Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Pengelolaan Situs Web Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Insan Kreatif Kembaran Yogyakarta Vebrynda, Rhafidilla; Al Banna, Dzar
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2024): April
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/transformasi.v4i1.22623

Abstract

Sudah sangat umum, sebuah instansi memiliki media komunikasi dan promosi berbasis media baru dalam jaringan. Hal ini membantu dalam berbagai aktivitas, di antaranya pembelajaran, promosi, informasi dan media komunikasi sekolah juga stakeholder. Dengan adanya media dalam jaringan, diharapkan dapat membantu terbukanya komunikasi sekolah kepada pihak luar yang lebih massif. Berbagai aktivitas dan informasi sekolah dapat diberitakan serta diketahui oleh orang banyak. Meskipun berada di daerah yang padat penduduk, aktivitas dan prestasi Sekolah Dasar Muhammadiyah Insan Kreatif Kembaran (SD Muhika) masih minim diketahui oleh orang banyak. Untuk itulah, kegiatan pengabdian ini berfokus pada pelatihan pengelolaan media dalam jaringan berupa website, sebagai media komunikasi bagi SD Muhika. Adapun metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan pembuatan dan pengelolaan website. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah tersedianya website lengkap yang dapat dimanfaatkan dan selalu diperbaharui informasinya oleh sekolah.
NILAI KEARIFAN LOKAL PADA CERPEN “SELASAR” DALAM ANTOLOGI CERPEN GADIS PAKARENA KARYA KHRISNA PABICHARA Al Banna, Dzar
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 2 (2023): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan bentuk apresiasi terhadap cerpen “Selasar” sekaligus upaya untuk mengkaji dan menjawab permasalahan tentang bagaimana nilai kearifan lokal yang ada di dalamnya serta relevansinya dengan penguatan identitas masyarakat Sulawesi Selatan khususnya suku Bugis-Makassar. Data yang digunakan adalah teks cerpen “Selasar” karya Khrisna Pabichara yang bersumber dari antologi cerpen Gadis Pakarena. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pembacaan secara cermat dan pencatatan bagian-bagian yang menunjukkan nilai kearifan lokal. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan berlandaskan pada teori sosiologi sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen “Selasar” hadir dalam balutan nilai kearifan lokal yang sangat kental, diantaranya adanya silariang dan siri’.
INTERAKSI SEORANG MUSLIMAH DENGAN TUHAN DALAM NOVEL TUHAN, IZINKAN AKU MENJADI PELACUR! KARYA MUHIDIN M. DAHLAN: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Al Banna, Dzar
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 2 (2025): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v6i2.3890

Abstract

Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! adalah salah satu novel yang mengangkat konflik batin dan persoalan psikologis dari tokoh utama, yakni Nidah Kirani. Untuk mengetahui konflik tokoh utama dalam interaksi tokoh utama Penelitian ini menggunakan pendekatan atau tinjauan Psikologi Sastra. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan, dialog-dialog, seting dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan Psikologi Sastra. Hasil analisis dari penelitian ini adalah menjelaskan struktur novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! mulai dari plot, alur, penokohan, dan latar. Kemudian menganalisis interaksi tokoh utama sebagai seorang muslimah dengan Tuhannya dengan penggambaran kondisi kejiwaan tokoh Nidah Kirani akan dijabarkan melalui tiga proses yang dialami oleh jiwa seseorang, yang mencakup: proses menerima rangsangan, proses berpikir, dan proses berperasaan. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tokoh utama memiliki konflik batin psikologis yang sangat kuat terhadap dirinya dalam menghadapi kenyataan.
Sacred Temporality, Homecoming, and Religious Magical Realism in Danarto’s Indonesian Fiction Lailatul Qadar Al Banna, Dzar
SULUK : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/suluk.2025.7.2.158-182

Abstract

This article examines how Danarto’s short story Lailatul Qadar transforms the culturally familiar experience of mudik (homecoming) into a religiously charged magical realist narrative. The study asks how the story constructs an empirically recognisable social world, how it introduces irreducible supernatural phenomena without collapsing into fantasy, and how its narrative form turns late-Ramadan mobility into a site of ontological uncertainty. This study adopts a qualitative textual case study grounded in close reading, document analysis, Wendy B. Faris’s theory of magical realism, and Gérard Genette’s narratology. The analysis focuses on five dimensions: the phenomenal world, irreducible magical elements, unsettling doubts, the merging of realms, and disruptions of time, space, and identity, while also tracing focalization, voice, temporal sequencing, and symbolic imagery. The findings show that Danarto does not merely append miracle to realism; he narratively fuses everyday piety, transport infrastructures, family intimacy, and sacred temporality into what this article terms religious remystification. Mudik appears not only as social mobility but as a threshold through which divine presence, angelic mediation, and spiritual testing become narratively legible. The article argues that Lailatul Qadar expands the discussion of magical realism in Indonesian literature by showing that its enchantment may emerge from Islamic sacred time rather than from folklore alone. It also demonstrates that intrinsic elements become analytically productive when read as narrative devices that organize religious ambiguity rather than as isolated formal components.