Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Non-Formal Education: Pendekatan Komunitas Dalam Pembentukan Kader Remaja Untuk Meningkatkan Kesadaran Stunting di Desa Gunung Geulis Lathifah, Suci Siti; Nurafsari, Isna; Nurhaliza, Syifa Qatrunnada; Raihana, Naura; Arum, Nuur Azizzah Ardiyani
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 16, No 1 (2024): Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : FKIP UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/pedagogia.v16i1.10077

Abstract

Desa Gunung Geulis menghadapi tantangan besar dalam mengatasi masalah stunting. Data menunjukkan bahwa angka stunting di desa ini masih cukup tinggi yaitu sebesar 10%. Tujuan penelitian ini pentingnya pendekatan komunitas dalam pembentukan kader remaja diterapkan di Desa Gunung Geulis, serta dampaknya terhadap peningkatan kesadaran masyarakat mengenai stunting. Penelitian ini juga akan mengevaluasi efektivitas program kader remaja dalam mengurangi prevalensi stunting di desa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods) untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai efektivitas pembentukan kader remaja dalam meningkatkan kesadaran stunting di Desa Gunung Geulis. Penelitian kualitatif dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman masyarakat serta kader remaja dalam program ini. Metode ini melibatkan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussions/FGD) dengan berbagai pihak yang terlibat. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan komunitas melalui pembentukan kader remaja efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang stunting di Desa Gunung Geulis. Program ini berhasil mengubah persepsi masyarakat dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan kesehatan lainnya. Ada peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting setelah pelaksanaan program. Sebelum intervensi, hanya 40% responden yang mengerti definisi stunting dan 25% yang mengetahui cara pencegahannya. Setelah intervensi, angka tersebut meningkat menjadi masing-masing 90% dan 80%. Kader remaja berhasil melaksanakan 50 sesi penyuluhan dan kunjungan rumah, dengan total 750 peserta yang sebagian besar merasa mendapatkan informasi baru.
PENDAMPINGAN KADER REMAJA UNTUK MENGATASI STUNTING DI DESA GUNUNG GEULIS Susanto, Lufty Hari; Lathifah, Suci Siti; Irpan, Aip M.; Ganeswara, M. Ginanjar; Nurafsari, Isna; Dely, Indriani Ranuma; Zahwa, Devalya Khumaila
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v9i1.8309

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan yang memengaruhi pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Di Desa Gunung Geulis, rendahnya pengetahuan masyarakat serta keterbatasan alat ukur pertumbuhan menjadi tantangan utama. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader remaja sebagai agen pencegahan stunting melalui pelatihan dan sosialisasi. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan enam modul pelatihan, pencetakan buku saku edukasi, serta kerja sama dengan tenaga kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan kader dan sosialisasi kepada kader remaja serta masyarakat Desa Gunung Geulis. Hasilnya, pengetahuan kader meningkat 85%, dengan 80% mampu melakukan pengukuran kesehatan sederhana. Sosialisasi melibatkan 45 peserta, dan bahan edukasi berhasil disebarluaskan. Evaluasi menunjukkan kepuasan 90%, meski partisipasi masyarakat di daerah terpencil masih kurang. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat, namun perlu strategi inklusif serta dukungan pemerintah agar keberlanjutannya optimal.
Evaluating the scientific accuracy and pedagogical approaches in biodiversity content of secondary school textbooks: A cross-publisher study Herawati, Desti; Munandar, Rifki Risma; Ganeswara, Muhamad Ginanjar; Nurafsari, Isna
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.22518

Abstract

This study analyzes how biodiversity is represented in secondary school biology textbooks from both government and private publishers. The focus of the research is on evaluating their alignment with the national curriculum, the scientific accuracy of biodiversity concepts, and their ability to foster critical thinking. The research employs a descriptive content analysis approach using the Four Steps Teaching Material Development (4S TMD) method, limited to the selection stage. The sample consists of one government-published and one private-published biology textbook commonly used in Grade X of Secondary School, selected from a survey of 45 schools in Bogor Regency. The results show key differences: government textbooks provide a more accurate, comprehensive view of biodiversity and are better aligned with the curriculum, offering real-world ecological examples. They also promote inquiry-based learning and critical thinking. On the other hand, private textbooks offer more superficial coverage with conceptual errors, focusing on rote memorization and theoretical knowledge. These findings suggest that government textbooks are better suited for fostering a deep understanding of biodiversity, while private textbooks may limit students' ability to engage with the topic. The study calls for improved quality of textbook biodiversity content better to support students' learning and awareness of ecological issues. Future research could explore the impact of these textbook differences on student outcomes.Abstrak. Penelitian ini menganalisis bagaimana keanekaragaman hayati diwakili dalam buku teks biologi sekolah menengah atas yang diterbitkan oleh penerbit pemerintah dan swasta. Fokus penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaiannya dengan kurikulum nasional, akurasi ilmiah konsep keanekaragaman hayati, dan kemampuannya dalam mengembangkan pemikiran kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konten deskriptif dengan metode Four Steps Teaching Material Development (4S TMD), yang dibatasi pada tahap seleksi. Sampel terdiri dari satu buku teks biologi yang diterbitkan oleh pemerintah dan satu buku teks yang diterbitkan oleh penerbit swasta, yang umum digunakan di Kelas X Sekolah Menengah Atas, dipilih dari survei 45 sekolah di Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan: buku teks pemerintah memberikan gambaran yang lebih akurat dan komprehensif tentang keanekaragaman hayati, serta lebih selaras dengan kurikulum, dengan contoh-contoh ekologi dunia nyata. Mereka juga mendorong pembelajaran berbasis penemuan dan pemikiran kritis. Di sisi lain, buku teks swasta menawarkan cakupan yang lebih permukaan dengan kesalahan konseptual, berfokus pada hafalan dan pengetahuan teoretis. Temuan ini menyarankan bahwa buku teks pemerintah lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang keanekaragaman hayati, sementara buku teks swasta mungkin membatasi kemampuan siswa untuk terlibat dengan topik tersebut. Studi ini menyerukan peningkatan kualitas konten keanekaragaman hayati dalam buku teks untuk mendukung pembelajaran dan kesadaran siswa terhadap isu-isu ekologi. Penelitian masa depan dapat mengeksplorasi dampak perbedaan buku teks ini terhadap hasil belajar siswa.