theories. Candra Kapangan consists of black, dark gray, light gray, and bluish gray. While Surya Kapangan consists of yellow, blue and black. The illusion of color is represented by using a circle shape which produces a color change based on its intensity.Keywords: Eclipse; Bezolt Effect; Chubb Illusion; Contemporary Fashion
Teroesir : Metafora Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Dalam Penciptaan Busana Dengan Edgy Style Aribaten, Ni Nengah Zinnia; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Ratna Cora S., Tjok Istri
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.292

Abstract

Metafora umumnya digambarkan melalui simbol-simbol ataupun perumpamaan dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, yang tergolong dalam perfilman Nusantara, dimana film ini mengandung budaya Minangkabau dan Makassar. Penciptaan ini merupakan salah satu upaya apresiasi terhadap perfilman Indonesia melalui perwujudan busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture, sehingga dapat menjadi bentuk kekayaan baru berbasis pada kearifan lokal.Proses kreatif menggunakan metodelogi desain Tjok Ratna Cora, yaitu “FRANGIPANI, The Secret Steps of Art Fashion” yang terdiri atas sepuluh tahapan dalam proses perancangan desain fashion berdasarkan identitas budaya Bali. Berdasarkan uraian metafora pada kisah cinta Zainuddin dan Hayati, maka tercipta busana dengan style edgy. Edgy merupakan busana yang tergolong tidak biasa atau out of the box dengan ciri warna hitam yang mendominasi. Dalam karya ini didasari oleh pemeran utama yaitu Zainuddin, terlahir dari orang tua yang berbeda suku. Warna hitam sebagai sisi ayahnya, yaitu ciri warna pada baju adat pria Minangkabau, sedangkan warna ungu sebagai sisi ibunya, yaitu warna baju adat Makassar pada wanita janda. Warna hitam mendominasi dikarenakan Minangkabau (tanah kelahiran ayah Zainuddin) sebagai latar tempat pada film ini. Ketiga busana ini menggunakan print fabric yang mengilustrasikan kisah film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Pada busana ready to wear terdiri tiga pieces, yaitu dress, outer, dan mini skirt. Pada busana ready to wear deluxe terdiri atas tiga pieces, yaitu shirt, outer, dan pants. Dan pada busana haute couture terdiri atas dua pieces, yaitu gown dan balloon sleeves.
Teroesir : Metafora Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Dalam Penciptaan Busana Dengan Edgy Style Aribaten, Ni Nengah Zinnia; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Ratna Cora S., Tjok Istri
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.472 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.292

Abstract

Metafora umumnya digambarkan melalui simbol-simbol ataupun perumpamaan dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, yang tergolong dalam perfilman Nusantara, dimana film ini mengandung budaya Minangkabau dan Makassar. Penciptaan ini merupakan salah satu upaya apresiasi terhadap perfilman Indonesia melalui perwujudan busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture, sehingga dapat menjadi bentuk kekayaan baru berbasis pada kearifan lokal.Proses kreatif menggunakan metodelogi desain Tjok Ratna Cora, yaitu “FRANGIPANI, The Secret Steps of Art Fashion” yang terdiri atas sepuluh tahapan dalam proses perancangan desain fashion berdasarkan identitas budaya Bali. Berdasarkan uraian metafora pada kisah cinta Zainuddin dan Hayati, maka tercipta busana dengan style edgy. Edgy merupakan busana yang tergolong tidak biasa atau out of the box dengan ciri warna hitam yang mendominasi. Dalam karya ini didasari oleh pemeran utama yaitu Zainuddin, terlahir dari orang tua yang berbeda suku. Warna hitam sebagai sisi ayahnya, yaitu ciri warna pada baju adat pria Minangkabau, sedangkan warna ungu sebagai sisi ibunya, yaitu warna baju adat Makassar pada wanita janda. Warna hitam mendominasi dikarenakan Minangkabau (tanah kelahiran ayah Zainuddin) sebagai latar tempat pada film ini. Ketiga busana ini menggunakan print fabric yang mengilustrasikan kisah film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Pada busana ready to wear terdiri tiga pieces, yaitu dress, outer, dan mini skirt. Pada busana ready to wear deluxe terdiri atas tiga pieces, yaitu shirt, outer, dan pants. Dan pada busana haute couture terdiri atas dua pieces, yaitu gown dan balloon sleeves.