Rahmadhani, Novia Alif
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Prostitusi Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Ditinjau Dari KUHP Navada Putri, Vira Afni; Rahmadhani, Novia Alif
Jurnal Fundamental Justice Vol 5 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/fundamental.v5i1.3568

Abstract

Prostitusi adalah kegiatan seksual di mana seseorang menerima pembayaran atau imbalan lain dalam bentuk uang, barang, atau layanan lain sebagai imbalan atas layanan seksual. Seiring berjalannya waktu, prostitusi telah mengalami perubahan dan perkembangan di berbagai aspek di Indonesia. di Indonesia sendiri, prostitusi dianggap ilegal karena melanggar hukum, norma sosial, moral dan agama, serta memberikan dampak yang cukup besar baik dari segi sosial maupun ekonomi.Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan bagaimana masyarakat menstigmatisasi prostitusi sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi di Indonesia dan bagaimana prostitusi sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi berdampak pada aspek sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu pendekatan penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena atau masalah dengan cara mendeskripsikannya secara mendalam. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemahaman yang lebih mendalam terhadap situasi atau permasalahan hukum dengan cara menjelaskan, menganalisa, dan menggambarkan fenomena yang terjadi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa stigma masyarakat terhadap prostitusi sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi di Indonesia ditinjau dari KUHP adalah dalam Pasal 298 KUHP dijelaskan bahwa seseorang dilarang untuk menjadikan perbuatan cabul sebagai mata pencaharian. Oleh sebab itu masyarakat memiliki stereotip negatif karena masyarakat memandang prostitusi sebagai perilaku tidak bermoral, mereka sering mengucilkan dan mendiskriminasi para pekerja seks yang menjadikan prostitusi sebagai sumber pendapatan yang penting, terutama bagi mereka yang memiliki pilihan pekerjaan yang terbatas atau akses terhadap pendidikan dan pelatihan.
INCREASING COMMUNITY AWARENESS IN JELADRI VILLAGE THROUGH SUPPLEMENTARY FEEDING TO PREVENT STUNTING: AN EFFECTIVE AND SUSTAINABLE APPROACH Mukhammad Alfani; 'Aisy, Nabilah Rahadatul; Rahmadhani, Novia Alif; Aqillasalsabila, Sufi; Lusiana, Nova
HEARTY Vol 12 No 3 (2024): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v12i3.17368

Abstract

Stunting is a serious problem in Indonesia that has a direct impact on growth and development in children. This study focuses on evaluating the effectiveness of the Supplementary Feeding Program (PMT) in Jeladri Village to prevent stunting in children under five. It involves the implementation of the PMT, which provides a nutrient-rich supplementary menu, as well as intensive socialization activities to the village community. The results showed that PMT can have a significant positive impact on improving the nutritional status of children in Jeladri Village. The PMT menu is specially selected and designed to provide nutrition that contains essential nutrients needed for optimal growth in children under five. Nonetheless, the study also identified several obstacles, such as a lack of community understanding and participation in the program. While there has been an increase in awareness of the importance of nutrition for children, further efforts are needed to improve the level of understanding and active community involvement in the PMT program. This is important to significantly reduce stunting rates in the future. In this context, the research recommendations suggest the need to improve national nutrition policies that are more integrated and effective. In addition, a comprehensive and sustainable approach is needed in the implementation of stunting prevention programs across Indonesia. This includes not only nutrition education and access to PMT, but also health system strengthening and support from various parties including local governments.